Spanyol Kalahkan Kroasia, Yamal Tetap Kecewa di Split

Foto: Istimewa

Spanyol Kalahkan Kroasia, Yamal Tetap Kecewa di Split

Kalimantan Update – 08 Oktober 2026 | Spanyol kalahkan Kroasia Yamal tetap kecewa di Split menjadi sorotan utama setelah laga dramatis di Stadion Poljud, Split, Rabu 7 Oktober dini hari WIB. La Roja mengamankan kemenangan 2-1 atas Kroasia dan memastikan tiket ke perempat final UEFA Nations League 2026/2027. Hasil itu membuat Spanyol menyapu bersih empat pertandingan Grup A3 dengan koleksi 12 poin sempurna. Namun, di balik euforia kemenangan, ada nada kecewa dari bintang muda Lamine Yamal yang dinilai belum tampil maksimal.

Kroasia sebenarnya memulai pertandingan dengan tempo tinggi. Tekanan tuan rumah membuat Spanyol kesulitan mengembangkan permainan di awal laga. Pada menit ke-17, Stadion Poljud meledak setelah Ivan Perisic membuka keunggulan Kroasia. Gol tersebut menjadi pukulan telak bagi Spanyol yang datang dengan status favorit. Meski begitu, skuad asuhan Luis de la Fuente tidak panik. Mereka perlahan menemukan ritme dan mulai menguasai lini tengah.

Perubahan besar terjadi pada babak kedua. Spanyol tampil lebih agresif dan efektif dalam memanfaatkan peluang. Mikel Merino menjadi pahlawan kemenangan lewat dua golnya, masing-masing pada menit ke-61 dan menit ke-89. Gol pertama lahir dari skema serangan terukur, sementara gol kedua memastikan Spanyol kalahkan Kroasia Yamal tetap kecewa di Split dengan skor akhir 2-1. Kemenangan ini juga memperpanjang rekor tidak terkalahkan Spanyol menjadi 42 pertandingan, sebuah pencapaian luar biasa di level tim nasional.

Meski hasil akhir berpihak kepada Spanyol, performa Lamine Yamal menjadi perhatian tersendiri. Penyerang sayap Barcelona itu disebut tidak sepenuhnya puas dengan penampilannya. Penilaian tersebut disampaikan langsung oleh Pedri setelah laga. Menurut Pedri, Yamal sebenarnya mendapat sejumlah peluang emas, tetapi belum mampu memaksimalkannya menjadi gol. Kritik internal semacam ini menunjukkan standar tinggi yang diterapkan di dalam tim, bahkan ketika Spanyol kalahkan Kroasia Yamal tetap kecewa di Split.

Dari sisi statistik, Spanyol memang lebih dominan dalam penguasaan bola dan jumlah tembakan ke arah gawang. Kroasia sempat mengancam melalui serangan balik cepat, tetapi lini belakang Spanyol mampu mengantisipasi dengan baik. Kiper Spanyol juga tampil tenang dalam menghadapi tekanan di menit-menit akhir. Kemenangan ini menegaskan kualitas kedalaman skuad La Roja yang mampu bangkit meski tertinggal lebih dulu.

Bagi Kroasia, kekalahan ini menjadi pukulan berat. Mereka sebenarnya tampil disiplin dan sempat unggul, namun gagal mempertahankan keunggulan hingga peluit panjang. Pelatih Kroasia disebut akan melakukan evaluasi menyeluruh sebelum laga berikutnya. Sementara itu, Spanyol semakin percaya diri menatap babak perempat final. Rekor 42 pertandingan tanpa kalah menjadi modal berharga untuk menghadapi lawan-lawan tangguh di fase gugur.

Perhatian publik kini terbagi antara euforia kemenangan dan dinamika internal tim. Yamal, yang dikenal sebagai salah satu talenta muda terbaik dunia, diharapkan segera bangkit. Banyak pengamat menilai kecewa yang dirasakan Yamal justru menjadi tanda ambisi besar untuk terus berkembang. Dalam dunia sepak bola modern, tekanan pada pemain muda memang tidak terhindar, terlebih ketika Spanyol kalahkan Kroasia Yamal tetap kecewa di Split menjadi headline di berbagai media.

Luis de la Fuente dalam konferensi pers menyebut bahwa kemenangan ini adalah hasil kerja keras seluruh tim. Ia menegaskan tidak ada pemain yang kebal kritik, termasuk Yamal. Menurutnya, persaingan sehat di dalam skuad akan membuat setiap pemain tampil lebih baik. Pelatih berusia 64 tahun itu juga memuji mentalitas anak asuhnya yang mampu bangkit setelah tertinggal. Ia menilai laga melawan Kroasia menjadi salah satu ujian terberat di fase grup.

Dengan hasil ini, Spanyol memuncaki Grup A3 dan melaju ke perempat final dengan status yang sangat kuat. Kroasia masih memiliki peluang untuk lolos, tetapi bergantung pada hasil pertandingan lain. Sementara itu, Yamal akan berusaha membuktikan kualitasnya di laga berikutnya. Publik sepak bola Indonesia pun tampaknya menantikan aksi pemain muda tersebut di pentas internasional berikutnya.

Secara keseluruhan, laga di Split menyajikan drama lengkap: gol cepat, kebangkitan, dan kritik internal. Spanyol kalahkan Kroasia Yamal tetap kecewa di Split menjadi gambaran bahwa kemenangan tidak selalu berarti kepuasan total. Standar tinggi yang diterapkan Spanyol membuat setiap pemain, termasuk Yamal, terus dituntut tampil sempurna. Babak perempat final akan menjadi panggung pembuktian berikutnya bagi La Roja dan bintang mudanya.

Kesimpulan dari laga ini adalah Spanyol menunjukkan kualitas sebagai salah satu tim terkuat di Eropa dengan rekor 42 pertandingan tanpa kalah. Kemenangan 2-1 atas Kroasia memastikan langkah mereka ke perempat final UEFA Nations League 2026/2027. Meski demikian, kecewa yang dirasakan Lamine Yamal menjadi pengingat bahwa proses pengembangan pemain muda tetap berjalan. Kritik Pedri bukanlah bentuk ketidakpercayaan, melainkan dorongan agar Yamal tampil lebih tajam. Dengan mentalitas dan kedalaman skuad yang dimiliki, Spanyol berpeluang besar melaju jauh di turnamen ini.

Penulis: Syaifullah
Editor: Oktavianus A, Rudi Hamdani, Sukardi, Tri Widodo
Sumber Berita: Suara Landak