Kalimantan Update – 07 Oktober 2026 | BATULICIN — Kabar positif datang dari proyek infrastruktur strategis Kalimantan Selatan. Konstruksi Jembatan Pulau Laut Sisi Batulicin Sudah Capai 1.000 Meter, sebuah capaian signifikan yang menandai semakin dekatnya konektivitas antara Kabupaten Tanah Bumbu dan Kabupaten Kotabaru. Capaian ini terungkap saat Gubernur Kalimantan Selatan H Muhidin melakukan peninjauan lapangan langsung ke lokasi proyek pada Selasa siang, didampingi sejumlah pejabat teknis dan pelaksana konstruksi.
Peninjauan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan proyek strategis nasional ini terus berjalan sesuai tahapan pembangunan yang telah ditetapkan. Gubernur H Muhidin tidak datang sendiri. Ia didampingi Kepala Dinas PUPR Kalsel M Yasin Toyib, Kepala Bidang Bina Marga Robby Cahyadi, pihak kontraktor, pengawas lapangan, serta tim laboratorium. Rombongan meninjau pekerjaan di sisi Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu, untuk melihat kondisi faktual di lapangan sekaligus menerima laporan langsung dari para pelaksana mengenai perkembangan konstruksi jembatan.
“Hari ini kami berada di Batulicin dan akan menuju Kotabaru. Saat ini kami melihat pekerjaan yang berada di sisi Batulicin menuju arah tengah,” ujar H Muhidin seusai peninjauan, dikutip dari Media Center Kalsel. Menurut keterangan para pengawas, Konstruksi Jembatan Pulau Laut Sisi Batulicin Sudah Capai 1.000 Meter. Jarak antartiang pada struktur yang tengah dikerjakan itu disebut mencapai sekitar 50 meter per bentang.
“Menurut keterangan dari pengawas, pekerjaan di lokasi ini sudah mencapai sekitar 1.000 meter. Untuk jarak antartiang, masing-masing berjarak sekitar 50 meter,” jelas Gubernur. Ia juga berdialog langsung dengan pengawas dan kontraktor untuk mengetahui perkembangan pekerjaan sejumlah badan usaha yang terlibat dalam pembangunan Jembatan Pulau Laut.
“Hari ini kami melihat pekerjaan yang dilaksanakan oleh BIPI, BasKita, dan BBA. Kami akan melihat secara langsung bagaimana perkembangan pekerjaan BIP di lokasi ini,” katanya menambahkan.
Pembangunan Jembatan Pulau Laut terbagi dalam sejumlah paket pekerjaan yang melibatkan berbagai perusahaan konstruksi besar nasional dan daerah. Pada sisi Batulicin, pekerjaan sepanjang sekitar satu kilometer dilaksanakan oleh konsorsium PT Pembangunan Perumahan (PT PP), PT Waskita Karya, dan PT Borneo Berkah Abadi (BBA). Sementara pada sisi Kotabaru, pekerjaan sepanjang sekitar 1,5 kilometer dikerjakan oleh PT Nindya Karya bersama PT Brantas Abipraya.
Secara keseluruhan, jembatan ini dirancang memiliki panjang sekitar 3,75 kilometer dengan lebar 24 meter. Pembangunan ditargetkan rampung pada 2028 sehingga dapat difungsikan pada 2029. Nilai proyek mencapai sekitar Rp7,95 triliun dengan pembiayaan melalui sinergi pemerintah pusat dan daerah, termasuk dukungan APBD Pemprov Kalsel, Pemkab Tanah Bumbu, Pemkab Kotabaru, serta anggaran multiyears Kementerian PUPR.
Struktur Cable-Stayed dan Pekerjaan Pendukung
Dari sisi konstruksi, jembatan utama menggunakan struktur cable-stayed dengan dua pylon setinggi sekitar 100 meter dan bentang utama sekitar 505,5 meter. Proyek ini mencakup pembangunan struktur box girder, pile slab, serta jalan pendekat pada kedua sisi jembatan. Untuk mendukung konektivitas menuju jembatan, jalan pendekat dibangun sekitar 1.500 meter di sisi Batulicin dan 1.250 meter di sisi Kotabaru.
Pekerjaan jalan pendekat tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan jembatan nantinya tidak hanya berdiri sebagai konstruksi utama, tetapi terintegrasi dengan jaringan jalan di kedua wilayah. Dengan demikian, mobilitas masyarakat dan distribusi barang dapat berjalan lancar begitu jembatan dioperasikan.
Sinergi pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci dalam pelaksanaan proyek ini. Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kalimantan Selatan menangani bentang utama cable-stayed sepanjang 505,5 meter serta sebagian jembatan pendekat menuju Kotabaru sepanjang 547,25 meter. Sementara sisa pekerjaan bentang pendekat ditangani oleh Dinas PUPR Provinsi Kalimantan Selatan.
Berikut rincian pembagian paket pekerjaan Jembatan Pulau Laut:
| Sisi Pekerjaan | Pelaksana | Panjang |
|---|---|---|
| Batulicin | Konsorsium PT PP, PT Waskita Karya, PT BBA | ±1.000 meter |
| Kotabaru | PT Nindya Karya, PT Brantas Abipraya | ±1.500 meter |
| Bentang utama cable-stayed | BPJN Kalimantan Selatan | 505,5 meter |
| Jembatan pendekat menuju Kotabaru | BPJN Kalimantan Selatan | 547,25 meter |
Capaian Konstruksi Jembatan Pulau Laut Sisi Batulicin Sudah Capai 1.000 Meter ini menunjukkan bahwa pekerjaan di lapangan berjalan sesuai jadwal. Gubernur H Muhidin berharap seluruh pihak yang terlibat dapat menjaga momentum dan kualitas pekerjaan agar target penyelesaian pada 2028 dapat terpenuhi.
Dampak bagi Konektivitas dan Ekonomi Daerah
Pembangunan Jembatan Pulau Laut diarahkan untuk memperkuat konektivitas Tanah Bumbu-Kotabaru sekaligus membuka akses transportasi yang lebih terintegrasi. Ketika seluruh konstruksi tersambung dan berfungsi, infrastruktur ini diharapkan memperlancar mobilitas masyarakat, distribusi barang, serta aktivitas ekonomi antardaerah di Kalimantan Selatan.
Selama ini, perjalanan antara Tanah Bumbu dan Kotabaru masih bergantung pada moda penyeberangan laut yang memakan waktu dan bergantung pada kondisi cuaca. Kehadiran jembatan ini nantinya akan memangkas waktu tempuh secara signifikan, sekaligus mengurangi biaya logistik yang selama ini menjadi beban pelaku usaha di kawasan tersebut.
Selain itu, proyek ini diproyeksikan mendorong pertumbuhan kawasan industri, pariwisata, dan sektor perdagangan di Pulau Laut. Pemerintah daerah optimistis jembatan ini akan menjadi tulang punggung baru perekonomian regional, terutama karena Kotabaru memiliki potensi sumber daya alam dan destinasi wisata yang selama ini belum tergarap maksimal akibat keterbatasan akses.
Dengan capaian Konstruksi Jembatan Pulau Laut Sisi Batulicin Sudah Capai 1.000 Meter, publik kini memiliki gambaran nyata bahwa pembangunan mega proyek tersebut bukan sekadar wacana. Pengawasan berkala yang dilakukan kepala daerah menjadi sinyal bahwa pemerintah serius mengawal setiap tahapan proyek agar selesai tepat waktu, tepat mutu, dan tepat biaya.
Ke depan, perhatian publik akan tertuju pada penyambungan struktur tengah, penyelesaian pylon setinggi 100 meter, serta pengerjaan jalan pendekat di dua sisi. Jika seluruh tahapan berjalan mulus, Jembatan Pulau Laut berpotensi menjadi ikon infrastruktur baru Kalimantan Selatan yang mengubah wajah konektivitas kawasan secara permanen.
Penulis: Syaifullah
Editor: Oktavianus A, Rudi Hamdani, Sukardi, Tri Widodo
Sumber Berita: Kanalkalimantan.com

