Kalimantan Update – 08 Oktober 2026 | Nama Igor Matanović semakin bersinar di pentas internasional. Penyerang Timnas Kroasia itu menjadi sorotan utama setelah pelatih Slaven Bilić menyebutnya sebagai opsi pertama di lini depan Vatreni. Dalam wawancara eksklusif dengan Dnevnik Nove TV, Bilić mengungkapkan bahwa Matanović telah melampaui ekspektasi berkat kombinasi fisik, insting, dan etos kerja yang jarang dimiliki penyerang muda.
“Matanović adalah opsi pertama, ditambah Krama,” ujar Bilić, merujuk pada Andrej Kramarić. Pernyataan ini menegaskan posisi Igor Matanović yang kini berada di urutan teratas dalam hierarki penyerang Kroasia. Meski demikian, Bilić menekankan bahwa status tersebut belum final. “Dia belum terprofil sepenuhnya, ini bukan kesimpulan akhir, tetapi untuk saat ini dia sedikit melompat,” tambahnya.
Menurut Bilić, daya tarik utama Matanović terletak pada postur tubuhnya yang menjulang 197 cm. “Dia kuat, besar, tingginya tidak bisa diabaikan. Saya dulu bermain sebagai bek tengah, jadi saya tahu betul,” jelasnya. Bukan hanya fisik, Matanović juga dipuji karena pressing tanpa henti yang memberi ritme bagi permainan Kroasia. “Dia tidak berhenti, menggigit, memberi ritme. Kami banyak membangun tekanan berkat ritmenya,” puji Bilić.
Performa impresif Igor Matanović terlihat nyata saat Kroasia menghadapi Spanyol di Liga Nations. Meski Kroasia harus takluk 1-2 di Stadion Poljud, Matanović tampil sebagai starter dan merepotkan lini belakang Spanyol. Gol Ivan Perišić sempat membawa Kroasia unggul, namun dua gol Mikel Merino membalikkan keadaan. Kekalahan itu tidak menyurutkan kepercayaan Bilić kepada Matanović.
Selain Matanović, Bilić juga menyoroti Kristijan Jakić. Gelandang yang baru bergabung dengan PAOK itu dijuluki ‘Mali Llorente’ karena gaya bermainnya yang menyerupai Marcos Llorente. “Jakić adalah pemain bagus yang selalu saya sukai. Masalahnya dia tidak bermain di Augsburg, tapi sekarang dia bisa membuktikan kualitasnya,” kata Bilić. Jakić dianggap sebagai opsi serbaguna di lini tengah, memberikan energi dan kecerdasan dalam bertahan maupun menyerang.
Prestasi Igor Matanović juga menarik perhatian klub-klub besar Eropa. Manchester United dikabarkan mendapat dorongan besar dalam upaya mendatangkan striker Freiburg tersebut. Laporan dari berbagai media Eropa menyebutkan bahwa Matanović menjadi target utama untuk memperkuat lini depan Setan Merah. Meski belum ada tawaran resmi, spekulasi transfer ini semakin menegaskan kualitas Igor Matanović sebagai salah satu penyerang muda paling menjanjikan di Bundesliga.
Bilić juga menyinggung soal regenerasi timnas. Ia mengaku terus memantau pemain muda, terutama di posisi sayap yang dianggap masih kurang. “Kami berkomunikasi dengan Ivica Olić dan tim U-21. Ada pemain-pemain berbakat di sana, dan mereka adalah masa depan Kroasia,” ujarnya. Bilić menegaskan bahwa ia tidak ragu memberi kesempatan kepada pemain muda, seperti yang ia lakukan pada 2006. “Pemain muda memberi energi, berani, dan tidak takut. Piala mereka setengah penuh, bukan setengah kosong,” tambahnya.
Dengan empat pertandingan di Liga Nations, Kroasia masih memiliki peluang untuk melaju. Meski berada di posisi ketiga dengan empat poin, Bilić optimistis timnya bisa bangkit. Ia menyebut kekalahan 0-7 dari Inggris sebagai pukulan berat, namun juga pelajaran berharga. “Itu adalah rasa malu abadi bagi saya, tetapi mungkin itu yang terbaik yang bisa terjadi pada kami,” kenangnya. Kini fokus beralih ke laga-laga berikutnya, di mana Igor Matanović diharapkan terus menjadi ujung tombak andalan.
Kesimpulannya, Igor Matanović telah menjelma menjadi penyerang utama Kroasia di bawah asuhan Slaven Bilić. Kombinasi kekuatan fisik, pressing agresif, dan penyelesaian akhir membuatnya unggul dari kompetitor. Meski belum final, performanya bersama Freiburg dan Timnas Kroasia menunjukkan potensi besar. Jika terus berkembang, bukan tidak mungkin Matanović menjadi ikon baru sepak bola Kroasia dan incaran klub-klub elite Eropa.

