Haji Isam Ubah Perjanjian Saham BYAN, Transaksi Bengkak Jadi Rp26,4 Triliun

Foto: Istimewa

Haji Isam Ubah Perjanjian Saham BYAN, Transaksi Bengkak Jadi Rp26,4 Triliun

Kalimantan Update – 07 Oktober 2026 | Pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad atau yang dikenal sebagai Haji Isam kembali membuat gebrakan di pasar modal Indonesia. Melalui PT Jhonlin Baratama, ia mengubah Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat (CSPA) terkait akuisisi kepemilikan saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN). Aksi korporasi ini pun diiringi transaksi jumbo di pasar negosiasi dengan total nilai mencapai Rp26,43 triliun. Langkah Haji Isam Ubah Perjanjian Saham BYAN Nilai Transaksi Rp26 4 Triliun ini menjadi sorotan pelaku pasar karena skalanya yang sangat besar.

Perubahan CSPA tersebut sebelumnya telah ditandatangani oleh Low Tuck Kwong dan Elaine Low bersama PT Jhonlin Baratama pada 16 September 2026. Berdasarkan keterbukaan informasi, kesepakatan awal menetapkan pengalihan sebanyak 10.000.000.500 saham biasa BYAN kepada pembeli. Namun, setelah addendum perjanjian disetujui, volume saham yang dialihkan bertambah sebanyak 84.087.870 lembar. Dengan penambahan tersebut, total saham BYAN yang diisap PT Jhonlin Baratama membengkak menjadi 10.084.088.370 saham.

Penambahan volume saham ini secara otomatis meningkatkan nilai transaksi secara signifikan. Jika sebelumnya nilai transaksi diperkirakan sekitar Rp26,2 triliun, dengan adanya tambahan saham, nilai keseluruhan menjadi Rp26,43 triliun. Angka ini menegaskan bahwa Haji Isam Ubah Perjanjian Saham BYAN Nilai Transaksi Rp26 4 Triliun merupakan salah satu transaksi terbesar di Bursa Efek Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.

Dalam keterbukaan informasi yang dikutip dari Suara, manajemen PT Bayan Resources Tbk menyatakan bahwa perubahan perjanjian ini merupakan bagian dari komitmen para pihak untuk menyelesaikan transaksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku. “Addendum ini dilakukan untuk memastikan seluruh proses akuisisi berjalan lancar dan sesuai kesepakatan,” ujar perwakilan perseroan.

Pasar merespons positif kabar ini. Pada sesi perdagangan setelah pengumuman, harga saham BYAN tercatat mengalami kenaikan tipis. Analis pasar modal menilai bahwa aksi korporasi ini akan memperkuat struktur kepemilikan BYAN dan memberikan sentimen positif bagi investor. “Dengan masuknya Jhonlin Baratama, ada harapan sinergi di sektor energi dan logistik,” ujar seorang analis dari perusahaan sekuritas terkemuka.

Haji Isam sendiri dikenal sebagai pengusaha yang memiliki portofolio luas di bidang pertambangan, energi, dan logistik. Melalui PT Jhonlin Baratama, ia telah lama menunjukkan minat terhadap sektor batu bara. Akuisisi saham BYAN ini dipandang sebagai langkah strategis untuk memperluas pangsa pasar dan mengintegrasikan rantai pasok energi.

Berikut rincian perubahan perjanjian saham BYAN:

Keterangan Sebelum Addendum Setelah Addendum
Jumlah saham dialihkan 10.000.000.500 lembar 10.084.088.370 lembar
Penambahan saham – 84.087.870 lembar
Nilai transaksi ~Rp26,2 triliun Rp26,43 triliun
Tanggal perjanjian awal 16 September 2026 –

Perlu dicatat bahwa transaksi ini masih menunggu persetujuan dari pemegang saham independen dan otoritas terkait. Namun, dengan telah ditandatanganinya addendum, proses menuju penyelesaian transaksi semakin dekat. Haji Isam Ubah Perjanjian Saham BYAN Nilai Transaksi Rp26 4 Triliun juga menjadi bukti kepercayaan diri investor terhadap prospek jangka panjang BYAN.

Dalam beberapa tahun terakhir, BYAN sendiri mencatat kinerja keuangan yang solid. Pendapatan perusahaan terus tumbuh seiring dengan meningkatnya permintaan batu bara global. Dengan masuknya Jhonlin Baratama, diharapkan sinergi operasional dapat meningkatkan efisiensi dan profitabilitas.

Namun, ada pula yang menyoroti potensi risiko, seperti fluktuasi harga batu bara dan regulasi lingkungan yang semakin ketat. Meski demikian, mayoritas analis tetap optimistis bahwa langkah Haji Isam ini akan memberikan nilai tambah bagi seluruh pemegang saham.

Sebagai informasi, Haji Isam juga memiliki sejumlah bisnis lain, termasuk di sektor perkebunan dan properti. Keberhasilannya dalam mengakuisisi saham BYAN ini menambah panjang daftar aksi korporasi besar yang dilakukannya. Ke depan, pasar akan menantikan realisasi transaksi dan dampaknya terhadap kinerja BYAN.

Dengan nilai transaksi mencapai Rp26,43 triliun, Haji Isam Ubah Perjanjian Saham BYAN Nilai Transaksi Rp26 4 Triliun menjadi salah satu transaksi paling signifikan di pasar modal Indonesia. Langkah ini tidak hanya memperkuat posisi Jhonlin Baratama, tetapi juga memberikan sinyal positif bagi iklim investasi di Tanah Air.

Penulis: Syaifullah
Editor: Oktavianus A, Rudi Hamdani, Sukardi, Tri Widodo
Sumber Berita: Suara Landak