Kalimantan Update – 09 Oktober 2026 | Kebakaran yang melanda permukiman di Kelurahan Melayu, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), menyisakan duka mendalam bagi warga. Namun, di balik musibah tersebut, muncul tekad kuat dari pemerintah daerah untuk memastikan bahwa kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat tetap berjalan. Dalam kunjungannya ke lokasi kebakaran pada Kamis (8/10/2026), Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin para korban kehilangan mata pencaharian akibat peristiwa nahas ini. Isu Rumah Hangus Bupati Kukar Tak Ingin Mata Pencaharian Korban Ikut Terhenti menjadi perhatian utama, seiring dengan upaya pemulihan yang tengah dilakukan.
Aulia menyampaikan bahwa penanganan pascakebakaran tidak boleh hanya berhenti pada pemenuhan kebutuhan dasar seperti makanan dan tempat tinggal sementara. Lebih dari itu, pemerintah harus memastikan bahwa roda perekonomian warga tetap berputar dan anak-anak korban tetap dapat mengenyam pendidikan. “Pemulihan korban tidak cukup hanya dengan memenuhi kebutuhan makan dan tempat tinggal sementara. Pemerintah juga harus memastikan warga tetap dapat bekerja dan anak-anak tetap bisa bersekolah meski sebagian besar harta benda mereka telah hilang akibat kebakaran,” tegas Aulia kepada awak media.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati menekankan pentingnya pendekatan yang berbasis pada kebutuhan spesifik setiap korban. Menurutnya, warga yang bekerja membutuhkan perlengkapan untuk kembali mencari nafkah, sementara anak-anak memerlukan perlengkapan sekolah agar tidak tertinggal dalam proses belajar. “Jangka pendek adalah kita memastikan bahwa proses aktivitas sehari-hari warga masyarakat kita itu tidak terganggu. Bagi yang bersekolah, perlengkapan sekolahnya terpenuhi. Bagi yang bekerja, perlengkapan kebutuhan pekerjaannya terpenuhi,” ujarnya.
Untuk mempercepat realisasi bantuan, Aulia telah menginstruksikan kepada Plt Camat Tenggarong dan lurah setempat agar segera mengidentifikasi kebutuhan warga dan menindaklanjutinya. Ia menegaskan bahwa kehilangan rumah bukan berarti warga harus kehilangan kesempatan untuk menjalankan aktivitas kehidupannya. “Permakanannya terpenuhi sehingga kegiatan sehari-harinya itu tidak terganggu,” tambahnya.
Pemerintah Kabupaten Kukar akan melakukan pemulihan secara bertahap. Tahap awal difokuskan agar warga dapat kembali menjalankan aktivitas dasar, sementara pemulihan jangka menengah dan panjang diarahkan pada penataan kawasan serta pemulihan sesuai kewenangan pemerintah daerah. Pendekatan ini dianggap penting karena dampak kebakaran tidak berhenti setelah api berhasil dipadamkan. Warga yang kehilangan perlengkapan kerja, misalnya, tetap membutuhkan dukungan agar dapat kembali memperoleh penghasilan.
Selain itu, anak-anak yang kehilangan seragam, buku, maupun perlengkapan sekolah juga menjadi perhatian. Pemerintah memastikan kebutuhan tersebut masuk dalam proses recovery. “Kita sudah mempersiapkan kebutuhan seragam sekolah bagi anak-anak korban kebakaran,” beber Aulia. Hal ini sejalan dengan semangat Rumah Hangus Bupati Kukar Tak Ingin Mata Pencaharian Korban Ikut Terhenti yang menekankan pentingnya menjaga keberlanjutan hidup masyarakat.
Bantuan dasar juga terus disalurkan berdasarkan kebutuhan yang ditemukan di lapangan. Salah satunya adalah peralatan memasak. Aulia menjelaskan bahwa jika bahan baku masakan banyak tetapi peralatan masak tidak ada, maka bahan makanan tidak bisa diolah dengan baik. “Kalau seandainya bahan baku masakannya banyak, tapi peralatan masaknya tidak ada, bahan makanan tidak bisa terolah dengan baik,” jelasnya.
Ia berharap seluruh kebutuhan tersebut dapat mempercepat proses pemulihan sehingga warga tidak terlalu lama berada dalam kondisi ketergantungan akibat bencana. “Dan kita berharap bahwa proses recovery pascakebakaran ini bisa kita lakukan dengan cepat,” ucapnya. Dengan demikian, semangat Rumah Hangus Bupati Kukar Tak Ingin Mata Pencaharian Korban Ikut Terhenti menjadi pengingat bahwa di balik tragedi, ada upaya kolektif untuk bangkit dan melanjutkan kehidupan.
Upaya pemulihan ini juga melibatkan berbagai pihak, termasuk Dinas Kominfo Kukar yang turut serta dalam advokasi dan penyebaran informasi. Pemerintah berkomitmen untuk terus mendampingi warga hingga kondisi mereka kembali normal. Fokus pada pemulihan ekonomi dan pendidikan diharapkan dapat memutus rantai dampak bencana yang berkepanjangan.
Dalam jangka panjang, penataan kawasan permukiman akan dilakukan dengan mempertimbangkan aspek keamanan dan kesejahteraan warga. Pemerintah daerah juga akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan bahwa bantuan yang diberikan tepat sasaran dan berkelanjutan. Semua ini dilakukan demi mewujudkan masyarakat Kukar yang tangguh menghadapi bencana.
Sebagai penutup, kisah Rumah Hangus Bupati Kukar Tak Ingin Mata Pencaharian Korban Ikut Terhenti mencerminkan komitmen pemerintah dalam melindungi warganya. Meski musibah datang tanpa diduga, semangat untuk bangkit dan menjaga kehidupan tetap menyala. Diharapkan, dengan sinergi semua pihak, para korban dapat segera pulih dan kembali menjalani hidup dengan normal.
Penulis: Syaifullah
Editor: Oktavianus A, Rudi Hamdani, Sukardi, Tri Widodo

