Mesir vs Afrika Selatan: Krisis Timnas Mesir Jelang Uji Coba, Salah dan Abdelmonem Tinggalkan Pemusatan Latihan
Kalimantan Update – 05 Oktober 2026 | Duel Mesir vs Afrika Selatan diprediksi menjadi laga persahabatan internasional yang menyita perhatian, tetapi persiapan Timnas Mesir justru diwarnai krisis menjelang pertandingan tersebut. Dua pemain kunci, Mohamed Salah dan Mohamed Abdelmonem, dikabarkan meninggalkan pemusatan latihan timnas, menciptakan ketidakpastian besar bagi skuad asuhan pelatih The Pharaohs. Laga Mesir vs Afrika Selatan yang dijadwalkan berlangsung pada Senin, 5 Oktober 2026 dini hari WIB ini menjadi sorotan karena kedua tim sama-sama berusaha bangkit dari hasil buruk pada pertandingan terakhir mereka.
Kepergian Mohamed Salah terjadi setelah ia ditarik keluar pada babak kedua laga imbang melawan Angola. Federasi Sepak Bola Mesir mengonfirmasi bahwa Salah tidak akan bergabung dalam pertandingan melawan Sudan Selatan karena kondisi lapangan yang dinilai tidak sesuai. Pada hari yang sama, klub Prancis Nice mengumumkan bahwa Mohamed Abdelmonem juga meninggalkan pemusatan latihan. Keputusan itu diambil demi menjaga kebugaran dan keselamatan fisik pemain menjelang pertandingan uji coba melawan Afrika Selatan.
Abdelmonem, yang baru bergabung dalam pemusatan latihan, tidak tampil melawan Angola dan tidak akan melakukan perjalanan ke Sudan Selatan. Kekhawatiran terhadap risiko cedera di lapangan sintetis menjadi alasan utama. Nice merilis pernyataan resmi yang menegaskan komitmen mereka untuk memastikan semua pemain internasionalnya dapat bermain dalam kondisi terbaik, sekaligus menyampaikan terima kasih kepada staf timnas Mesir atas kerja sama yang baik. Abdelmonem kini kembali fokus berlatih bersama Nice untuk menghadapi tantangan mendatang.
Kepergian dua pemain ini memunculkan pertanyaan serius terkait komunikasi dan kebijakan Federasi Sepak Bola Mesir. Sejumlah pihak menilai federasi cenderung bungkam dalam menangani situasi ini. Ketidakpastian pun menyelimuti tim, terutama menjelang kompetisi penting seperti Piala Afrika. Timnas Mesir dituntut segera menemukan solusi untuk menutupi kekurangan pemain kunci sekaligus menjaga morale skuad. Keputusan Salah dan Abdelmonem menunjukkan tantangan besar yang dihadapi Mesir saat ini, bukan hanya soal kesehatan fisik, tetapi juga dampak mental bagi pemain lainnya.
Meski demikian, modal Mesir menuju laga Mesir vs Afrika Selatan tidak sepenuhnya buruk. The Pharaohs baru saja mencatat kemenangan telak 5-0 atas Sudan Selatan pada Kualifikasi Piala Afrika 2027 di Stadion Nasional, Juba. Pesta gol itu lahir dari aksi Mustafa Zico, Omar Marmoush yang mencetak dua gol, Ibrahim Adel, dan Hamza Abdelkarim. Kemenangan tersebut membuat Mesir naik ke peringkat pertama klasemen sementara Grup B dengan empat poin dari dua laga, sementara Sudan Selatan tertahan di posisi juru kunci.
Di sisi lain, Afrika Selatan datang dengan catatan yang kurang menggembirakan. Bafana Bafana disebut kesulitan mencetak gol dan perlu segera menemukan kembali ketajaman di depan gawang. Mesir memiliki lini depan yang lebih menjanjikan, sedangkan Afrika Selatan masih mencari formula serangan yang efektif. Perbedaan karakter permainan kedua tim diprediksi membuat pertandingan berlangsung menarik.
Mesir sebelumnya menelan kekalahan 2-3 dari Argentina pada laga terakhir. Hasil itu mengecewakan, tetapi performa lini depan tetap menjadi hal positif. Dalam pertandingan melawan Argentina, Mesir sempat memberikan perlawanan melalui gol Yasser Ibrahim dan Ziko, sebelum Argentina membalikkan keadaan. Pekerjaan rumah di sektor pertahanan masih menjadi catatan penting bagi The Pharaohs.
Dalam konteks Kualifikasi Piala Afrika 2027, kontinental Afrika juga mencatat sejumlah hasil menarik. Maroko mengalahkan Lesotho 2-0 lewat gol Brahim Diaz dan Azzedine Ounahi di Stadion Free State, Bloemfontein. Maroko kokoh di puncak Grup A dengan enam poin dari dua laga, sedangkan Lesotho menjadi juru kunci tanpa poin. Senegal menang tipis 1-0 atas Ethiopia, sementara Nigeria menelan kekalahan 0-2 dari Guinea Bissau, Aljazair ditahan imbang Burundi, dan Ghana takluk dari Gambia.
Bagi Mesir, laga Mesir vs Afrika Selatan menjadi ujian sekaligus peluang untuk mengukur kedalaman skuad tanpa kehadiran pemain-pemain kunci. Pelatih dan staf harus merancang strategi baru untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan Salah dan Abdelmonem. Komunikasi antara federasi, klub, dan pemain juga menjadi sorotan agar insiden serupa tidak terulang di masa depan.
Secara keseluruhan, Mesir vs Afrika Selatan bukan sekadar pertandingan persahabatan biasa. Laga ini menjadi cerminan bagaimana sebuah tim besar harus menghadapi krisis internal di tengah tekanan kompetisi. Mesir diunggulkan karena kualitas lini depan, tetapi Afrika Selatan berpotensi memberikan kejutan jika mampu memanfaatkan celah di pertahanan dan kekosongan pemain kunci The Pharaohs. Pertandingan ini akan menjadi tolok ukur kesiapan kedua tim menuju agenda besar sepak bola Afrika berikutnya.
Penulis: Syaifullah
Editor: Oktavianus A, Rudi Hamdani, Sukardi, Tri Widodo
Sumber Berita: BISNISIA.ID, JawaPos.com, ANTARA, BALIPOST.com
