Bupati HSU Ajak Alim Ulama Bersinergi Menekan Stunting demi Generasi Sehat dan Berdaya Saing

Foto: Istimewa

Bupati HSU Ajak Alim Ulama Bersinergi Menekan Stunting demi Generasi Sehat dan Berdaya Saing

Kalimantan Update – 05 Oktober 2026 | Kabar gembira datang dari Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU). Dalam sebuah acara silaturahmi bersama para pemuka agama dan tokoh masyarakat se-Kabupaten HSU, Bupati HSU Mengajak Alim Ulama Bersinergi Menekan Stunting. Ajakan ini disampaikan langsung oleh Bupati HSU, H Sahrujani, dalam pertemuan yang berlangsung di aula Karya Sadaya BPKAD HSU, Senin (5/10/2026) siang.

Acara tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati HSU Hero Setiawan, jajaran Forkopimda, Ketua DPRD HSU H Fadillah, Sekretaris Daerah HSU Adi Lesmana, para camat, serta sejumlah alim ulama dan tokoh masyarakat. Suasana keakraban tampak menyelimuti pertemuan yang bertujuan memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah dan tokoh agama dalam pembangunan sumber daya manusia.

Dalam sambutannya, Bupati Sahrujani menegaskan bahwa penanganan stunting tidak bisa dilakukan sendirian oleh pemerintah. Menurutnya, dibutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, terutama para alim ulama yang memiliki peran strategis dalam menyampaikan pemahaman kepada warga. “Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Dukungan dan peran para alim ulama sangat penting dalam menyampaikan pesan-pesan kebaikan kepada masyarakat, termasuk terkait pola asuh anak, kesehatan keluarga, dan pencegahan stunting,” ujar Haji Jani, sapaan akrabnya.

Lebih lanjut, Bupati HSU Mengajak Alim Ulama Bersinergi Menekan Stunting sebagai bagian dari upaya membangun sumber daya manusia yang unggul sejak dini. Penurunan angka stunting menjadi salah satu prioritas utama pemerintah daerah guna melahirkan generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing. Hal ini sejalan dengan visi HSU Bangkit yang diusung oleh pemerintah daerah.

Selain masalah stunting, Bupati juga menyoroti tantangan sosial lainnya, seperti ketahanan keluarga, pendidikan anak, hingga dampak perkembangan teknologi dan media sosial. Menurutnya, para ulama memegang peran sentral dalam membimbing masyarakat agar tetap berpegang teguh pada nilai agama dan moral di tengah perubahan zaman yang begitu cepat.

Bupati Sahrujani mengharapkan nasihat, masukan, serta doa dari para alim ulama dan tokoh masyarakat dalam setiap langkah pembangunan. Pemkab HSU tetap terbuka terhadap segala saran demi perbaikan pelayanan dan kemajuan daerah. “Visi HSU Bangkit bukan milik pemerintah saja, melainkan harus menjadi gerakan bersama. Pemerintah bergerak, ulama membimbing, masyarakat mendukung, sehingga seluruh ikhtiar yang dilakukan dapat memberi manfaat bagi kemajuan dan kesejahteraan Banua,” tegasnya.

Melalui silaturahmi ini, diharapkan sinergi antara pemerintah, ulama, dan masyarakat semakin kokoh, tidak hanya dalam penurunan stunting, tetapi juga dalam mewujudkan Kabupaten HSU yang maju, sejahtera, religius, dan penuh keberkahan. Ajakan Bupati HSU Mengajak Alim Ulama Bersinergi Menekan Stunting menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mengatasi masalah gizi buruk dan kesehatan anak.

Stunting sendiri merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan. Dampaknya tidak hanya pada pertumbuhan fisik, tetapi juga pada perkembangan kognitif dan produktivitas di masa depan. Oleh karena itu, peran serta semua pihak, termasuk alim ulama, sangat diperlukan untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya gizi seimbang, pola asuh yang baik, dan sanitasi yang bersih.

Dalam konteks ini, alim ulama dapat memanfaatkan mimbar khutbah, pengajian, dan kegiatan keagamaan lainnya untuk menyampaikan pesan-pesan kesehatan. Mereka juga bisa menjadi teladan dalam menerapkan pola hidup sehat di lingkungan masing-masing. Dengan begitu, pesan pencegahan stunting dapat tersampaikan secara lebih efektif dan menyentuh hati masyarakat.

Pemkab HSU sendiri telah melakukan berbagai upaya untuk menurunkan angka stunting, mulai dari pemberian makanan tambahan, penyuluhan gizi, hingga perbaikan sanitasi. Namun, tanpa dukungan dari tokoh agama dan masyarakat, upaya tersebut tidak akan optimal. Karena itu, sinergi yang terus dibangun menjadi kunci keberhasilan.

Ke depan, diharapkan semakin banyak pihak yang terlibat dalam gerakan penurunan stunting. Tidak hanya pemerintah dan ulama, tetapi juga dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, dan seluruh lapisan masyarakat. Dengan kerja sama yang solid, target penurunan angka stunting dapat tercapai, dan generasi HSU yang sehat, cerdas, serta berdaya saing dapat terwujud.

Sebagai penutup, ajakan Bupati HSU Mengajak Alim Ulama Bersinergi Menekan Stunting patut diapresiasi. Langkah ini menunjukkan bahwa pembangunan kesehatan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama. Mari kita dukung upaya mulia ini demi masa depan anak-anak HSU yang lebih cerah.

Penulis: Syaifullah
Editor: Oktavianus A, Rudi Hamdani, Sukardi, Tri Widodo
Sumber Berita: Kanal Kalimantan