El Nino Super Guncang Dunia: Peru Siaga Kuning, India Krisis Pangan, El Salvador Darurat Nasional

Foto: Istimewa

El Nino Super Guncang Dunia: Peru Siaga Kuning, India Krisis Pangan, El Salvador Darurat Nasional

Kalimantan Update – 08 Oktober 2026 | Fenomena iklim el nino edisi super kembali menghantui berbagai belahan dunia, memicu rangkaian krisis dari Amerika Latin hingga Asia Selatan. Dampaknya terasa nyata: mulai dari layanan kesehatan yang disiagakan penuh di Peru, darurat nasional akibat kekeringan di El Salvador, ancaman krisis pangan di India, hingga peringatan badai ekstrem bagi pemilik rumah di Amerika Serikat. Dunia seakan menghadapi ujian iklim berskala besar yang datang secara bersamaan.

Peru Aktifkan Alerta Amarilla dan Amankan Kunjungan Paus

Pemerintah Peru melalui Kementerian Kesehatan (Minsa) resmi menetapkan status alerta amarilla atau siaga kuning di seluruh sistem rumah sakit nasional. Kebijakan yang tertuang dalam norma ministerial 921-2026/MINSA ini merespons laporan teknis Direktorat Jenderal Pengelolaan Risiko Bencana yang menyebut negara tengah menghadapi skenario risiko ganda: curah hujan ekstrem sekaligus defisit air akibat el nino.

“Wilayah nasional menghadapi skenario risiko ganda dan luar biasa, ditandai secara bersamaan oleh intensitas hujan yang tinggi dan defisit air, yang akan memengaruhi operasional fasilitas kesehatan dan menimbulkan dampak pada kesehatan,” demikian peringatan resmi tersebut. Status siaga ini berlaku hingga 30 Juni 2027, meski layanan asistensial tetap berjalan normal sesuai amanat Undang-Undang Nomor 26842 tentang Kesehatan.

Menariknya, kebijakan ini juga bersinggungan dengan agenda besar keagamaan. Pemerintah menetapkan alerta amarilla khusus di enam wilayah — Cusco, Cajamarca, Lambayeque, Lima, Ucayali, dan Callao — pada 1 hingga 23 November, bertepatan dengan kunjungan Paus Leo XIV ke Peru. Mobilisasi massa yang masif dalam waktu singkat dinilai meningkatkan probabilitas kejadian advers, sehingga koordinasi kontingensi sanitasi diperkuat untuk mencegah kolaps layanan.

El Salvador Umumkan Darurat Nasional Enam Bulan

Di Amerika Tengah, Kongres El Salvador mendeklarasikan keadaan darurat nasional selama enam bulan yang dapat diperpanjang akibat kekeringan parah yang dipicu el nino. Otoritas Perlindungan Sipil bahkan telah mempertahankan status alerta roja atau siaga merah sejak Agustus. Dekrit tersebut menegaskan bahwa kekeringan berpotensi membahayakan masyarakat, harta benda, layanan publik, dan ekosistem.

Tujuan utama dekrit ini adalah mempercepat mobilisasi sumber daya serta koordinasi antarlembaga publik untuk menangani wilayah terdampak. Langkah perlindungan keamanan pangan dan gizi masyarakat, serta pencegahan dampak pada produksi pertanian, agroindustri, dan peternakan, turut menjadi prioritas. Kepolisian Nasional Sipil, Angkatan Bersenjata, dan tim penyelamat diwajibkan memberikan bantuan cepat dan tepat.

Namun, keputusan ini tidak lepas dari kritik. Anggota parlemen oposisi, Claudia Ortiz, satu-satunya yang menolak dekrit, menilai pemerintah lalai. “Kita sudah tahu akan menghadapi kekeringan besar di El Salvador, Kementerian Pertanian tidak mengambil langkah yang tepat pada waktu yang tepat,” ujarnya. Sementara itu, Francisco Lira dari partai Arena menyayangkan parlemen dari partai penguasa yang sebelumnya tak mendukung inisiatif rencana mitigasi kekeringan.

India di Ambang Krisis Pangan dan Guncangan Ekonomi

Ancaman el nino juga menghantam India, produsen pangan terbesar dunia yang menopang hampir 1,5 miliar jiwa dan menyerap 46,1 persen angkatan kerja. Laporan India Meteorological Department mencatat curah hujan periode Juni-September sebagai yang terendah dalam lebih dari satu dekade — terendah keempat sejak 2001 dan terkering ke-13 sejak 1901. Kondisi ini berdampak langsung pada pertanian yang sebagian besar bergantung pada hujan.

Analisis Nomura mengungkap bahwa kapasitas reservoir India kekurangan 28 persen pada akhir September, mengancam tanaman musim dingin. Sejumlah wilayah di negara bagian lumbung pangan seperti Maharashtra, Andhra Pradesh, Punjab, dan Haryana dilaporkan mengalami kondisi kekeringan ekstrem. Situasi ini memperburuk inflasi sisi penawaran dan menghadirkan guncangan ekonomi baru di tengah ketidakpastian perdagangan global.

Badai di Teluk Meksiko dan Peringatan bagi Pemilik Rumah

Di sisi lain, el nino turut mengubah pola badai tropis. Ahli hurikan dari Colorado State University, Phil Klotzbach, menyebut bahwa meski musim hurikan Atlantik 2026 nyaris sepi, pembentukan Badai Tropis Isaias di Teluk Meksiko menunjukkan anomali. Suhu permukaan air laut yang sangat panas menjadi bahan bakar roket bagi badai, sementara pelemahan wind shear di Teluk membuka peluang perkembangan sistem tropis.

Peringatan serupa datang dari Kalifornia Selatan yang bersiap menghadapi musim hujan luar biasa akibat el nino. Pakar asuransi Amy Bach mengingatkan bahwa polis asuransi rumah standar umumnya tidak menanggung kerusakan akibat banjir dan air tanah. “Kebanyakan orang tidak tahu bahwa asuransi rumah mereka tidak mencakup banjir karena mereka belum pernah mengalaminya,” tegasnya. Pemilik rumah didorong memastikan konstruksi dan atap sesuai standar, serta mempertimbangkan perlindungan tambahan.

Kesimpulan

Fenomena el nino kali ini bukan sekadar anomali cuaca lokal, melainkan pemicu krisis berlapis yang menyentuh kesehatan, pangan, ekonomi, dan keselamatan jiwa di berbagai benua. Dari ruang perawatan rumah sakit Peru, sawah kering India, hingga atap rumah di Kalifornia, pesan yang sama mengemuka: kesiapsiagaan dan adaptasi iklim bukan lagi pilihan, melainkan keharusan. Tanpa langkah mitigasi yang serius dan terkoordinasi lintas negara, dampak el nino akan terus menagih korban di tahun-tahun mendatang.

Penulis: Syaifullah
Editor: Oktavianus A, Rudi Hamdani, Sukardi, Tri Widodo

Sumber Berita: Exitosa Noticias, The Morning Call/AP, CNBC Inside India, NOAA/National Weather Service, KTLA.