Yoyok Setio Langgeng Raih Gelar Doktor dari FEB Unmul dengan Predikat Cumlaude
Kalimantan Update – 03 Oktober 2026 | Kabar membanggakan datang dari dunia akademik Kalimantan Timur. Widyaiswara Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kaltim, Yoyok Setio Langgeng Raih Gelar Doktor dari FEB Unmul setelah berhasil mempertahankan disertasinya dalam ujian terbuka promosi doktor. Pencapaian ini menambah daftar kualifikasi akademik tertinggi di lingkungan aparatur pemerintah daerah dan menjadi tonggak penting bagi pengembangan kapasitas sumber daya manusia di Provinsi Kalimantan Timur.
Ujian terbuka tersebut digelar pada Kamis (1/10/2026) di Lantai 2 Ruang 32 Program Doktor (S3) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Mulawarman, Samarinda. Sidang dipimpin langsung oleh Dr. Zainal Abidin, S.E., M.Si., selaku Dekan FEB yang bertindak sebagai Ketua Sidang, didampingi Dr. Rachmad Budi Suharto, S.E., S.H., M.Si., sebagai Ketua Program Studi Ilmu Ekonomi.
Dalam sambutannya, Ketua Prodi Ilmu Ekonomi menyampaikan bahwa promovendus merupakan mahasiswa pertama di antara teman seangkatannya yang menjalani sidang terbuka pada Program Doktor Ilmu Ekonomi. Ia pun berharap rekan-rekan seangkatan dapat segera menyusul langkah Yoyok Setio Langgeng Raih Gelar Doktor dari FEB Unmul tersebut.
Disertasi tentang Modal, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan
Penelitian yang diangkat dalam disertasi berjudul “Pengaruh pembentukan modal dan penyerapan tenaga kerja terhadap pertumbuhan ekonomi dan penyerapan terhadap pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dengan kesejahteraan sosial ekonomi sebagai outcome pembangunan di Kalimantan Timur”. Kajian ini menyoroti keterkaitan antara investasi modal, penyerapan tenaga kerja, pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, serta kesejahteraan sosial ekonomi masyarakat.
Proses bimbingan dilakukan di bawah arahan promotor Prof. Dr. Eny Rochaida, S.E., M.Si., bersama Ko-Promotor I Prof. Dr. Muhammad Saleh Mire, M.S., dan Ko-Promotor II Dr. Muliati, S.E., M.Sc. Ketiganya turut bertindak sebagai penguji dalam ujian tertutup maupun ujian terbuka.
Bertindak sebagai penguji eksternal adalah Prof. Dr. Hadi Sasana, S.E., M.Si., Guru Besar FEB Universitas Diponegoro, Semarang. Pengujian dilakukan secara daring dan berlangsung paling lama, termasuk permintaan klarifikasi mengenai novelty atau kebaruan temuan penelitian. Sejumlah anggota penguji internal juga hadir, yakni Prof. Dr. Priyagus, S.E., dan Dr. Juliansyah Roy, S.E., M.Si.
Dinamika Sidang dan Rekomendasi Kebijakan
Suasana sidang sempat menegangkan di awal. Dr. Jauhar Efendi, Widyaiswara Ahli Utama sekaligus Koordinator Widyaiswara yang dipercaya Dekan FEB Unmul sebagai Penguji Akademik bersama Dr. Sugeng Chairuddin, menggali pengalaman batin promovendus. Yoyok mengakui sempat merasa gugup sejak jadwal ujian ditetapkan hingga pelaksanaan.
Jauhar juga melontarkan pertanyaan strategis terkait rekomendasi kepada Pemerintah Provinsi Kaltim di tengah kondisi dana transfer ke kas daerah (TKD) yang terus menurun sehingga banyak program pembangunan tidak dapat dilaksanakan. Pertanyaan ini menyoroti relevansi praktis dari kajian akademik yang dilakukan Yoyok Setio Langgeng Raih Gelar Doktor dari FEB Unmul.
Sementara itu, Dr. Sugeng Chairuddin, alumnus angkatan pertama program doktor Ilmu Ekonomi Unmul yang juga bertindak sebagai penguji, menyampaikan harapan agar kelak Yoyok mendapat kepercayaan promosi sebagai Kepala Biro Ekonomi. Dengan demikian, keilmuan yang diperoleh dapat diterapkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kaltim.
Lulus dengan Predikat Cumlaude
Setelah sidang berlangsung sekitar 2,5 jam, pimpinan sidang menghentikan proses selama 15 menit untuk bermusyawarah. Sidang kemudian dibuka kembali dengan agenda pembacaan keputusan.
“Setelah memperhatikan semua nilai komponen akademik dan memperhatikan ujian terbuka, maka Saudara promovendus, Yoyok Setio Langgeng, S.A.B., M.Si., dinyatakan lulus dan mulai hari ini berhak menyandang gelar Doktor, dengan predikat cumlaude dan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 4,00,” tegas Dr. Zainal Abidin.
Ia menambahkan bahwa Dr. Yoyok merupakan Doktor ke-20 pada Program Studi Ilmu Ekonomi Unmul. Capaian ini menegaskan kualitas akademik Yoyok Setio Langgeng Raih Gelar Doktor dari FEB Unmul secara membanggakan.
Usai sidang, Dr. Yoyok menyampaikan harapan agar ilmunya bermanfaat bagi pembangunan daerah. “Doakan ilmu saya bisa bermanfaat dan saya dapat bekerja lebih baik lagi. Dapat berbagi ilmu dengan orang lain, serta bisa memberikan kontribusi nyata bagi daerah, khususnya dalam pembangunan dan kualitas sumber daya manusia di Kalimantan Timur,” ujarnya.
Ia juga berjanji terus belajar, tetap rendah hati, dan berharap apa yang dilakukannya memberi manfaat bagi banyak orang. Sidang terbuka tersebut turut dihadiri Nina Dewi, Kepala BPSDM Kaltim yang baru saja mengakhiri pengabdiannya pada 30 September 2026, Sekretaris BPSDM Kaltim Rina Kusharyanti, serta seluruh rekan widyaiswara.
Jauhar Efendi mengaku bersyukur dan bangga. Dengan usainya program doktoral ini, jumlah widyaiswara bergelar doktor di BPSDM Kaltim kembali menjadi lima orang setelah sempat berkurang satu orang karena Dr. Bere Ali memasuki purna tugas dua tahun lalu.
Kesimpulan
Pencapaian Yoyok Setio Langgeng Raih Gelar Doktor dari FEB Unmul menjadi bukti nyata komitmen pengembangan kompetensi aparatur di Kalimantan Timur. Predikat cumlaude dengan IPK 4,00 bukan sekadar prestasi pribadi, melainkan modal intelektual bagi daerah dalam menghadapi tantangan pembangunan, terutama di tengah penurunan dana transfer ke kas daerah. Diharapkan keilmuan yang dikuasai dapat diterjemahkan menjadi kebijakan yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat dan kualitas sumber daya manusia Kaltim.
Penulis: Redaksi Update Kaltim
Editor: Redaksi Update Kaltim
Sumber Berita: updatekaltim.com
