Emiliano Martínez: Dari Air Mata Final Piala Dunia hingga Panggilan Chelsea

Foto: Istimewa

Emiliano Martínez: Dari Air Mata Final Piala Dunia hingga Panggilan Chelsea

Kalimantan Update – 09 Oktober 2026 | Emiliano Martínez mencuri perhatian dunia sepak bola dalam beberapa bulan terakhir. Kiper berusia 34 tahun itu meninggalkan Aston Villa dan bergabung dengan Chelsea dengan nilai transfer 7,5 juta pound sterling, sebuah kepindahan yang ia akui didorong oleh rasa sakit usai kalah di final Piala Dunia 2026 melawan Spanyol. Dalam laga yang digelar di Buenos Aires, Argentina harus mengakui keunggulan Spanyol 0-1, sekaligus gagal mempertahankan gelar juara dunia dan meraih titel keempat mereka.

Kepada TyC Sports, Emiliano Martínez mengungkapkan bahwa dirinya membutuhkan penyegaran mental setelah kekalahan menyakitkan tersebut. “Butuh waktu beberapa saat bagiku untuk memikirkan: kekalahan di final Piala Dunia sangat menyakitkan. Aku telah mencoba pindah klub untuk menyegarkan mentalku, dan aku sukses,” ujarnya. “Aku datang ke sini, dan itu adalah hal terbaik yang kulakukan karena aku merasa berguna, cepat, dan nyaman. Pada akhirnya, aku harus mewakili negaraku, keluargaku, dan aku harus melakukan yang terbaik.”

Keputusan Chelsea mendatangkan Emiliano Martínez tidak lepas dari ketidakpuasan manajer Xabi Alonso terhadap dua opsi utamanya, Robert Sanchez dan Mike Penders. Seiring kepergian Sanchez ke Como, Emiliano Martínez langsung menjadi kiper nomor satu The Blues. Namun, awal kariernya di Stamford Bridge tidak berjalan mulus. Ia kebobolan 10 gol dalam empat penampilan di Premier League, dengan Chelsea meraih satu kemenangan dan dua kekalahan.

Meski demikian, analisis statistik menunjukkan bahwa persentase penyelamatan tidak sepenuhnya menggambarkan kualitas Emiliano Martínez. Ia dinilai bukan lagi kiper elit Premier League, tetapi masih sangat baik dan jelas merupakan peningkatan dibandingkan Robert Sanchez. Lini pertahanan Chelsea yang belum solid juga disebut tidak membuat penampilannya terlihat lebih baik.

Di pentas internasional, momen emosional terjadi saat Emiliano Martínez berpamitan kepada dua rekan setimnya di Timnas Argentina, Lionel Messi dan Nicolás Otamendi, yang mengakhiri karier bersama Albiceleste. Setelah kemenangan 3-0 atas Benin di Stadion Monumental, ia menulis pesan menyentuh di media sosial. “A veces lo difícil del fútbol es decir adiós, Nicolás Otamendi y Lionel Messi,” tulisnya. “Los partidos que me tocó estar atrás de ustedes los defendí con corazón y con todo lo que pude. Los amo, sean felices.”

Laga melawan Benin menjadi malam perpisahan bagi Messi dan Otamendi. Argentina menang 3-0 melalui gol Otamendi pada menit ke-48, Nico Paz pada menit ke-61, dan Messi lewat penalti pada menit ke-71, yang merupakan gol ke-126-nya bersama Timnas Argentina. Emiliano Martínez tampil sebagai kiper utama di belakang kuartet bek Agustin Giay, Cristian Romero, Nicolás Otamendi, dan Nicolás Tagliafico, dengan trio gelandang Alexis Mac Allister, Rodrigo De Paul, dan Enzo Fernández.

Menariknya, sebelum pertandingan, Emiliano Martínez menyempatkan diri ke salon dan meminta desain khusus dari Dany Ale, pelukis rambut resmi tim nasional, sebagai bentuk penghormatan kepada sang kapten. Gestur tersebut menambah kesan mendalam pada malam perpisahan Messi.

Di sisi lain, performa kiper-kiper Premier League musim 2026/27 menjadi sorotan. Beberapa nama menonjol seperti Bart Verbruggen dari Brighton, David Raya, Zion Suzuki, Gianluigi Donnarumma, Alisson Becker, Jordan Pickford, Tzolakis, dan Caoimhin Kelleher. Jordan Pickford disebut sebagai padanan Inggris dari Emiliano Martínez, dengan persentase penyelamatan mencapai 83,3 persen. Sementara Alisson menyelamatkan 78 persen tembakan yang dihadapinya, dan Kelleher mencatatkan 81,0 persen.

Bagi Emiliano Martínez, tantangan baru bersama Chelsea dan perpisahan emosional dengan Messi serta Otamendi menjadi dua babak penting dalam kariernya. Ia kini dituntut membuktikan bahwa kepindahannya bukan sekadar pelarian dari luka, melainkan langkah strategis menuju kebangkitan. Chelsea berharap kehadiran kiper yang dikenal vokal dan penuh karakter itu mampu mengangkat performa tim di sisa musim.

Dengan mental yang telah ia tempa melalui berbagai laga besar, Emiliano Martínez memiliki modal cukup untuk kembali ke performa terbaiknya. Publik sepak bola Indonesia pun menantikan bagaimana aksi kiper kontroversial namun berbakat ini bersama The Blues, sekaligus mengiringi perjalanan baru Argentina tanpa Messi dan Otamendi.