Inter Milan Menang 3 0 Atas Parma di San Siro, Debut Pahit Alberto Gilardino

Foto: Istimewa

Inter Milan Menang 3 0 Atas Parma di San Siro, Debut Pahit Alberto Gilardino

Kalimantan Update – 11 Oktober 2026 | Inter Milan Menang 3 0 Atas Parma di San Siro dalam lanjutan Liga Italia 2026/2027 yang berlangsung pada Sabtu (10/10/2026). Kemenangan meyakinkan tersebut sekaligus menjadi catatan kelam bagi Alberto Gilardino yang menjalani debut sebagai pelatih Parma. Tiga gol I Nerazzurri masing-masing dicetak oleh Petar Sucic, Hakan Calhanoglu, dan Marcus Thuram, memastikan Inter Milan Menang 3 0 Atas Parma di San Siro tanpa harus kebobolan sepanjang pertandingan.

Sejak menit awal, Inter Milan tampil dominan dan menguasai jalannya pertandingan. Tekanan demi tekanan yang dilancarkan pasukan tuan rumah membuat lini pertahanan Parma kewalahan. Petar Sucic membuka keunggulan Inter Milan pada babak pertama, memanfaatkan celah di lini belakang Parma yang tampak belum menemukan ritme permainan di bawah arahan pelatih baru mereka.

Keunggulan tersebut membuat Inter Milan semakin percaya diri. Hakan Calhanoglu, yang kembali bermain setelah sebelumnya absen, menambah keunggulan melalui eksekusi yang tenang dan terukur. Gol Calhanoglu menjadi bukti bahwa pemain asal Turki itu masih menjadi sosok penting di lini tengah Inter Milan. Kembalinya Calhanoglu memberikan dimensi baru bagi permainan I Nerazzurri, terutama dalam mengatur tempo dan distribusi bola ke lini serang.

Pada babak kedua, Inter Milan tidak mengendurkan serangan. Marcus Thuram menutup pesta gol tuan rumah dengan gol ketiga yang memastikan Inter Milan Menang 3 0 Atas Parma di San Siro. Gol tersebut menjadi puncak dominasi Inter Milan sekaligus menegaskan bahwa pertahanan Parma benar-benar kesulitan menghadapi agresivitas para pemain Inter.

Kemenangan ini juga menjadi momen kembalinya beberapa pemain kunci Inter Milan. Selain Hakan Calhanoglu, Federico Dimarco juga kembali merumput setelah sebelumnya absen. Kehadiran kembali kedua pemain tersebut menambah kekuatan skuad asuhan pelatih Inter Milan, terutama dalam menghadapi jadwal padat di kompetisi domestik maupun Eropa.

Menariknya, laga ini juga menjadi penampilan pertama Djed Spence bersama Inter Milan. Pemain yang bergabung pada bursa transfer musim panas dari Tottenham Hotspur itu langsung dipercaya tampil dan menunjukkan performa yang cukup menjanjikan. Debut Spence menambah opsi di lini pertahanan Inter Milan, memberikan kedalaman skuad yang dibutuhkan untuk mengarungi musim yang panjang.

Jalannya Pertandingan

Inter Milan membuka pertandingan dengan tempo tinggi. Penguasaan bola yang superior membuat Parma lebih banyak bertahan dan mengandalkan serangan balik. Namun, rapatnya lini pertahanan Inter Milan membuat upaya Parma untuk menembus area penalti selalu menemui jalan buntu.

Gol pembuka Petar Sucic menjadi titik balik pertandingan. Setelah unggul, Inter Milan semakin leluasa mengembangkan permainan. Calhanoglu yang berperan sebagai pengatur serangan kerap membuka ruang bagi rekan-rekannya. Sementara itu, Thuram terus merepotkan barisan pertahanan Parma dengan kecepatan dan pergerakan tanpa bola yang cerdas.

Alberto Gilardino, yang baru menukangi Parma, tampak berusaha melakukan penyesuaian taktik dari pinggir lapangan. Namun, upayanya belum mampu membendung gempuran Inter Milan. Debut Gilardino pun harus berakhir dengan kekalahan telak, sebuah pelajaran berharga bagi pelatih muda tersebut dalam menjalani karier kepelatihannya di Serie A.

Dampak bagi Kedua Tim

Bagi Inter Milan, kemenangan ini menjadi tambahan modal berharga untuk menjaga momentum di papan atas klasemen Liga Italia. Konsistensi performa menjadi kunci bagi I Nerazzurri jika ingin bersaing memperebutkan gelar juara musim ini. Kembalinya pemain-pemain penting serta debut pemain baru menjadi sinyal positif bagi kedalaman skuad Inter Milan.

Sebaliknya, bagi Parma, kekalahan ini menjadi evaluasi besar. Debut Gilardino sebagai pelatih menunjukkan bahwa masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, terutama dalam hal organisasi pertahanan dan efisiensi serangan. Parma perlu segera bangkit agar tidak tenggelam di zona bawah klasemen.

Secara keseluruhan, pertandingan ini menegaskan kualitas Inter Milan sebagai salah satu tim kuat di Liga Italia. Inter Milan Menang 3 0 Atas Parma di San Siro menunjukkan dominasi nyata dari segi penguasaan bola, efektivitas serangan, hingga soliditas pertahanan. Tiga gol yang dicetak Sucic, Calhanoglu, dan Thuram menjadi bukti ketajaman lini depan Inter Milan yang sulit dibendung lawan.

Kesimpulan

Kemenangan Inter Milan atas Parma dengan skor 3-0 menjadi salah satu sorotan utama dalam lanjutan Liga Italia 2026/2027. Dominasi I Nerazzurri terlihat jelas sejak menit awal hingga peluit akhir, dengan tiga gol yang lahir dari kaki Petar Sucic, Hakan Calhanoglu, dan Marcus Thuram. Kembalinya Calhanoglu dan Dimarco serta debut Djed Spence menambah kekuatan skuad Inter Milan untuk menghadapi laga-laga berikutnya. Di sisi lain, Alberto Gilardino harus menerima kenyataan pahit dalam debutnya sebagai pelatih Parma. Hasil ini menjadi modal penting bagi Inter Milan untuk terus bersaing di papan atas, sekaligus menjadi bahan evaluasi serius bagi Parma agar segera memperbaiki performa di pertandingan selanjutnya.

Penulis: Syaifullah
Editor: Oktavianus A, Rudi Hamdani, Sukardi, Tri Widodo
Sumber Berita: Suara Landak