Pemprov Banten Siagakan Langkah Antisipasi Penundaan Musim Hujan, Gubernur Andra Soni Perkuat Sinergi dengan BMKG

Foto: Istimewa

Pemprov Banten Siagakan Langkah Antisipasi Penundaan Musim Hujan, Gubernur Andra Soni Perkuat Sinergi dengan BMKG

Kalimantan Update – 08 Oktober 2026 | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten resmi menyiagakan langkah antisipasi penundaan musim hujan sebagai respons cepat terhadap prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Langkah ini diambil menyusul potensi kemarau panjang yang dipicu fenomena El Nino, yang dikhawatirkan berdampak signifikan terhadap ketersediaan air bersih, sektor pertanian, hingga kesehatan masyarakat. Gubernur Banten, Andra Soni, menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin lengah dan telah menyiapkan serangkaian mitigasi dini bersama instansi terkait.

Dalam rapat koordinasi yang digelar Rabu (7/10/2026), Gubernur Andra Soni menyoroti pentingnya pemanfaatan data cuaca dari BMKG untuk memetakan wilayah-wilayah yang membutuhkan perhatian khusus. Menurutnya, sinergi antara pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota menjadi kunci utama dalam menghadapi ketidakpastian iklim. “Kami tidak bisa bekerja sendiri. Data BMKG harus menjadi dasar pengambilan kebijakan, terutama untuk mengidentifikasi daerah rawan kekeringan dan gangguan pertanian,” ujarnya.

Pemprov Banten Siagakan Langkah Antisipasi Penundaan Musim Hujan ini mencakup berbagai program strategis, mulai dari penyediaan air bersih darurat, penyuluhan kepada petani, hingga penguatan sistem peringatan dini bencana hidrometeorologi. Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan diminta segera menyusun pola tanam adaptif, sementara Dinas Sosial dan BPBD menyiapkan logistik untuk daerah yang berpotensi mengalami krisis air. Selain itu, Dinas Kesehatan juga diinstruksikan untuk mengantisipasi potensi penyakit yang muncul akibat cuaca ekstrem, seperti demam berdarah dan infeksi saluran pernapasan.

Kepala BMKG Wilayah Banten, dalam paparannya, menjelaskan bahwa penundaan awal musim hujan tahun ini diprediksi mundur hingga 2-4 dasarian dari biasanya. Fenomena El Nino yang masih aktif di Samudra Pasifik menjadi penyebab utama. “Kami memprediksi curah hujan akan jauh di bawah normal pada awal musim, sehingga masyarakat perlu waspada terhadap risiko kekeringan,” jelasnya. Data tersebut langsung ditindaklanjuti oleh Pemprov Banten dengan membentuk tim tugas khusus yang akan memantau perkembangan cuaca setiap pekan.

Langkah konkret lain yang diambil adalah optimalisasi embung dan waduk untuk menampung air hujan yang turun lebih singkat. Pemprov Banten juga mendorong pemerintah kabupaten dan kota untuk melakukan panen air hujan serta memperbanyak sumur resapan. Di sektor pertanian, petani diimbau beralih ke komoditas yang lebih tahan kekeringan, seperti jagung dan kedelai, guna mengurangi risiko gagal panen. Sosialisasi masif dilakukan melalui penyuluh pertanian dan kelompok tani di seluruh wilayah.

Pemprov Banten Siagakan Langkah Antisipasi Penundaan Musim Hujan tidak hanya berfokus pada aspek fisik, tetapi juga penguatan kelembagaan. Gubernur Andra Soni meminta setiap kabupaten dan kota memiliki rencana kontingensi yang terukur. “Kita harus punya skenario terburuk. Jangan sampai ada warga yang kesulitan air bersih atau petani yang merugi karena kita tidak siap,” tegasnya. Ia juga menginstruksikan agar anggaran darurat bencana disiapkan sejak dini, termasuk untuk operasi modifikasi cuaca jika diperlukan.

Ketua Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Banten menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Pemprov Banten Siagakan Langkah Antisipasi Penundaan Musim Hujan. TNI dan Polri siap membantu distribusi air bersih ke daerah terpencil serta mengawal program mitigasi di lapangan. Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan mampu menekan dampak negatif dari kemarau panjang yang diprediksi berlangsung hingga awal tahun depan.

Meski demikian, tantangan tetap ada. Beberapa daerah di Banten Selatan dan pesisir masih memiliki infrastruktur air yang terbatas. Pemprov berjanji akan mempercepat perbaikan jaringan pipa dan pembangunan instalasi pengolahan air. Masyarakat pun diimbau untuk bijak menggunakan air, tidak membuang sampah sembarangan, dan segera melapor jika melihat gejala kekeringan di lingkungannya.

Dengan langkah-langkah strategis yang telah disiapkan, Pemprov Banten optimistis dapat melewati musim kemarau panjang tanpa krisis yang berarti. Koordinasi yang solid antara pemerintah, BMKG, dan masyarakat menjadi fondasi utama. Gubernur Andra Soni menutup rapat dengan pesan tegas: “Kesiapsiagaan adalah kunci. Kita harus hadir untuk rakyat, terutama saat menghadapi tantangan alam seperti ini.”

Penulis: Syaifullah
Editor: Oktavianus A, Rudi Hamdani, Sukardi, Tri Widodo
Sumber Berita: Suara Landak