Iwan Setiawan, Jenderal 'Pam Pam Pam' Penakluk Everest Kini Pegang Tongkat Komando Pangkostrad

Foto: Istimewa

Iwan Setiawan, Jenderal ‘Pam Pam Pam’ Penakluk Everest Kini Pegang Tongkat Komando Pangkostrad

Kalimantan Update – 08 Oktober 2026 | JAKARTA – Kabar besar datang dari markas besar TNI Angkatan Darat. Letjen TNI Iwan Setiawan resmi ditunjuk sebagai Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad), menggantikan Letjen TNI Mohammad Fadjar. Kepastian ini disampaikan langsung oleh Kepala Staf TNI AD (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak saat ditemui awak media di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (7/10/2026). Nama Iwan Setiawan memang sudah lama dikenal di lingkungan militer, bukan hanya karena kariernya yang moncer, tetapi juga karena yel-yel khasnya yang legendaris, “Pam Pam Pam”.

“Iya, sudah. Pak Iwan,” tegas Maruli memastikan nama pimpinan baru di markas Kostrad tersebut. Menurutnya, mutasi dan promosi ini berbarengan dengan pelantikan enam pangdam baru beberapa waktu lalu. “Kemarin baru ada surat, bareng dengan Pangdam baru,” ujar Maruli.

Pergantian posisi Pangkostrad ini sempat memicu spekulasi yang mengaitkannya dengan bursa calon Panglima TNI di masa mendatang. Namun, Maruli dengan sigap menepis isu politik tersebut. Ia menegaskan bahwa rotasi ini murni bagian dari dinamika, pembinaan karier, serta penyegaran rutin di lingkungan organisasi militer. “Oh, gak ada. Biasa kan organisasi, sudah bertugas dua tahun. Kita biasa di pergantian,” ujarnya menepis segala bentuk spekulasi.

Jejak Sang Penakluk Everest

Letjen TNI Iwan Setiawan merupakan pria kelahiran Bandung, Jawa Barat, pada tahun 1968. Ia lulus dari Akademi Militer (Akmil) tahun 1992, sama seperti Maruli. Setelah lulus, Iwan memulai pengabdiannya di kecabangan infanteri dan langsung masuk ke Korps Komando Pasukan Khusus (Kopassus). Kariernya di pasukan baret merah itu terbilang cemerlang.

Lima tahun setelah lulus Akmil, tepatnya pada 1997, Iwan Setiawan terpilih menjadi salah satu perwira yang masuk dalam Tim Ekspedisi Everest. Tim ini berada di bawah pengarahan dan komando langsung Prabowo Subianto yang saat itu menjabat sebagai Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus. Saat itu Iwan masih berpangkat Letnan Satu (Lettu).

Bersama dua prajurit Kopassus lainnya, yakni Sersan Misirin dan Pratu Asmujiono, Iwan berhasil mencapai Puncak Everest melalui Jalur Selatan. Ketiganya sukses menjalankan misi khusus dari Prabowo dan menjadi orang Asia Tenggara pertama yang menginjakkan kaki di puncak gunung tertinggi di dunia tersebut. Prestasi ini menjadi salah satu tonggak sejarah yang membanggakan bagi TNI dan Indonesia.

Karier Moncer di Kopassus hingga Teritorial

Sepanjang kariernya, Iwan Setiawan banyak menghabiskan waktu di lingkungan Kopassus. Ia pernah menjabat sebagai Komandan Sub Tim 5/2/13 Grup 1 Parako Kopassus pada 1995 hingga 1996, lalu Komandan Tim 5/2/13 Grup 1 Parako Kopassus pada 1996 sampai 1998. Setelahnya, ia dipromosikan sebagai Komandan Kompi 1/12 Grup 1 Parako Kopassus hingga tahun 2000.

Pada 5 Februari 2000, Iwan mendapat amanat sebagai Perwira Latihan Seksi Pengamanan Detasemen Markas (Denma) Grup 1 Kopassus. Dua tahun berselang, ia menjabat Kepala Seksi Operasional Grup 1 Parako Kopassus. Pada 2004, ia dipercaya menjadi Wakil Komandan Batalyon 12 Grup 1 Kopassus hingga 2007. Ia juga sempat menempuh pendidikan Seskoad dan kemudian menjabat sebagai Komandan Pusat Pendidikan dan Latihan Pasukan Khusus.

Tidak hanya berkutat di lingkaran pasukan khusus, Iwan Setiawan juga mengemban jabatan di wilayah atau teritorial. Pada 2008, ia menjabat Danyon 22 Grup 2 Kopassus. Di 2012, ia menjadi Komandan Brigif 22/Ota Manasa. Selanjutnya, ia menjabat Danrindam Jaya pada 2015, Danrem 052/Wijayakrama pada 2016, serta Danrem 173/Praja Vira Braja di Biak, Papua pada 2020 sampai 2021. Puncaknya, ia mengikuti jejak Prabowo menjadi Danjen Kopassus pada 2022 hingga 2023, lalu menjabat Danpussenif.

Jabatan Strategis di Tubuh TNI AD

Jabatan Pangkostrad termasuk yang tertinggi di tataran TNI AD setelah jabatan KSAD. Jabatan itu juga sempat disandang Presiden RI Prabowo Subianto saat dirinya masih berdinas di TNI AD. Kostrad sendiri dikenal sebagai komando utama pembinaan dan operasional yang menjadi kekuatan strategis TNI AD dalam menjaga kedaulatan Indonesia.

Dengan rekam jejak yang panjang, mulai dari operasi di medan tertinggi dunia hingga memimpin satuan teritorial di berbagai daerah, Iwan Setiawan dinilai layak mengemban amanah baru ini. Sosoknya yang dikenal tegas namun dekat dengan prajurit, serta yel-yel “Pam Pam Pam” yang selalu membakar semangat pasukannya, menjadi warna tersendiri dalam kepemimpinannya.

Kesimpulan

Penunjukan Letjen TNI Iwan Setiawan sebagai Pangkostrad menandai babak baru dalam karier perwira lulusan Akmil 1992 tersebut. Dari seorang lettu yang menaklukkan Everest di bawah komando Prabowo, kini Iwan Setiawan memegang tongkat komando tertinggi di Kostrad. KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak menegaskan bahwa rotasi ini adalah bagian dari penyegaran organisasi, bukan manuver politik menjelang bursa Panglima TNI. Terlepas dari spekulasi yang beredar, publik militer menantikan gebrakan Iwan Setiawan dalam menjaga profesionalisme dan kesiapan operasional Kostrad di masa mendatang.

Penulis: Syaifullah
Editor: Oktavianus A, Rudi Hamdani, Sukardi, Tri Widodo
Sumber Berita: tvOnenews.com, JawaPos.com, VIVA, ANTARA, iNewsDepok.id