Kalimantan Update – 10 Oktober 2026 | Presiden Prabowo Subianto secara langsung meminta laporan terkini mengenai pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) kepada Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono dan Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Didit Herdiawan Ashaf. Pertemuan berlangsung di kediaman pribadi Presiden di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Jumat (9/10/2026). Dalam pertemuan itu, Prabowo Minta Progres 100 Kampung Nelayan di Hambalang dipercepat agar seluruh kawasan siap beroperasi pada akhir 2026. Permintaan ini menjadi instruksi strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi pesisir dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan di berbagai daerah.
Pemerintah menargetkan 100 kampung nelayan yang tersebar di seluruh Indonesia dapat segera berfungsi sebagai pusat aktivitas ekonomi, sosial, dan budaya bagi komunitas pesisir. Program ini tidak sekadar membangun infrastruktur fisik, tetapi juga mengintegrasikan berbagai fasilitas pendukung seperti tempat pelelangan ikan, cold storage, akses permodalan, serta pelatihan keterampilan bagi nelayan dan keluarga mereka. Dengan demikian, kehadiran kampung nelayan diharapkan mampu mengangkat taraf hidup masyarakat pesisir yang selama ini sering tertinggal.
Pertemuan di Hambalang turut dihadiri sejumlah pejabat tinggi negara, antara lain Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Brian Yuliarto, serta Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara Dony Oskaria. Kehadiran para menteri dan kepala badan tersebut menandakan bahwa pembangunan kampung nelayan merupakan proyek lintas sektor yang membutuhkan koordinasi erat antara kementerian, lembaga, dan badan usaha milik negara. Sekretariat Kabinet melalui keterangan resminya di media sosial menyebutkan bahwa agenda pemantauan pembangunan menjadi fokus utama dalam pertemuan tersebut.
Dalam arahannya, Prabowo Minta Progres 100 Kampung Nelayan di Hambalang tidak hanya berhenti pada tahap perencanaan, tetapi harus segera dieksekusi di lapangan. Presiden menekankan pentingnya percepatan pembangunan agar target akhir 2026 dapat tercapai. Ia juga meminta jajarannya untuk memastikan bahwa setiap kampung nelayan yang dibangun benar-benar memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, bukan sekadar proyek simbolis. Pendekatan ini sejalan dengan visi pemerintahan Prabowo-Gibran yang menempatkan kesejahteraan rakyat kecil, termasuk nelayan, sebagai prioritas utama.
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono dalam laporannya menyampaikan bahwa pembangunan KNMP telah memasuki tahap lanjutan di beberapa lokasi. Ia menjelaskan bahwa pemerintah tengah mempercepat penyelesaian sarana dan prasarana dasar, seperti dermaga, jalan akses, serta instalasi air bersih dan listrik. Selain itu, Kementerian Kelautan dan Perikanan juga menggandeng berbagai pihak untuk menyediakan pendampingan teknis dan manajerial bagi koperasi nelayan yang akan mengelola kampung tersebut. Dengan begitu, keberlanjutan operasional kampung nelayan dapat terjaga setelah diresmikan nanti.
Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Didit Herdiawan Ashaf menambahkan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk mempercepat proses perizinan dan pembebasan lahan. Menurutnya, dukungan dari kepala daerah sangat krusial agar pembangunan tidak mengalami hambatan administratif. Ia juga menyoroti pentingnya partisipasi masyarakat setempat dalam setiap tahap pembangunan, mulai dari perencanaan hingga pengelolaan. Hal ini bertujuan agar kampung nelayan tidak hanya menjadi proyek pemerintah, tetapi juga milik masyarakat yang berkelanjutan.
Prabowo Minta Progres 100 Kampung Nelayan di Hambalang juga menjadi sinyal bahwa pemerintah serius dalam mengembangkan sektor kelautan dan perikanan sebagai salah satu pilar ekonomi nasional. Indonesia sebagai negara maritim memiliki potensi besar yang belum sepenuhnya tergarap. Dengan adanya kampung nelayan yang modern dan terintegrasi, diharapkan produksi perikanan meningkat, distribusi hasil tangkapan menjadi lebih efisien, dan nilai tambah produk perikanan dapat dinikmati oleh nelayan sendiri. Selain itu, kampung nelayan dapat menjadi destinasi wisata bahari yang menarik, sehingga membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat pesisir.
Keberadaan Kampung Nelayan Merah Putih juga dirancang untuk memperkuat ketahanan pangan nasional, khususnya dari sektor perikanan. Pemerintah menargetkan peningkatan konsumsi ikan masyarakat serta diversifikasi produk olahan hasil laut. Melalui pendekatan terpadu, kampung nelayan tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal dan bekerja, tetapi juga sebagai pusat inovasi dan edukasi bagi generasi muda pesisir. Program ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem kelautan yang tangguh dan berdaya saing di tingkat global.
Dalam jangka panjang, pembangunan 100 kampung nelayan ini akan dievaluasi secara berkala untuk memastikan efektivitasnya. Pemerintah berkomitmen melakukan monitoring dan evaluasi bersama lembaga terkait, termasuk Badan Pengaturan BUMN yang terlibat dalam penyediaan infrastruktur dan pembiayaan. Jika berhasil, model kampung nelayan ini dapat direplikasi di lebih banyak lokasi, sehingga manfaatnya semakin luas dirasakan oleh masyarakat pesisir di seluruh Indonesia. Prabowo Minta Progres 100 Kampung Nelayan di Hambalang menjadi tonggak penting dalam upaya mewujudkan kedaulatan maritim dan kesejahteraan nelayan.
Sebagai penutup, percepatan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih merupakan bukti nyata komitmen pemerintah dalam memperhatikan nasib nelayan dan masyarakat pesisir. Dengan target operasional pada akhir 2026, diharapkan program ini tidak hanya menjadi proyek infrastruktur, tetapi juga motor penggerak ekonomi kerakyatan yang berkelanjutan. Keberhasilan program ini akan sangat bergantung pada sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dunia usaha, dan masyarakat. Jika semua pihak bersatu, cita-cita menjadikan Indonesia sebagai negara maritim yang maju dan sejahtera bukanlah hal yang mustahil.
Penulis: Syaifullah
Editor: Oktavianus A, Rudi Hamdani, Sukardi, Tri Widodo
Sumber Berita: Suara Landak

