Kalimantan Update – 11 Oktober 2026 | Kompetisi Shopee Cup 2026/2027 kembali menyajikan drama yang tak terlupakan. Di tengah gegap gempita turnamen antarklub Asia Tenggara tersebut, dua peristiwa besar terjadi dalam waktu yang nyaris bersamaan: Persib Bandung melakukan comeback spektakuler atas Port FC, sementara South Melbourne menorehkan sejarah sebagai klub non-A-League pertama yang menjuarai Australia Cup. Keduanya menjadi bukti bahwa sepak bola Asia-Pasifik semakin kompetitif dan penuh kejutan.
Pertandingan Port FC vs Persib Bandung di Thammasat Stadium, Thailand, Kamis (8/10/2026), menjadi salah satu laga paling dramatis di ajang Shopee Cup musim ini. Tim tuan rumah sempat unggul lebih dulu melalui eksekusi penalti Jude Soonsup-Bell pada menit ke-66. Keunggulan itu bertahan hingga menit-menit akhir, dan sepertinya Port FC akan mengunci tiga poin perdana di Grup B.
Namun, Maung Bandung menunjukkan mentalitas juara. Mariano Peralta memulai kebangkitan pada menit ke-86 setelah menerima umpan matang dari Balsa Sekulic. Hanya berselang beberapa menit, Berguinho membawa Persib berbalik unggul pada menit ke-90+2. Pesta gol ditutup oleh Luka Menalo melalui sundulan pada menit ke-90+6, memastikan kemenangan 3-1 bagi pasukan Igor Tolic.
Menariknya, meski tampil heroik di Shopee Cup, kemenangan Persib tidak memberikan tambahan poin bagi Liga Indonesia dalam ranking kompetisi klub AFC. Hal ini karena ajang Shopee Cup tidak masuk dalam penghitungan koefisien yang menentukan jatah wakil Indonesia di kompetisi Asia. Meski demikian, kemenangan ini tetap menjadi modal berharga bagi Persib untuk bersaing dengan klub-klub terbaik Asia Tenggara.
Dari sisi finansial, keberhasilan remontada ini juga mendatangkan cuan besar. Persib berhak mendapatkan pemasukan fantastis nyaris setengah miliar rupiah dari pertandingan pertamanya di Shopee Cup. Angka tersebut menjadi tambahan motivasi bagi skuad Maung Bandung untuk terus melaju di turnamen antarklub bergengsi ini.
Sementara itu, di Melbourne, Australia, South Melbourne mencatatkan sejarah baru dengan menjuarai Australia Cup setelah mengalahkan Melbourne Victory 4-3 melalui adu penalti (1-1 hingga perpanjangan waktu). Laga yang berlangsung di AAMI Park, Sabtu (10/10/2026), berjalan dramatis. Melbourne Victory sempat unggul melalui gol Denis Genreau pada menit ke-95. Namun, South Melbourne yang tampil pantang menyerah berhasil menyamakan kedudukan melalui Max Mikkola, memanfaatkan umpan Jordi Swibel dan Bul Juach.
Kemenangan ini menjadi puncak perjuangan panjang South Melbourne, klub yang pernah menjadi penguasa NSL dan rumah bagi legenda seperti Ange Postecoglou dan Ferenc Puskás. Setelah 22 tahun tersingkir dari kompetisi papan atas, mereka membuktikan bahwa ‘Old Soccer’ masih hidup dan mampu bersaing dengan klub-klub ‘New Football’ seperti Melbourne Victory.
Keberhasilan South Melbourne ini tidak hanya berdampak pada sepak bola Australia, tetapi juga memberikan inspirasi bagi klub-klub di Asia Tenggara, termasuk yang berlaga di Shopee Cup. Semangat pantang menyerah dan kemampuan bangkit dari keterpurukan menjadi kunci sukses di kompetisi mana pun.
Dengan rangkaian peristiwa ini, Shopee Cup dan Australia Cup sama-sama membuktikan bahwa sepak bola selalu menghadirkan kejutan. Persib Bandung dan South Melbourne telah menunjukkan bahwa sejarah bisa diciptakan oleh mereka yang berani bermimpi dan bekerja keras hingga peluit akhir berbunyi.
Kesimpulannya, drama di Shopee Cup dan Australia Cup menjadi pengingat bahwa dalam sepak bola, tidak ada yang mustahil. Kemenangan dramatis Persib atas Port FC dan kesuksesan South Melbourne menjuarai Australia Cup adalah bukti nyata bahwa semangat juang, strategi matang, dan mental baja mampu mengubah nasib. Ke depan, kita patut menantikan apakah kejutan-kejutan serupa akan kembali terjadi di putaran selanjutnya.
Penulis: Syaifullah, Oktavianus A
Editor: Rudi Hamdani, Sukardi, Tri Widodo
Sumber Berita: The Guardian, VIVA, Merahputih.com

