Kalimantan Update – 10 Oktober 2026 | Federasi Sepak Bola Turki (TFF) resmi mengakhiri kerja sama dengan pelatih Vincenzo Montella. Keputusan ini diambil setelah serangkaian hasil buruk yang menimpa tim nasional Turki, termasuk tersingkir di fase grup Piala Dunia 2026 dan empat kekalahan beruntun di UEFA Nations League. Langkah TFF Mengakhiri Kerja Sama Montella Usai Hasil Buruk Turki menjadi puncak dari evaluasi menyeluruh terhadap performa tim.
Dalam pernyataan resmi yang dirilis pada Jumat, 9 Oktober 2026, TFF menyebutkan bahwa dewan direksi telah memutuskan untuk tidak melanjutkan kerja sama dengan Montella. Federasi belum mengumumkan siapa pelatih pengganti yang akan menangani Hakan Çalhanoğlu dan kawan-kawan. Kabar ini mengejutkan publik sepak bola Turki, mengingat Montella sempat membawa tim berjuluk Crescent-Stars mencapai perempat final Euro 2024.
Rangkaian Hasil Buruk yang Berujung Pemecatan
Kegagalan Turki di Piala Dunia 2026 menjadi pukulan telak. Tim asuhan Montella tidak mampu melewati fase grup, meskipun di atas kertas memiliki materi pemain yang mumpuni. Selain itu, di ajang UEFA Nations League, Turki menelan empat kekalahan beruntun yang membuat posisi mereka di kompetisi tersebut terancam. Kombinasi hasil negatif inilah yang mempercepat keputusan TFF Mengakhiri Kerja Sama Montella Usai Hasil Buruk Turki.
Montella mulai menangani timnas Turki pada September 2023. Selama kurang lebih tiga tahun, ia berhasil membangun fondasi permainan menyerang yang sempat dipuji. Namun, konsistensi menjadi masalah utama. Di Euro 2024, Turki tampil impresif hingga perempat final, tetapi setelah itu performa mereka menurun drastis. Beberapa pengamat menilai bahwa kegagalan di Piala Dunia 2026 dan Nations League menjadi bukti bahwa Montella tidak lagi mampu memaksimalkan potensi skuad.
Dampak bagi Timnas Turki
Kepergian Montella meninggalkan pekerjaan rumah besar bagi TFF. Federasi harus segera mencari pelatih baru yang mampu mengembalikan kepercayaan diri pemain dan merancang strategi untuk kualifikasi turnamen berikutnya. Nama-nama pelatih top Eropa maupun lokal mulai dikaitkan dengan kursi panas tersebut. Meski demikian, TFF menegaskan akan melakukan proses seleksi secara hati-hati.
Bagi para pemain, pergantian pelatih bisa menjadi momentum untuk bangkit. Sejumlah pemain kunci seperti Arda Güler dan Kenan Yıldız diharapkan dapat berkembang di bawah arahan pelatih baru. Namun, adaptasi dengan gaya kepelatihan yang berbeda tentu membutuhkan waktu. TFF Mengakhiri Kerja Sama Montella Usai Hasil Buruk Turki juga menjadi sinyal bahwa federasi tidak akan mentoleransi hasil negatif berkepanjangan.
Reaksi Publik dan Media
Keputusan TFF menuai beragam reaksi. Sebagian suporter mendukung langkah tersebut karena menganggap Montella gagal memenuhi target. Sebagian lain menyayangkan karena Montella dinilai masih memiliki visi jangka panjang. Media-media Turki ramai membahas kemungkinan pengganti, termasuk pelatih yang berpengalaman di level internasional. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Montella terkait pemecatan ini.
Dalam konteks sepak bola modern, pemecatan pelatih memang sering terjadi ketika hasil tidak sesuai harapan. Namun, kasus Turki menunjukkan betapa tekanan dari publik dan federasi sangat besar. TFF Mengakhiri Kerja Sama Montella Usai Hasil Buruk Turki menjadi pengingat bahwa dunia kepelatihan sangat rentan terhadap fluktuasi performa.
Kesimpulan
Pemecatan Vincenzo Montella oleh TFF adalah konsekuensi logis dari rangkaian hasil buruk yang dialami timnas Turki. Meskipun sempat membawa Turki ke perempat final Euro 2024, kegagalan di Piala Dunia 2026 dan empat kekalahan beruntun di Nations League menjadi dasar utama keputusan tersebut. TFF kini harus bergerak cepat mencari pengganti yang tepat untuk membangkitkan kembali semangat Crescent-Stars. Sementara itu, Montella akan dikenang sebagai pelatih yang sempat memberikan harapan, tetapi akhirnya harus mengakhiri perjalanannya di Turki.
Penulis: Syaifullah
Editor: Oktavianus A, Rudi Hamdani, Sukardi, Tri Widodo
Sumber Berita: Suara Landak

