PGN Dan Mitra Mulai Bangun Pabrik Biomethane Di Sumatera Selatan, Target 150.000 MMBTU per Tahun

Foto: Istimewa

PGN Dan Mitra Mulai Bangun Pabrik Biomethane Di Sumatera Selatan, Target 150.000 MMBTU per Tahun

Kalimantan Update – 06 Oktober 2026 | Industri energi terbarukan di Indonesia kembali menorehkan tonggak penting. PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) bersama Toyota Tsusho Indonesia (TTI) dan PT KIS Biofuels Indonesia resmi memulai pembangunan pabrik biomethane di Sumatera Selatan. Langkah strategis ini menandai babak baru dalam pemanfaatan energi bersih berbasis limbah cair kelapa sawit atau Palm Oil Mill Effluent (POME). PGN Dan Mitra Mulai Bangun Pabrik Biomethane Di Sumatera Selatan menjadi inisiatif pertama di wilayah Sumatera, dengan target produksi mencapai 150.000 MMBTU per tahun. Proyek ini merupakan wujud konkret dari penandatanganan kesepakatan kerja sama pengembangan biomethane yang telah disepakati oleh PGN dan TTI sejak tahun 2022 lalu.

Pabrik biomethane ini dirancang untuk mengolah POME, yang selama ini menjadi limbah cair dari proses produksi minyak kelapa sawit. Selama ini, POME seringkali hanya ditampung di kolam terbuka dan berpotensi mencemari lingkungan. Dengan teknologi pengolahan anaerobik, POME dapat dikonversi menjadi biogas yang kemudian dimurnikan menjadi biomethane dengan kualitas setara gas alam. Kehadiran pabrik ini tidak hanya mengurangi emisi gas rumah kaca, tetapi juga memberikan nilai tambah ekonomi bagi industri kelapa sawit di Sumatera Selatan.

Dalam keterangan resmi yang diterima, manajemen PGN menyatakan bahwa proyek ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk mendukung transisi energi nasional. “Kami optimistis proyek biomethane ini akan menjadi model pengembangan energi terbarukan yang berkelanjutan, khususnya di wilayah Sumatera,” ujar perwakilan PGN. Sementara itu, Toyota Tsusho Indonesia sebagai mitra strategis menegaskan bahwa kolaborasi ini sejalan dengan visi perusahaan untuk mempercepat adopsi energi bersih di Asia Tenggara. PT KIS Biofuels Indonesia akan berperan sebagai operator teknis yang mengelola fasilitas produksi dan distribusi biomethane.

Pemilihan Sumatera Selatan sebagai lokasi pabrik bukan tanpa alasan. Provinsi ini merupakan salah satu sentra produksi kelapa sawit terbesar di Indonesia, dengan ketersediaan bahan baku POME yang melimpah. Selain itu, infrastruktur gas di wilayah tersebut dinilai cukup memadai untuk mendukung distribusi biomethane ke konsumen industri. PGN Dan Mitra Mulai Bangun Pabrik Biomethane Di Sumatera Selatan diharapkan dapat menjadi katalis bagi pengembangan proyek serupa di daerah lain, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam peta energi terbarukan global.

Produksi biomethane dari pabrik ini nantinya akan disalurkan ke berbagai sektor, termasuk industri manufaktur, transportasi, dan pembangkit listrik. Dengan kapasitas 150.000 MMBTU per tahun, biomethane dapat menggantikan penggunaan gas bumi konvensional dalam jumlah signifikan. Hal ini tentu akan membantu mengurangi ketergantungan pada energi fosil dan menurunkan intensitas karbon di sektor industri. Selain itu, pemanfaatan POME sebagai bahan baku juga mendukung konsep ekonomi sirkular, di mana limbah diubah menjadi sumber energi bernilai tinggi.

Proyek ini juga diproyeksikan menyerap tenaga kerja lokal, mulai dari tahap konstruksi hingga operasional pabrik. Masyarakat sekitar diharapkan dapat merasakan manfaat ekonomi, baik melalui lapangan kerja maupun peluang usaha pendukung. Pemerintah daerah menyambut baik investasi ini dan berkomitmen memberikan kemudahan perizinan serta dukungan infrastruktur. Kolaborasi antara PGN, TTI, dan KIS Biofuels menunjukkan sinergi antara perusahaan negara, swasta nasional, dan investor asing dalam mendorong pembangunan berkelanjutan.

Dari sisi teknologi, pabrik biomethane ini akan menggunakan proses upgrading untuk meningkatkan kandungan metana dalam biogas hingga lebih dari 95 persen. Proses ini melibatkan pemisahan karbon dioksida dan impurities lainnya, sehingga menghasilkan biomethane yang memenuhi standar gas pipa. Teknologi yang digunakan diklaim ramah lingkungan dan efisien, dengan tingkat emisi yang jauh lebih rendah dibandingkan pembakaran bahan bakar fosil. PGN Dan Mitra Mulai Bangun Pabrik Biomethane Di Sumatera Selatan juga akan dilengkapi dengan sistem monitoring real-time untuk memastikan kualitas dan keamanan produksi.

Ke depan, PGN berencana memperluas portofolio biomethane dengan menggandeng lebih banyak mitra dan mengembangkan proyek di beberapa provinsi lain. Langkah ini sejalan dengan target pemerintah untuk mencapai bauran energi terbarukan sebesar 23 persen pada tahun 2025 dan net zero emission pada tahun 2060. Dengan adanya proyek percontohan di Sumatera Selatan, diharapkan semakin banyak investor yang tertarik untuk mengembangkan energi biomethane di Indonesia.

Secara keseluruhan, pembangunan pabrik biomethane ini merupakan terobosan penting dalam upaya diversifikasi energi nasional. PGN Dan Mitra Mulai Bangun Pabrik Biomethane Di Sumatera Selatan tidak hanya menjadi proyek infrastruktur, tetapi juga simbol komitmen terhadap pembangunan rendah karbon. Keberhasilan proyek ini akan sangat bergantung pada dukungan semua pihak, termasuk pemerintah, pelaku industri, dan masyarakat. Dengan kerja sama yang solid, biomethane dapat menjadi salah satu pilar utama energi masa depan Indonesia.

Penulis: Syaifullah
Editor: Oktavianus A, Rudi Hamdani, Sukardi, Tri Widodo
Sumber Berita: Suara Landak

Tags: