Kalimantan Update – 06 Oktober 2026 | Indosat Ooredoo Hutchison resmi memperluas ekosistem kecerdasan artifisial (AI) melalui penguatan strategi AI North Star. Langkah ini menjadi penanda babak baru transformasi perusahaan telekomunikasi tersebut, terlebih setelah perpanjangan masa jabatan Vikram Sinha sebagai Presiden Direktur dan CEO pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar 29 September 2026. Keputusan itu memberi ruang bagi keberlanjutan visi jangka panjang perusahaan dalam mengintegrasikan AI ke seluruh lini bisnis. Ekspansi ini tidak sekadar wacana, melainkan diwujudkan melalui pembangunan infrastruktur komputasi berskala besar dan pengembangan sumber daya manusia yang menyeluruh.
Perluasan strategi AI North Star ini bertumpu pada tiga pilar utama, yakni infrastruktur komputasi, konektivitas, dan pengembangan talenta digital. Melalui fondasi tersebut, Indosat Perluas Ekosistem AI Strategi AI North Star diarahkan untuk menjembatani kebutuhan komputasi canggih dengan dunia usaha serta masyarakat luas. Perusahaan menegaskan bahwa AI bukan lagi teknologi pelengkap, melainkan tulang punggung dalam mempercepat inovasi dan pertumbuhan ekonomi digital nasional.
Infrastruktur Komputasi Zankore dan Jaringan Fiber RAIA Grid
Salah satu fondasi terpenting dalam ekspansi ini adalah pembangunan infrastruktur komputasi bernama Zankore dengan kapasitas mencapai 200 MW. Infrastruktur ini dirancang sebagai AI Factory yang mampu memproses beban kerja kecerdasan artifisial dalam skala besar, mulai dari pelatihan model hingga inferensi data. Kehadiran Zankore diharapkan menjadi pusat komputasi yang menopang kebutuhan korporasi, pelaku usaha rintisan, hingga institusi pemerintah.
Selain itu, Indosat mengoperasikan jaringan fiber optik RAIA Grid yang membentang sepanjang 86.000 kilometer. Jaringan ini berfungsi sebagai tulang belakang konektivitas berkecepatan tinggi yang menghubungkan berbagai wilayah di Indonesia. Kombinasi antara kapasitas komputasi Zankore dan jangkauan RAIA Grid menciptakan ekosistem yang saling melengkapi, sehingga layanan berbasis AI dapat diakses secara lebih merata.
Berikut ringkasan pilar ekspansi ekosistem AI Indosat:
- Infrastruktur Komputasi: Zankore berkapasitas 200 MW sebagai fondasi AI Factory.
- Konektivitas: Jaringan fiber RAIA Grid sepanjang 86.000 kilometer.
- Talenta Digital: Target pemberdayaan dua juta talenta pada 2030.
- Riset dan Inovasi: Kolaborasi dengan perguruan tinggi dan pemerintah.
- Efisiensi Energi: Pengujian teknologi AI-RAN yang diklaim memangkas konsumsi energi hingga 20 persen.
Membidik Dua Juta Talenta Digital pada 2030
Di sisi sumber daya manusia, Indosat Perluas Ekosistem AI Strategi AI North Star dengan menargetkan pemberdayaan dua juta talenta digital pada 2030. Target ambisius ini ditempuh melalui kolaborasi riset bersama perguruan tinggi dan pemerintah. Program tersebut mencakup pelatihan keterampilan AI, literasi digital, hingga pengembangan kurikulum yang selaras dengan kebutuhan industri.
Langkah ini dinilai strategis mengingat kebutuhan tenaga kerja terampil di bidang kecerdasan artifisial terus meningkat. Tanpa penyiapan talenta yang memadai, adopsi AI berisiko berjalan tanpa dukungan sumber daya manusia yang mumpuni. Karena itu, Indosat menempatkan pengembangan kapasitas manusia sebagai bagian tak terpisahkan dari strategi AI North Star.
Uji Teknologi AI-RAN, Efisiensi Energi Hingga 20 Persen
Inovasi lain yang tengah diuji adalah teknologi AI-RAN, yakni penggabungan kecerdasan artifisial dengan jaringan akses radio. Teknologi ini diklaim mampu memangkas konsumsi energi jaringan hingga 20 persen. Efisiensi energi menjadi isu krusial seiring meningkatnya kebutuhan daya pada infrastruktur telekomunikasi dan komputasi modern.
Jika berhasil diimplementasikan secara luas, AI-RAN dapat menekan biaya operasional sekaligus mendukung agenda keberlanjutan perusahaan. Pendekatan ini menunjukkan bahwa pengembangan AI tidak hanya berorientasi pada kinerja, tetapi juga pada tanggung jawab lingkungan. Dengan demikian, Indosat Perluas Ekosistem AI Strategi AI North Star mencakup dimensi ekonomi, sosial, dan ekologis sekaligus.
Dampak bagi Industri dan Masyarakat
Ekspansi ekosistem AI ini diproyeksikan berdampak luas bagi berbagai sektor, mulai dari manufaktur, keuangan, kesehatan, hingga layanan publik. Infrastruktur komputasi yang kuat memungkinkan pelaku usaha mengembangkan layanan berbasis AI tanpa harus berinvestasi besar pada perangkat keras. Sementara itu, konektivitas fiber yang luas membuka peluang pemerataan akses digital hingga daerah terpencil.
Bagi masyarakat, kehadiran ekosistem ini berpotensi menghadirkan layanan yang lebih personal, efisien, dan terjangkau. Misalnya, layanan pelanggan berbasis AI, analisis data kesehatan, hingga sistem transportasi cerdas. Namun, tantangan tetap ada, terutama terkait keamanan data, etika AI, dan kesenjangan literasi digital yang perlu diatasi secara bersama-sama.
Kesimpulan
Langkah Indosat Perluas Ekosistem AI Strategi AI North Star mencerminkan komitmen jangka panjang perusahaan dalam membangun fondasi kecerdasan artifisial yang kokoh di Indonesia. Melalui infrastruktur komputasi Zankore berkapasitas 200 MW, jaringan fiber RAIA Grid sepanjang 86.000 kilometer, serta target pemberdayaan dua juta talenta digital pada 2030, perusahaan memposisikan diri sebagai penggerak utama transformasi AI nasional. Pengujian teknologi AI-RAN yang mampu menghemat energi hingga 20 persen menegaskan bahwa inovasi ini dirancang berkelanjutan. Keberhasilan strategi ini akan sangat bergantung pada kolaborasi lintas sektor, termasuk pemerintah, perguruan tinggi, dan pelaku industri. Jika dijalankan konsisten, ekosistem AI ini berpotensi mempercepat daya saing digital Indonesia di kancah global sekaligus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat luas.
Penulis: Syaifullah
Editor: Oktavianus A, Rudi Hamdani, Sukardi, Tri Widodo
Sumber Berita: Suara Landak

