Rahmat Erwin Abdullah Kehilangan Emas Dunia Gara-gara Asyik Ngobrol dengan Pelatih, Kok Bisa?
Kalimantan Update – 02 November 2026 | Ningbo, China — Nama Rahmat Erwin Abdullah kembali menjadi sorotan dunia, namun kali ini bukan karena rekor gemilang yang ia ciptakan. Lifter andalan Indonesia tersebut harus rela kehilangan peluang meraih medali emas pada Kejuaraan Dunia Angkat Besi 2026 di Ningbo, China, akibat insiden yang nyaris tak masuk akal: ia terlalu asyik berbincang dengan pelatihnya hingga hampir kehabisan waktu di atas panggung.
Peristiwa dramatis itu terjadi pada akhir pekan lalu di kelas 75 kg putra, dalam persaingan ketat antara atlet-atlet Indonesia dan Korea Utara. Rahmat Erwin Abdullah, yang berstatus juara Asian Games 2026 sekaligus pemegang rekor dunia nomor clean and jerk, bersiap melakukan angkatan terakhirnya seberat 207 kilogram. Bila berhasil, ia akan memecahkan rekor dunia 206 kilogram yang ia bukukan sendiri pada September lalu.
Detik-Detik Menegangkan di Panggung
Namun, alih-alih tampil di panggung sesuai jadwal, Rahmat Erwin Abdullah justru tak terlihat saat hitungan mundur hampir berakhir. Ketika waktu tersisa kurang dari 20 detik, wasit, panitia, dan penonton terus menatap ke arah pintu masuk arena, sementara barbel seberat 207 kilogram masih teronggok diam di lantai.
Rekaman kamera televisi dari balik panggung menunjukkan bahwa Rahmat Erwin Abdullah masih berdiskusi teknis dengan pelatihnya mengenai gerakan angkatan yang akan dilakukan. Baru pada detik ke-11 tersisa, ia menyadari waktunya hampir habis. Tanpa membuang waktu, ia berlari kencang menuju panggung sambil mengoleskan bubuk anti-slip ke kedua tangannya. Uniknya, di tengah kepanikan itu, ia masih sempat melambaikan tangan kepada penonton.
Saat kakinya menginjak panggung, jam hanya menyisakan lima detik. Ia bergegas meraih barbel dan memulai angkatan dengan sisa waktu kurang dari satu detik. Hasilnya bisa ditebak: angkatan gagal, dan peluang memecahkan rekor dunia sirna seketika.
“Saya sudah tahu itu terlambat untuk mengangkat, saya tidak punya waktu untuk fokus,” ujar Rahmat Erwin Abdullah usai pertandingan, seperti dikutip kantor berita Xinhua. Ketika ditanya wartawan apakah ia mampu berhasil bila memiliki waktu lebih, ia menjawab dengan yakin, “Saya rasa saya bisa.”
Hasil Akhir: Dua Perak untuk Indonesia
Meski gagal di angkatan terakhir, Rahmat Erwin Abdullah tetap pulang membawa dua medali perak. Ia mencatatkan angkatan 157 kilogram pada snatch dan 202 kilogram pada clean and jerk, dengan total angkatan 359 kilogram.
| Atlet | Negara | Snatch | Clean & Jerk | Total | Medali |
|---|---|---|---|---|---|
| Ri Ryong Hyon | Korea Utara | 160 kg | 205 kg | 365 kg | Emas |
| Rahmat Erwin Abdullah | Indonesia | 157 kg | 202 kg | 359 kg | Perak |
| Wichuma Weeraphon | Thailand | 155 kg | 200 kg | 355 kg | Perunggu |
Pada nomor snatch, Rahmat Erwin Abdullah sempat tertahan di peringkat kelima. Ia memilih melewati angkatan ketiga setelah berhasil mengangkat 157 kilogram. Namun, pada nomor clean and jerk, ia bangkit dan memperbaiki posisinya dengan angkatan 202 kilogram yang mengantarkannya ke podium perak, baik pada nomor tersebut maupun pada total angkatan.
Sementara itu, lifter Korea Utara Ri Ryong Hyon tampil dominan dengan menyapu bersih tiga medali emas. Ia berhasil mengangkat 160 kilogram pada snatch, 205 kilogram pada clean and jerk, dan total 365 kilogram, hanya terpaut satu kilogram dari rekor dunia.
Kualifikasi Menuju Los Angeles 2028
Kejuaraan Dunia Angkat Besi 2026 di Ningbo juga menjadi ajang kualifikasi pertama menuju Olimpiade Los Angeles 2028. Dua medali perak yang diraih Rahmat Erwin Abdullah tentu menjadi modal berharga bagi perjalanan Indonesia menuju panggung Olimpiade, meski insiden kelalaian waktu tadi menjadi pelajaran pahit yang tak terlupakan.
Insiden ini menjadi pengingat bahwa dalam olahraga sekelas kejuaraan dunia, disiplin waktu sama pentingnya dengan kekuatan fisik dan teknik. Konsentrasi yang teralihkan, sekalipun hanya karena obrolan teknis dengan pelatih, bisa berujung pada hilangnya kesempatan emas yang sudah ada di depan mata.
Bagi publik Tanah Air, kegagalan ini tentu meninggalkan rasa penasaran. Bagaimana tidak, Rahmat Erwin Abdullah dikenal sebagai salah satu kebanggaan olahraga Indonesia dengan sederet prestasi internasional. Kini, seluruh mata akan tertuju padanya untuk membuktikan bahwa insiden di Ningbo hanyalah satu noda kecil dalam perjalanan panjang menuju kejayaan berikutnya.
