Kim Sang-Sik Bongkar Rahasia di Balik Kebangkitan Vietnam Usai Tertinggal dari Pakistan

Foto: Istimewa

Kim Sang-Sik Bongkar Rahasia di Balik Kebangkitan Vietnam Usai Tertinggal dari Pakistan

Kalimantan Update – 03 Oktober 2026 | Pelatih Timnas Vietnam, Kim Sang-Sik, menjadi sorotan setelah membawa The Golden Star Warriors meraih kemenangan dramatis 4-2 atas Pakistan pada laga pamungkas Grup B FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (2/10/2026). Dalam pertandingan yang berlangsung di bawah terik matahari, Vietnam sempat tertinggal lebih dulu pada menit ke-31 akibat kelengahan di lini belakang. Namun, Kim Sang-Sik mampu membalikkan keadaan dengan serangkaian keputusan taktis yang jitu di babak kedua.

Kemenangan ini membawa Vietnam melaju ke perebutan tempat ketiga dan akan menghadapi Malaysia pada Senin (5/10/2026) di stadion yang sama. Usai laga, Kim Sang-Sik mengungkapkan bahwa cuaca panas menjadi faktor utama yang mengganggu konsentrasi para pemainnya di paruh pertama. “Harus diakui, cuaca hari ini sangat panas. Konsentrasi pemain di babak pertama cukup terganggu karena kondisi tersebut, dan itulah yang membuat kami harus kebobolan,” ujar pelatih asal Korea Selatan itu dalam konferensi pers.

Meski demikian, Kim Sang-Sik tidak tinggal diam. Ia melakukan beberapa pergantian pemain kunci, termasuk memasukkan Nguyen Dinh Bac dan Phan Tuan Tai. Kedua pemain tersebut langsung memberikan dampak signifikan. Dinh Bac tidak hanya mencetak satu gol, tetapi juga menyumbang dua assist, sementara Tuan Tai mencatatkan dua assist. “Di babak kedua, kami melakukan beberapa perubahan personel. Para pemain yang masuk dari bangku cadangan tampil luar biasa dan membawa energi baru. Berkat dampak positif itu, kami berhasil membalikkan keadaan dan memenangkan pertandingan,” tambah Kim Sang-Sik.

Gelandang Hai Long, yang mencetak gol pertama Vietnam di babak kedua, juga membocorkan pesan Kim Sang-Sik di ruang ganti. “Ketika bước vào giờ nghỉ, HLV Kim Sang Sik đã nhắc nhở về chiến thuật, động viên toàn đội phải thức tỉnh để bước vào hiệp hai với một bộ mặt khác, chơi tốt hơn,” ungkap Hai Long. Pesan itu terbukti membangkitkan semangat juang para pemain. Vietnam tampil lebih agresif dan mencetak empat gol di babak kedua melalui Hai Long, Hoang Duc, Dinh Bac, dan Williams Minh Hoang.

Menatap laga perebutan tempat ketiga melawan Malaysia, Kim Sang-Sik menegaskan timnya tidak gentar dengan perubahan komposisi yang dilakukan lawan. “So với đội Malaysia mà chúng tôi từng đối đầu ở ASEAN Championship, họ đã thay đổi khá nhiều về lực lượng. Nhưng với chúng tôi, điều đó không quá quan trọng. Chúng tôi sẽ chỉ tập trung vào những gì mình cần chuẩn bị cho trận đấu sắp tới,” tegasnya. Ia juga menekankan bahwa pertandingan ini akan dimainkan dengan mentalitas final, meski hanya memperebutkan posisi ketiga.

Kemenangan atas Pakistan menjadi bukti kemampuan Kim Sang-Sik dalam merotasi pemain dan mengubah strategi di tengah pertandingan. Dengan modal ini, Vietnam optimistis dapat mengakhiri turnamen dengan hasil positif. Laga melawan Malaysia akan menjadi ujian terakhir bagi Kim Sang-Sik dan pasukannya untuk menunjukkan kualitas mereka di pentas regional.

Penulis: Bá Hổ
Editor: Redaksi Bola

Sumber Berita: Bola.com, Liputan6.com, dan media Vietnam