Erik ten Hag Buka Suara: MU di Ambang Degradasi dan Blunder Besar Ronaldo Terungkap
Kalimantan Update – 03 November 2026 | Pelatih Manchester United, erik ten hag, menjadi sorotan utama setelah mengakui bahwa ancaman degradasi kini bukan sekadar wacana bagi Setan Merah. Kekalahan 0-2 dari Chelsea di Stamford Bridge akhir pekan lalu kian memperpanjang tren negatif yang menghantui Bruno Fernandes dan kolega di ajang Premier League musim ini.
Dalam keterangannya kepada ESPN, erik ten hag menegaskan bahwa potensi terdegradasinya Manchester United adalah ancaman yang sangat nyata. Ia menyadari betul bahwa keluar dari periode negatif di tengah kompetisi yang begitu ketat bukanlah perkara mudah bagi tim sebesar MU.
“Di Premier League hal itu tentu saja mungkin terjadi, karena semua tim memang kuat,” ujar erik ten hag. “Mereka semua punya skuad yang kuat, semua manajernya bagus. Dan jika Anda sekali saja masuk ke sisi yang salah dan terjebak di lingkaran setan itu, ya, maka itu bisa jadi akan sangat, sangat sulit,” katanya menambahkan.
Krisis di Old Trafford
Catatan statistik MU musim ini memang memprihatinkan. Tim besutan erik ten hag sudah puasa kemenangan dalam tujuh pertandingan terakhir di Premier League. Akibatnya, mereka kini tertahan di peringkat ke-17 klasemen sementara dengan koleksi tujuh poin, hasil dari satu kemenangan dan empat kali imbang dalam sembilan laga.
Perolehan poin MU saat ini setara dengan Crystal Palace yang menghuni posisi ke-18 atau zona merah degradasi. Sebagai catatan sejarah, terakhir kali Manchester United terdegradasi dari divisi teratas Liga Inggris terjadi pada 1974 silam, sebuah fakta yang tentu menjadi momok tersendiri bagi para penggemar Setan Merah.
Melihat sengitnya persaingan di Premier League musim ini, penilaian erik ten hag bahwa MU berpotensi terdegradasi menjadi sinyal serius bagi manajemen klub. Tekanan pun kian besar mengingat ekspektasi tinggi yang selalu disematkan kepada klub sebesar Manchester United.
Blunder Besar Memulangkan Ronaldo
Di tengah krisis yang melanda, erik ten hag kembali membuka lembaran lama tentang hubungannya dengan Cristiano Ronaldo. Pelatih asal Belanda itu menilai Manchester United membuat kesalahan besar dengan memulangkan sang megabintang ke Old Trafford pada 2021 silam.
Menurut erik ten hag, ketika bergabung kembali ke MU, performa Ronaldo sudah jauh menurun. Ia menilai Real Madrid memiliki kemampuan luar biasa untuk menemukan waktu yang tepat untuk berpisah dengan pemain sebelum penurunan performa terlihat secara luas.
“Menurut saya, Cristiano Ronaldo tidak diragukan lagi merupakan pemain yang luar biasa dan salah satu pemain terbaik sepanjang masa,” buka erik ten hag. “Namun, kenyataannya, dalam tujuh atau delapan tahun terakhir, dia sudah tidak mampu lagi tampil di level tersebut. Ketika Real Madrid menjual Cristiano Ronaldo ke Juventus, semuanya sebenarnya sudah berakhir.”
Lebih lanjut, erik ten hag mengungkapkan bahwa sejak awal dirinya sudah menjelaskan kepada Ronaldo mengenai gaya bermain yang ingin diterapkan di Manchester United. Namun pada akhirnya, seorang pemain juga harus bisa memberikan kontribusi sesuai tuntutan tersebut. Ia menyebut sang penyerang Portugal itu sudah tidak memiliki kemampuan untuk menjalani kerja keras yang dibutuhkan.
Hubungan keduanya sendiri sempat memanas pada 2022 setelah Ronaldo mengkritik klub dan pelatihnya dalam sebuah wawancara bersama Piers Morgan. Dalam periode keduanya bersama Setan Merah, Ronaldo mencatatkan 27 gol dari 54 penampilan.
Tekanan Menuju Laga Berikutnya
Kombinasi antara krisis performa di lapangan dan pernyataan kontroversial erik ten hag soal Ronaldo tentu menambah beban bagi Manchester United. Manajemen klub dituntut segera mengambil langkah konkret untuk membangkitkan mental para pemain sebelum situasi semakin memburuk.
Laga-laga berikutnya akan menjadi ujian sesungguhnya bagi erik ten hag dan skuadnya. Kemenangan menjadi harga mati untuk menjauhkan MU dari zona merah degradasi yang kini kian dekat menghantui Old Trafford.
Bagi para penggemar, situasi ini tentu menjadi pukulan berat. Klub yang selama ini identik dengan kejayaan kini harus berjuang keras sekadar untuk bertahan di kasta tertinggi sepak bola Inggris. Semua mata kini tertuju pada erik ten hag untuk membuktikan bahwa ia mampu membawa Manchester United keluar dari keterpurukan sebelum terlambat.
Dengan sengitnya persaingan Premier League musim ini, setiap poin menjadi sangat berharga. Manchester United tidak punya banyak waktu untuk terus meratapi nasib, dan erik ten hag dituntut segera menemukan formula terbaik untuk membangkitkan kembali kejayaan Setan Merah.
