Skandal Jack Grealish: Dua Malam Pesta Alkohol Berujung Dicoret dari Skuad Everton
Kalimantan Update – 01 November 2026 | Nama Jack Grealish kembali menjadi sorotan, bukan karena aksi di atas lapangan, melainkan karena ulahnya di luar lapangan. Winger pinjaman dari Manchester City itu dikabarkan terlibat dalam insiden disiplin serius setelah menghabiskan dua malam berturut-turut berpesta dan mengonsumsi minuman beralkohol, yang berujung pada pencoretan namanya dari skuad Everton.
Kronologi Insiden
Peristiwa bermula pada Senin malam, 19 Oktober, ketika Jack Grealish menghadiri ajang bergengsi Pride of Britain Awards di Grosvenor House Hotel, London. Usai acara tersebut, pemain berusia 31 tahun itu disebut melanjutkan malamnya ke sebuah bar karaoke di kawasan Victoria, London, dan bertahan hingga dini hari.
Keesokan harinya, Selasa, 20 Oktober, Grealish kembali ke wilayah barat laut Inggris. Ia dilaporkan bertemu sejumlah teman dan rekan setim di sebuah pub bernama The Mucky Pup di Wilmslow, Cheshire. Mereka disebut juga mengunjungi arena bowling di kawasan Altrincham. Menariknya, pada hari yang sama, Grealish sempat mengikuti sesi latihan bersama tim.
Nama-Nama yang Terlibat
Dalam pertemuan di pub tersebut, sejumlah nama besar dari dunia sepak bola Inggris turut hadir. Selain dua rekan setimnya di Everton, Jordan Pickford dan Tyler Dibling, tampak pula Kyle Walker, mantan rekan Grealish semasa di Manchester City. Kelompok ini dilaporkan menyaksikan pertandingan antara PSG dan Barcelona di ruang privat sembari menikmati minuman beralkohol.
Sanksi dari Everton
Pihak Everton secara resmi mengumumkan bahwa Jack Grealish tidak tersedia untuk dipilih dalam pertandingan Carabao Cup melawan Newcastle United. Dalam pernyataan yang dipublikasikan melalui media sosial, klub menyebut sang pemain absen karena pelanggaran disiplin internal.
Meski demikian, Everton tidak merinci secara gamblang bentuk pelanggaran yang dilakukan. Namun, laporan media Inggris mengindikasikan bahwa Grealish juga sempat mangkir dari sesi latihan tanpa izin. Sebelumnya, ia juga absen saat Everton kalah 0-2 dari Arsenal di ajang Premier League akibat sakit.
Manajer Everton, David Moyes, menegaskan bahwa keputusan tersebut merupakan kebijakan klub dan ia sepenuhnya mendukungnya. “Ini adalah keputusan klub dan saya mendukungnya,” ujar Moyes singkat, enggan mengulas lebih jauh usai kemenangan 3-1 atas Newcastle.
Dampak bagi Karier Grealish di Everton
Insiden ini menimbulkan tanda tanya besar terhadap masa depan Jack Grealish di Goodison Park. Klub dikabarkan mengeluarkan biaya besar untuk meminjamnya dari Manchester City, termasuk menanggung sebagian besar gajinya yang mencapai £300.000 per pekan.
Sejumlah pengamat menilai posisi Grealish sebagai pemain inti kini terancam. Jika Moyes memilih tidak lagi memberinya kesempatan bermain sebagai bentuk konsekuensi, pintu bisa terbuka lebih lebar bagi Tyrique George, pemain muda yang sempat tampil impresif di awal musim namun menurun menit bermainnya setelah Grealish kembali bugar.
Sepanjang musim ini, Jack Grealish baru mencatatkan enam penampilan bersama Everton tanpa torehan gol. Agen sang pemain menolak memberikan komentar terkait laporan yang beredar.
Pelajaran di Balik Sorotan
Kasus ini menjadi pengingat bahwa status sebagai pesepakbola profesional menuntut tanggung jawab besar, baik di dalam maupun di luar lapangan. Bagi Everton, keputusan tegas terhadap Jack Grealish menunjukkan komitmen klub dalam menegakkan disiplin kolektif. Bagi sang pemain, dua malam berpesta ini bisa menjadi titik balik yang menentukan arah kariernya, apakah ia mampu bangkit dan membuktikan komitmennya, atau justru semakin tenggelam dalam kontroversi yang terus membayangi namanya.
