Enzo Fernández Pecah Tangis di Perpisahan Messi, 'El Tino' Asprilla pun Meledak!

Foto: Istimewa

Enzo Fernández Pecah Tangis di Perpisahan Messi, ‘El Tino’ Asprilla pun Meledak!

Kalimantan Update – 08 Oktober 2026 | Gelandang Manchester City, Enzo Fernández, menjadi sorotan dunia setelah ia tak mampu menahan air matanya saat menyaksikan momen perpisahan Lionel Messi dari Timnas Argentina. Momen haru itu terjadi di Stadion Monumental, Buenos Aires, setelah Argentina mengalahkan Benin dengan skor 3-0 dalam laga yang berakhir pada Selasa malam waktu setempat. Enzo Fernández terlihat menangis tersedu-sedu ketika Messi mengambil mikrofon dan menyampaikan pidato perpisahannya kepada para penggemar dan rekan setim.

Pertandingan tersebut menandai akhir dari era keemasan bagi Timnas Argentina, dengan Messi dan Nicolas Otamendi secara resmi mengumumkan pensiun dari tim nasional. Kemenangan 3-0 atas Benin menjadi panggung terakhir bagi kedua legenda tersebut. Messi sendiri menyumbang satu gol dan dua assist dalam laga emosional itu, sementara Otamendi mencetak gol perpisahan yang disambut euforia seluruh stadion.

Reaksi Enzo Fernández langsung menjadi viral di media sosial. Kamera televisi menangkap momen ketika pemain berusia 25 tahun itu menundukkan kepala, menutupi wajahnya dengan tangan, dan menangis tersedu-sedu mendengar kata-kata perpisahan Messi. Bahkan pelatih Lionel Scaloni pun terlihat menyeka air matanya di pinggir lapangan.

“Apa yang saya tangisi, sungguh mengerikan, sangat mengerikan,” ujar Enzo Fernández kepada wartawan di zona campuran setelah pertandingan, masih dengan mata yang sembab. “Ini adalah hari yang sangat emosional. Saya tidak bisa menahan diri ketika mendengar Leo berbicara.”

Messi dalam pidatonya menyebut momen tersebut sebagai “hari paling menyedihkan dalam karier saya.” Ucapan itu rupanya menjadi pemicu utama tangis Enzo Fernández dan rekan-rekan setimnya. Sebelumnya, Enzo bahkan sudah menangis sejak membaca unggahan Messi di media sosial beberapa jam sebelum pertandingan dimulai.

Valentina Cervantes, kekasih Enzo Fernández, mengungkapkan bahwa ia sudah menduga pasangannya akan menangis. “Dia sudah menangis ketika Leo membuat postingan. Saya sudah membayangkan dia akan menangis,” kata Valentina. “Saya berbicara dengannya sebelum pertandingan dan berkata bahwa ini adalah momen yang tidak akan pernah terlupakan, nikmatilah.”

Kritik Pedas ‘El Tino’ Asprilla

Namun, tangis Enzo Fernández tidak disambut simpati oleh semua pihak. Legenda sepak bola Kolombia, Faustino ‘El Tino’ Asprilla, melontarkan kritik pedas terhadap reaksi emosional pemain Manchester City tersebut. Dalam sebuah acara televisi, Asprilla mengejek tangis Enzo dengan nada sinis.

“Orang itu, Enzo, kenapa dia menangis seperti itu? Tangis itu, ya Tuhan. Ada apa dengan mereka? Messi tidak pergi ke mana-mana, dia hanya pergi ke Miami. Tapi ya, suatu hari ini pasti akan terjadi,” ujar Asprilla dengan nada mengejek. “Saya tidak menangis untuk ‘El Pibe’, saya tidak menangis ketika saya meninggalkan tim nasional. Tangis itu juga. Ketika kamera menyorot istri dan keluarga Messi, tidak ada yang menangis. Istri Messi malah tertawa dengan ‘Dibu’.”

Kritik Asprilla ini memicu perdebatan di kalangan penggemar sepak bola. Sebagian menilai bahwa emosi Enzo Fernández adalah ekspresi wajar dari seorang pemain muda yang kehilangan idolanya, sementara yang lain setuju dengan Asprilla bahwa reaksi tersebut berlebihan.

Pesan Menyentuh untuk Messi dan Otamendi

Setelah pertandingan, Enzo Fernández menuangkan perasaannya melalui unggahan di akun Instagram pribadinya. Ia membagikan serangkaian foto bersama Messi dan Otamendi, disertai pesan yang sangat emosional.

“Tidak ada banyak kata atau kata sifat untuk momen seperti ini. Mereka menemani kami sepanjang hidup, dalam suka dan duka, jadi hanya perlu berterima kasih,” tulis Enzo.

Kepada Messi, ia menulis: “Leo, saya rasa kalimat apa pun akan terasa kurang. Kamu adalah idola dalam hidup saya. Saya bisa mewujudkan mimpi untuk mengenalmu, bermain dan menjadi juara bersamamu. Saya hanya berharap kamu bisa menikmati hidupmu. Entah pada level bagaimana kamu membuat kami menikmati, karena itu mustahil, tapi saya hanya berharap kamu bahagia.”

Sementara kepada Otamendi, Enzo menyampaikan rasa terima kasihnya. “Terima kasih Jenderal, adalah suatu kehormatan berbagi begitu banyak momen di dalam dan luar lapangan. Kamu adalah bagian besar dari sejarah kami, lebih dari 10 tahun dengan jersey ini dan kamu pantas mendapatkan yang terbaik untuk apa yang akan datang.”

Enzo juga menegaskan bahwa kepergian Messi dan Otamendi akan meninggalkan lubang besar di tim. “Kami akan sangat merindukan mereka dan akan sulit tanpa kalian. Tapi kami akan mengikuti jejak yang kalian tinggalkan setelah bertahun-tahun, dalam suka dan duka. Sederhananya dan selamanya, TERIMA KASIH,” pungkasnya.

Warisan dan Masa Depan Argentina

Perpisahan Messi dan Otamendi menandai berakhirnya satu babak dalam sejarah Timnas Argentina. Messi, yang membawa Argentina meraih gelar Piala Dunia 2022 dan Copa America 2024, meninggalkan warisan yang tak ternilai bagi generasi pemain muda seperti Enzo Fernández.

Bagi Enzo, yang kini menjadi salah satu gelandang terbaik dunia, kehilangan Messi adalah pukulan emosional sekaligus tantangan baru. Ia harus membuktikan bahwa dirinya mampu menjadi pemimpin di lini tengah Argentina tanpa kehadiran sang idola.

Momen tangis Enzo Fernández di Monumental akan dikenang sebagai salah satu gambar paling ikonik dari perpisahan Messi. Terlepas dari kritik yang datang, reaksi tersebut menunjukkan betapa besar pengaruh Messi terhadap rekan-rekan setimnya, khususnya generasi muda yang tumbuh besar dengan mengidolakannya.

Sementara itu, Asprilla tetap pada pendiriannya bahwa pemain harus lebih profesional dalam menyikapi momen seperti itu. Namun bagi banyak penggemar, tangis Enzo justru mencerminkan cinta dan rasa hormat yang tulus kepada sosok yang telah mengubah sejarah sepak bola Argentina.

Ke depan, Timnas Argentina harus bersiap menghadapi era baru tanpa Messi. Enzo Fernández dan generasi muda lainnya akan menjadi tulang punggung tim dalam menghadapi berbagai turnamen internasional mendatang. Apakah mereka mampu mengisi kekosongan yang ditinggalkan sang legenda? Hanya waktu yang akan menjawab.