Kalimantan Update – 09 Oktober 2026 | Industri mobil listrik Indonesia mencatat tonggak bersejarah dengan dimulainya ekspor perdana baterai kendaraan listrik dari kawasan Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) di Halmahera Tengah, Maluku Utara. Presiden Prabowo Subianto secara langsung meluncurkan ekspor tersebut bersamaan dengan peresmian 11 proyek hilirisasi bernilai total US$10,2 miliar atau sekitar Rp180 triliun pada Kamis (8/10/2026). Langkah ini menegaskan posisi Indonesia dalam rantai pasok global mobil listrik, mulai dari pengolahan nikel hingga produksi baterai siap ekspor.
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyatakan bahwa ekspor perdana ini merupakan bukti nyata keberhasilan strategi hilirisasi yang akan terus dilanjutkan. “Hari ini ekspor perdana baterai kendaraan listrik adalah langkah penting. Ini adalah bukti nyata bahwa strategi hilirisasi kita benar dan akan kita teruskan dengan sebaik-baiknya,” ujar Prabowo. Dari 11 proyek yang diluncurkan, empat proyek telah memasuki tahap operasional komersial dengan nilai investasi US$3,4 miliar atau sekitar Rp60 triliun, sedangkan tujuh proyek lainnya mulai dibangun dengan nilai investasi US$6,8 miliar. Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Perkasa Roeslani, menambahkan bahwa kawasan IWIP telah menyerap lebih dari 100.000 pekerja, menunjukkan dampak positif bagi perekonomian lokal dan nasional.
Sementara itu, pasar mobil listrik di dalam negeri juga semakin dinamis dengan kehadiran berbagai model baru, termasuk pilihan yang ramah kantong. Suzuki baru saja memperkenalkan e-Sky, sebuah mobil listrik mini yang dikembangkan dengan konsep ‘Easy to Switch’. Mobil ini dibekali baterai LFP berkapasitas 26 kWh yang dikembangkan oleh BYD, menawarkan jarak tempuh hingga 310 km. Dengan harga mulai 2,12 juta yen atau setara Rp249 jutaan, pemerintah Jepang memberikan subsidi sehingga konsumen dapat memiliki mobil listrik ini mulai dari 1,55 juta yen atau sekitar Rp175 jutaan. Suzuki e-Sky mendukung pengisian cepat DC hingga 50 kW yang hanya membutuhkan 28 menit untuk mencapai 80% daya, serta dilengkapi fitur keselamatan canggih seperti adaptive cruise control dan lane keeping assist.
Di segmen premium, Jaguar resmi memperkenalkan Type 01, mobil listrik grand tourer empat pintu yang menjadi model paling bertenaga dalam sejarah merek asal Inggris tersebut. Mengandalkan tiga motor listrik, mobil ini menghasilkan tenaga total 1.030 PS dan torsi 1.365 Nm, mampu berakselerasi dari 0-100 km/jam dalam 3,2 detik. Dengan baterai 118 kWh dan arsitektur 850 volt, Jaguar Type 01 menawarkan jarak tempuh hingga 644 km berdasarkan standar EPA. Produksi akan dimulai pada 2027 di fasilitas JLR Solihull, Inggris, dengan harga mulai £130.000 atau sekitar Rp3,075 miliar. Kehadiran model ini menunjukkan bahwa mobil listrik tidak lagi sekadar alat transportasi ramah lingkungan, tetapi juga mampu menyuguhkan performa tinggi dan kemewahan.
Namun, di tengah gencarnya inovasi, masih banyak masyarakat yang meragukan umur pakai mobil listrik. Isu bahwa mobil listrik hanya bertahan 10 tahun kembali mencuat. Berdasarkan riset yang dipublikasikan dalam jurnal Nature Energy, baterai mobil listrik sebenarnya memiliki rentang usia optimal antara 10 hingga 20 tahun, tergantung pola penggunaan dan manajemen termal. Angka 10 tahun sering disalahartikan sebagai batas akhir pemakaian, padahal itu merujuk pada masa garansi rata-rata atau titik di mana kapasitas baterai menurun di bawah 70-80 persen. Mobil listrik tetap dapat berjalan normal, hanya saja jarak tempuhnya berkurang. Faktor seperti suhu ekstrem, seringnya penggunaan pengisian cepat DC, dan kebiasaan mengisi daya hingga 100% atau membiarkan baterai kosong 0% dapat mempercepat degradasi. Untuk memperpanjang umur baterai, disarankan menggunakan pengisian daya lambat (AC) di rumah, menjaga suhu baterai tetap stabil, dan tidak membiasakan pengisian daya penuh setiap hari.
Dengan kombinasi hilirisasi yang kuat, beragam pilihan model dari yang terjangkau hingga premium, serta pemahaman yang lebih baik tentang perawatan baterai, ekosistem mobil listrik di Indonesia diprediksi akan terus tumbuh. Pemerintah juga terus mendorong adopsi kendaraan listrik melalui berbagai insentif dan pembangunan infrastruktur pengisian daya. Ke depan, mobil listrik bukan lagi barang mewah, melainkan solusi transportasi masa depan yang efisien, ramah lingkungan, dan semakin terjangkau bagi masyarakat luas.
Penulis: Syaifullah
Editor: Oktavianus A, Rudi Hamdani, Sukardi, Tri Widodo
Sumber: CNAR, VIVA Otomotif, Liputan6, Otosia

