Kalimantan Update – 10 Oktober 2026 | Kabar membanggakan datang dari dunia pendidikan tinggi Indonesia. Pasangan Dosen Andika dan Rossa Raih Gelar Doktor di ITS setelah menempuh perjalanan panjang pendidikan sarjana hingga doktoral di kampus yang sama. Andika Ade Indra Saputra dan Rossana Margaret Kadar Yanti, demikian nama lengkap keduanya, resmi menyandang gelar doktor dari Departemen Teknik Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Keduanya diwisuda bersama pada hari ketiga Wisuda ke-134 ITS di Grha Sepuluh Nopember, Sabtu, 10 Oktober 2026. Pencapaian ini menjadi sorotan karena keduanya berhasil menyelesaikan studi doktoral sambil menjalankan peran sebagai dosen dan orang tua dari dua putri.
Kisah Pasangan Dosen Andika dan Rossa Raih Gelar Doktor di ITS bukan sekadar cerita tentang prestasi akademik, melainkan juga tentang manajemen waktu, kerja sama, dan komitmen keluarga. Sejak menikah pada awal 2017, mereka harus membagi waktu antara pekerjaan sebagai dosen, kehidupan rumah tangga, dan tuntutan studi doktoral yang intens. Menariknya, keduanya menempuh pendidikan S1, S2, dan S3 di Departemen Teknik Sipil ITS, menciptakan kesamaan perjalanan akademik yang jarang terjadi.
“Kami saling mendukung dan mengingatkan satu sama lain. Kadang harus bergantian mengurus anak sambil menyelesaikan disertasi,” ujar Andika dalam keterangan yang diterima, menggambarkan dinamika keluarga akademisi.
Perjalanan menuju gelar doktor tidaklah mudah. Selain harus memenuhi kewajiban mengajar dan membimbing mahasiswa, keduanya juga dituntut menghasilkan penelitian yang berkontribusi bagi ilmu pengetahuan, khususnya di bidang teknik sipil. Rossa, yang juga aktif sebagai dosen, mengaku tantangan terbesar adalah menjaga keseimbangan antara peran sebagai ibu, istri, dan peneliti. “Kuncinya adalah komunikasi dan pembagian tugas yang jelas. Kami membuat jadwal harian agar semua tanggung jawab bisa terpenuhi,” tuturnya.
Prestasi Pasangan Dosen Andika dan Rossa Raih Gelar Doktor di ITS mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk rektorat dan kolega di ITS. Mereka dinilai sebagai teladan bagi akademisi muda bahwa pendidikan tinggi tidak harus mengorbankan kehidupan keluarga. Keberhasilan ini juga memperkuat posisi ITS sebagai institusi yang mendukung pengembangan karier dosen melalui program doktor.
Dalam wisuda tersebut, keduanya dikukuhkan bersama ratusan wisudawan lainnya. Prosesi berlangsung khidmat, dihadiri keluarga dan kerabat. Momen itu menjadi puncak dari kerja keras bertahun-tahun. “Rasanya campur aduk antara haru dan bangga. Ini bukan hanya milik kami berdua, tetapi juga anak-anak dan orang tua yang selalu mendoakan,” kata Andika.
Kisah Pasangan Dosen Andika dan Rossa Raih Gelar Doktor di ITS juga menjadi inspirasi bagi banyak pasangan muda, terutama yang menempuh pendidikan tinggi sambil berkeluarga. Mereka membuktikan bahwa dengan disiplin, saling pengertian, dan dukungan sistem kampus, mimpi akademik dapat diraih tanpa mengabaikan keluarga.
Setelah meraih gelar doktor, Andika dan Rossa berencana terus berkontribusi di dunia pendidikan dan penelitian. Mereka berharap dapat mengembangkan keilmuan teknik sipil yang bermanfaat bagi masyarakat, khususnya dalam pembangunan infrastruktur berkelanjutan. “Kami ingin terus belajar dan mengabdi. Gelar ini adalah amanah,” pungkas Rossa.
Ke depan, pasangan ini juga berkomitmen membagi pengalaman kepada mahasiswa dan kolega tentang pentingnya keseimbangan hidup. Bagi mereka, kesuksesan sejati bukan hanya soal gelar, tetapi juga kebahagiaan keluarga dan kontribusi nyata bagi sesama.
Kisah Pasangan Dosen Andika dan Rossa Raih Gelar Doktor di ITS akan dikenang sebagai bukti bahwa cinta dan ilmu pengetahuan bisa tumbuh bersama. Semoga menjadi inspirasi bagi generasi berikutnya.
Penulis: Syaifullah
Editor: Oktavianus A, Rudi Hamdani, Sukardi, Tri Widodo
Sumber Berita: Suara Landak

