Kalimantan Update – 07 Oktober 2026 | Laga india vs uruguay di Stadion Salt Lake, Kolkata, Selasa (6/10/2026), berakhir dengan kekalahan telak 1-6 bagi tuan rumah India. Meski demikian, laga ini menjadi cermin sekaligus pelajaran berharga bagi sepak bola India dalam menghadapi tim kelas dunia. Uruguay, juara dunia dua kali, menunjukkan kelasnya dengan permainan agresif dan efisien, sementara India harus mengakui keunggulan lawan.
Pertandingan india vs uruguay dimulai dengan kejutan. Darwin Nunez membawa Uruguay unggul cepat melalui penalti pada menit ke-11 setelah Pramveer Singh dianggap melanggar Federico Vinas di kotak terlarang. Namun, India merespons dengan semangat. Anirudh Thapa menyamakan kedudukan pada menit ke-22, memanfaatkan bola rebound setelah tembakan Ryan Williams ditepis kiper Thiago Cardozo. Gol ini menjadi momen bersejarah karena Thapa menjadi pemain India kedua yang mencetak gol ke gawang Uruguay di level senior, setelah Manas Bhattacharya pada Piala Nehru 1982.
Sayangnya, momentum India buyar. Uruguay kembali unggul pada menit ke-28 melalui Maximiliano Araujo. Laga sempat terhenti selama 34 menit akibat cuaca buruk, dan setelah dilanjutkan, Uruguay justru tampil semakin ganas. Rodrigo Zalazar menambah gol pada menit ke-53, disusul Araujo pada menit ke-59, Juan Manuel Sanabria pada menit ke-71, dan Rodrigo Aguirre pada menit ke-86. Kemenangan 6-1 ini menegaskan dominasi Uruguay dalam laga india vs uruguay.
Pelatih kepala India, Khalid Jamil, mengambil tanggung jawab penuh atas kekalahan ini. “Saya sepenuhnya menyalahkan diri sendiri. Kami tidak boleh mencari alasan. Saya tidak menyalahkan siapa pun, tetapi saya membuat banyak kesalahan. Kami harus memperbaikinya,” ujarnya dalam konferensi pers. Jamil juga menyoroti masalah konsentrasi dan kebugaran pemain sebagai faktor utama. “Konsentrasi, kurangnya konsentrasi dari semua pemain – kami harus memberikan instruksi yang baik,” tambahnya. Ia menegaskan bahwa timnya perlu segera membenahi masalah ini sebelum kompetisi mendatang.
Presiden All India Football Federation (AIFF), Kalyan Chaubey, memberikan pandangan yang lebih optimistis. Ia memuji semangat juang dan kepercayaan diri para pemain, terutama di awal pertandingan. “Saya pikir tim bermain baik; awal yang luar biasa, terutama dengan gol dari penalti. Beberapa orang berpendapat itu bukan penalti, tetapi bagaimanapun, pertandingan dihentikan oleh hujan tepat setelah gol penyama kedudukan. Jika pertandingan tidak dijeda selama 20 menit saat tim nasional India sedang mendapatkan momentum, hasilnya mungkin berbeda,” kata Chaubey kepada ANI. Ia juga menekankan pentingnya pertandingan melawan tim kelas atas untuk pengembangan tim. “Semakin sering mereka bermain melawan tim-tim top, semakin mereka akan berkembang. Itulah tujuan pertandingan persahabatan internasional,” ujarnya.
Menteri Benggala Barat, Indranil Khan, menyebut laga ini sebagai momen penting bagi sepak bola India. Ia mengapresiasi kesempatan berharga bagi para pemain untuk berhadapan dengan tim seperti Brasil dan Uruguay. “Kami menyaksikan sejarah tercipta; tim nasional India kami bermain melawan negara-negara sepak bola top. Bagi kami para penonton, ini adalah pengalaman besar dan tonggak penting bagi sepak bola India,” kata Khan. Namun, ia juga menyoroti politisasi sepak bola di Benggala Barat yang menurutnya telah merusak ekosistem sepak bola di negara bagian tersebut selama dua dekade terakhir.
Kekalahan ini menutup jendela internasional India dengan hasil imbang 1-1 melawan Panama dan kekalahan 0-4 dari Brasil serta 1-6 dari Uruguay. India mencetak dua gol dan kebobolan 11 gol dalam tiga pertandingan melawan tim yang akan tampil di Piala Dunia 2026. Meski demikian, gol Anirudh Thapa akan tetap dikenang sebagai momen berharga bagi India di laga india vs uruguay.
Secara keseluruhan, laga india vs uruguay menjadi cermin realita bahwa sepak bola India masih memiliki jurang yang lebar dengan tim-tim elit dunia. Namun, pengalaman ini diharapkan menjadi pijakan untuk perbaikan di masa depan. Dengan pembenahan yang tepat, India berpotensi bersaing di level yang lebih tinggi.

