Curry Pecundangi Doncic, Warriors vs Lakers Berakhir Dramatis dengan Comeback 25 Poin
Kalimantan Update – 01 November 2026 | Laga warriors vs lakers di Chase Center, San Francisco, Jumat (30/10/2026) malam waktu setempat, menyajikan salah satu comeback paling dramatis dalam sejarah NBA modern. Golden State Warriors bangkit dari ketertinggalan 25 poin untuk mengalahkan Los Angeles Lakers dengan skor 112-95, sebuah margin kemenangan 17 poin yang belum pernah terjadi dalam 30 musim terakhir. Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi Lakers yang sempat memimpin 40-15 di awal kuarter kedua sebelum kehilangan kendali permainan.
Pertandingan warriors vs lakers awalnya tampak menjadi panggung bagi Luka Doncic. Bintang Slovenia itu mencetak 21 poin dan 5 assist di kuarter pertama, termasuk 5 tembakan tiga angka, membawa Lakers unggul 38-15. Namun, Warriors merespons dengan skor 38-15 di kuarter kedua, menciptakan sejarah baru sebagai tim pertama sejak diperkenalkannya shot clock yang mampu menyamakan kedudukan setelah tertinggal 23 poin atau lebih di akhir kuarter pertama.
Stephen Curry menjadi arsitek kebangkitan dengan 31 poin dan 6 assist, termasuk 8 tembakan tiga angka dari 14 percobaan. Pada usia 38 tahun, Curry bergabung dengan LeBron James sebagai satu-satunya pemain yang mencatat 30 poin, 5 assist, dan 8+ tembakan tiga angka dalam satu pertandingan. Ia juga melewati Dominique Wilkins di peringkat ke-18 daftar pencetak skor sepanjang masa NBA. Momen paling viral terjadi di kuarter ketiga ketika Doncic terjatuh akibat crossover Curry, memicu reaksi kaget dari sang MVP dan komentator Michael Grady yang berseru, “He touched the ground!”
Dari bangku cadangan, Warriors mendapat kontribusi besar. Will Richard mengubah momentum, sementara Georges Niang dan De’Anthony Melton menggabungkan 27 poin. Niang tampil sempurna dengan 4 dari 5 tembakan dan 3 dari 3 dari luar busur, mencatat plus-minus +21. Draymond Green meski hanya mencetak 2 poin, menorehkan 9 assist dan plus-minus +17 sebagai katalis serangan. Warriors mencatat 31 assist dan hanya 7 turnover setelah 10 turnover di kuarter pertama, serta menutup 5 menit 27 detik terakhir kuarter ketiga dengan skor 22-8.
Di kubu Lakers, Doncic menyelesaikan pertandingan dengan 37 poin yang impresif, tetapi tidak cukup untuk menutupi kelemahan tim. Austin Reaves menjadi sorotan setelah mencatat 8 turnover untuk kedua kalinya secara berturut-turut. Meski mencetak 21 poin, penampilannya menuai kritik tajam di media sosial. “Saya bermain buruk lagi. Itu saja,” ujar Reaves kepada Spectrum SportsNet. “Grup pertama yang memulai unit kedua juga buruk. Seperti saya bilang, semuanya dimulai dari saya. Saya akan lebih baik.”
Pelatih Lakers JJ Redick memilih sikap bijak alih-alih melontarkan kritik pedas. “Kita ingin menjadi tim hebat. Anda tidak menjadi tim hebat dalam enam pertandingan,” katanya. “Kita ingin menjadi tim hebat setelah 82 pertandingan dan punya kesempatan bersaing untuk kejuaraan di April, Mei, dan Juni. Ini proses untuk sampai ke sana. Kita tahu kita harus bersabar.” Lakers saat ini mencatat rasio turnover terburuk keempat di liga dengan 17,8 turnover per pertandingan, dan telah kehilangan bola lebih dari 20 kali dalam tiga dari enam pertandingan musim ini.
Kemenangan ini membawa Warriors ke rekor 3-3 setelah memulai musim dengan 0-3, sekaligus menyamakan kedudukan seri musim warriors vs lakers menjadi 1-1. Bagi Lakers yang kini 4-2, kekalahan ini menjadi pelajaran berharga tentang pentingnya konsistensi dan eksekusi di bawah tekanan. Pertarungan warriors vs lakers berikutnya diprediksi akan semakin sengit mengingat rivalitas kedua tim yang kian memanas, terutama setelah insiden trash talk antara rookie Warriors Yaxel Rendeborg dan Doncic sebelum pertandingan.
Secara keseluruhan, laga warriors vs lakers ini membuktikan bahwa dalam bola basket modern, keunggulan 25 poin bukan lagi jaminan kemenangan. Seperti kata Steve Kerr, “Keunggulan 25 poin sekarang seperti keunggulan 12 poin.” Warriors menunjukkan resiliensi dan kedalaman skuad yang membuat mereka tetap berbahaya, sementara Lakers harus segera menemukan identitas permainan mereka jika ingin bersaing di papan atas Wilayah Barat.
