Pascal Struijk Jadi Kunci Naturalisasi PSSI, Timnas Indonesia Siap Gebrak Piala Asia 2027

Foto: Istimewa

Pascal Struijk Jadi Kunci Naturalisasi PSSI, Timnas Indonesia Siap Gebrak Piala Asia 2027

Kalimantan Update – 10 Oktober 2026 | Nama Pascal Struijk mencuat sebagai salah satu target utama PSSI dalam proyek naturalisasi gelombang kedua menjelang Piala Asia 2027. Bek tengah Brighton & Hove Albion itu dianggap sosok yang tepat untuk memperkuat lini belakang Timnas Indonesia yang akan menghadapi tantangan berat di Grup F bersama Jepang, Qatar, dan Thailand. Ketertarikan PSSI terhadap Pascal Struijk bukan tanpa alasan. Pemain berusia 27 tahun tersebut memiliki darah keturunan Indonesia dari kakek-neneknya yang berasal dari Maluku, sehingga memenuhi syarat untuk dinaturalisasi. Performa impresifnya bersama Brighton di Liga Premier Inggris membuatnya masuk dalam radar pelatih kepala Timnas Indonesia, John Herdman.

PSSI sendiri tengah mengakselerasi program naturalisasi kloter kedua setelah sukses mengalahkan Thailand di ajang ASEAN Cup 2026. Federasi menilai bahwa kedalaman skuad perlu ditingkatkan, terutama di lini belakang yang kerap menjadi titik lemah. Kehadiran Pascal Struijk diharapkan mampu memberikan stabilitas dan pengalaman internasional di level tertinggi. Apalagi, ia telah menunjukkan kualitasnya sebagai bek modern yang kuat dalam duel udara, memiliki kecepatan, serta mampu membangun serangan dari belakang.

Dalam wawancara dengan BBC Radio Sussex, Pascal Struijk mengaku telah merasa betah di Brighton setelah pindah dari Leeds United pada musim panas lalu. “Awalnya cukup menantang dengan cedera, tetapi setelah itu saya merasa waktu tersebut memberi saya ruang untuk lebih menyesuaikan diri dengan tim dan mendapatkan kepercayaan dari grup,” ujarnya. Ia juga menyatakan siap memberikan kontribusi lebih, terutama dalam situasi bola mati dan ketangguhan fisik. “Saya merasa bisa membawa ancaman dari set-piece, mencetak gol, dan berbahaya di kotak penalti,” tambahnya.

Meski sempat mengalami cedera hamstring saat melawan Arsenal, Pascal Struijk dipastikan fit untuk laga melawan Sunderland. Pelatih Brighton, Fabian Hurzeler, tidak memasukkan namanya dalam laporan cedera terbaru, menandakan bahwa masalah tersebut tidak serius. Kembalinya Lewis Dunk dari cedera leher memang menambah persaingan di posisi bek tengah, tetapi Pascal Struijk tetap menjadi opsi utama. Konsistensinya di level klub menjadi sinyal positif bagi PSSI untuk segera memproses naturalisasinya.

Di sisi lain, John Herdman juga membuka peluang bagi pemain baru dan comeback, termasuk Jay Idzes yang absen di ASEAN Cup 2026 karena cedera. Herdman menyadari bahwa persaingan di Grup F Piala Asia 2027 sangat ketat. Jepang dan Qatar adalah tim elit Asia, sementara Thailand selalu menjadi lawan sulit. Oleh karena itu, ia membutuhkan pemain dengan kualitas Grade A seperti Pascal Struijk untuk meningkatkan daya saing tim.

Proses naturalisasi Pascal Struijk sendiri masih dalam tahap pemantauan dan administrasi. PSSI bersama Kementerian Pemuda dan Olahraga serta otoritas terkait tengah menyiapkan dokumen yang diperlukan. Jika berjalan lancar, ia bisa memperkuat Timnas Indonesia pada putaran final Piala Asia 2027 di Arab Saudi. Kehadirannya diharapkan menjadi kejutan besar yang mampu membawa Garuda melaju jauh di turnamen tersebut.

Dengan segala potensi yang dimiliki, Pascal Struijk bisa menjadi puzzle terakhir yang melengkapi skuad Timnas Indonesia. Kombinasi pemain lokal dan diaspora akan menciptakan tim yang tangguh dan kompetitif. PSSI optimistis bahwa proyek ini akan membuahkan hasil maksimal, dan Pascal Struijk adalah nama yang paling dinanti kehadirannya di tanah air.

  • Penulis: Syaifullah
  • Editor: Oktavianus A, Rudi Hamdani, Sukardi, Tri Widodo
  • Sumber Berita: BBC Sport, VIVASoccer, The Athletic, BBC Radio Sussex