Greece vs Netherlands 2-2: Reijnders Selamatkan Belanda dari Kekalahan di Menit 89

Foto: Istimewa

Greece vs Netherlands 2-2: Reijnders Selamatkan Belanda dari Kekalahan di Menit 89

Kalimantan Update – 02 Oktober 2026 | Pertandingan Greece vs Netherlands di Stadion Toumba, Thessaloniki, berakhir dengan skor 2-2 pada matchday ketiga UEFA Nations League Grup A2. Belanda tertinggal dua gol hingga babak pertama usai, lalu bangkit lewat sundulan Virgil van Dijk dan gol penyama kedudukan Tijjani Reijnders di menit ke-89. Hasil ini membuat kedua tim tetap belum terkalahkan di grup tersebut, dengan Yunani masih memuncaki klasemen berkat tujuh poin, sementara Belanda mengoleksi lima poin di posisi kedua.

Yunani datang sebagai pemuncak grup setelah mengalahkan Jerman pada matchday sebelumnya, salah satu kejutan terbesar di putaran tersebut. Belanda sendiri membawa catatan satu kemenangan dan satu hasil imbang dari dua laga awal. Skuad Oranje menjalani laga ini di bawah arahan Xavi Hernandez, yang menjalani musim perdananya sebagai pelatih tim nasional. Dalam 14 laga terakhir, Yunani rata-rata mencetak 1,71 gol dan kebobolan 1,21 gol per pertandingan. Mereka memenangi sembilan di antaranya dan mencatat enam clean sheet. Belanda punya rekam jejak lebih panjang yang tak kalah mengesankan. Dalam 36 laga terakhir, rata-rata gol mereka mencapai 2,36 per pertandingan dengan kebobolan sekitar satu gol per laga.

Meski menguasai 71 persen penguasaan bola, Belanda kesulitan menembus blok pertahanan rendah Yunani. Umpan-umpan mereka minim penetrasi, sementara lini tengah mudah dilewati saat Yunani beralih menyerang. Ioannidis membuka skor di menit ke-23 setelah memanfaatkan serangan balik cepat. Tepat sebelum jeda, Masouras menggandakan keunggulan setelah umpan ke belakang Ruben van Bommel dipotong Ioannidis, sebuah kesalahan yang langsung berbuah gol. Quinten Timber dan Guus Til sama-sama dinilai kesulitan mengatur tempo dan mencari celah di antara lini lawan. Van Bommel mendapat nilai terendah, 3 dari 10, sementara Mexx Meerdink terisolasi tanpa suplai bola yang memadai.

Belanda memperkecil ketertinggalan pada menit ke-59. Joey Veerman mengirim umpan silang dan Virgil van Dijk menyambutnya dengan sundulan terarah untuk memberi harapan baru bagi timnya. Reijnders menyelesaikan comeback di menit-menit akhir, mengalahkan kiper Yunani dengan tembakan keras untuk membuat skor menjadi 2-2. Gol Denzel Dumfries juga dianulir karena offside saat Belanda tampak akan menyamakan kedudukan. Van Dijk, yang mencatat penampilan ke-99 untuk Belanda, menggambarkan performa babak pertama timnya sebagai mengecewakan. “Saya berharap punya jawaban untuk itu sekarang, tetapi memang, itu tidak dapat diterima. Ketika kami mencoba bermain melalui tengah, kami kehilangan penguasaan bola terlalu cepat. Itu tidak cukup baik di babak pertama,” ujarnya.

Di sisi lain, Yunani harus kehilangan Christos Tzolis yang mengalami cedera hamstring pada menit ke-18. Pemain sayap Arsenal itu awalnya menolak keluar, tetapi pelatih Ivan Jovanovic bersikeras menggantinya karena masalah otot. Tzolis dipastikan absen pada laga melawan Jerman. Sebelum cedera, Yunani sempat unggul 2-0. Ioannidis mencetak gol dengan penyelesaian rapi, lalu memberi assist untuk gol kedua Masouras. Tzolis juga sempat mencetak gol yang dianulir karena offside. Jovanovic menyatakan, “Saya memberitahunya untuk keluar dan dia bilang tidak mau keluar.”

Pelatih Belanda, Xavi Hernandez, melakukan tiga pergantian pemain pada babak pertama yang menginspirasi comeback di Thessaloniki. Ioannidis setelah pertandingan mengatakan, “Belanda mengubah taktik untuk babak kedua dan kami tidak merespons dengan baik. Tapi saya percaya kami telah naik satu level dan kami berkembang setiap hari.” Bek Yunani Kostas Tsimikas menambahkan, “Kami tidak terkalahkan dan memuncaki grup, jadi kami harus membangun dari itu. Kekecewaan ada, tapi kami harus rendah hati dan mengakui bahwa kami bermain melawan negara adidaya. Poin ini bisa sangat berharga.”

Hasil imbang ini memperkuat posisi Yunani di puncak klasemen Grup A2. Mereka telah mengalahkan Serbia dan Jerman, serta menahan imbang Belanda. Pelatih Jerman Jurgen Klopp sebelumnya memuji kedalaman dan kualitas skuad Yunani, bahkan menyebut mereka bisa menjadi “generasi emas”. Sementara itu, Belanda harus puas dengan satu poin dan masih belum terkalahkan, tetapi kehilangan kesempatan untuk mendekati puncak klasemen. Dalam laga lain di Grup B, Jerman meraih kemenangan pertama di bawah Klopp dengan mengalahkan Serbia 2-0 melalui gol Tom Bischof dan Florian Wirtz.

Secara keseluruhan, Greece vs Netherlands menyajikan pertarungan sengit yang menunjukkan kualitas kedua tim. Yunani membuktikan bahwa mereka mampu bersaing dengan tim-tim besar Eropa, sementara Belanda menunjukkan mentalitas comeback yang kuat. Hasil ini menjadi modal berharga bagi kedua tim untuk menghadapi laga-laga selanjutnya di Nations League.