Tragis! Warga Jombang yang Jatuh di Selat Bali Ditemukan Tewas, Lima Hari Hilang [titlebase]

Foto: Istimewa

Tragis! Warga Jombang yang Jatuh di Selat Bali Ditemukan Tewas, Lima Hari Hilang [titlebase]

Kalimantan Update – 03 Oktober 2026 | Setelah lima hari operasi pencarian yang melelahkan, tim SAR gabungan akhirnya menemukan Warga Jombang yang jatuh di Selat Bali ditemukan tewas, lima hari hilang [titlebase]. Korban bernama Riski Firmansyah (23), pemuda asal Dusun Genukwatu, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, ditemukan mengapung di perairan Selat Bali pada Jumat, 2 Oktober 2026, sekitar pukul 15.10 WITA.

Korban sebelumnya dilaporkan hilang setelah diduga jatuh dari KMP Cemerlang 55 saat pelayaran dari Pelabuhan Ketapang menuju Gilimanuk pada Minggu, 27 September 2026. Kabar duka ini menutup pencarian intensif yang melibatkan berbagai instansi, sekaligus menegaskan Warga Jombang yang jatuh di Selat Bali ditemukan tewas, lima hari hilang [titlebase] sebagai fakta yang mengguncang keluarga dan masyarakat.

Kronologi Penemuan Korban

Koordinator Pos SAR Jembrana, Dewa Hendri Gunawan, mengungkapkan bahwa jasad korban ditemukan di posisi 2,5 nautical mile (NM) sebelah barat dari titik awal kejadian, tepatnya pada koordinat 8°07’58.74″S – 114°25’54.54″E. Penemuan ini berawal dari informasi kapal yang melintas di jalur Nusa yang melihat benda mencurigakan terapung. Tim SAR yang sedang menyisir ke arah utara langsung menuju lokasi dan mengevakuasi jenazah ke Teluk Waterbee pada pukul 15.30 WITA.

Setelah dievakuasi, jenazah dibawa ke Posko SAR Gabungan di Teluk Gilimanuk untuk proses identifikasi. Pihak keluarga yang hadir di lokasi langsung melakukan pengecekan fisik dan memastikan bahwa jenazah tersebut adalah benar Riski Firmansyah. “Setelah dilakukan pengecekan oleh pihak keluarga, korban dipastikan merupakan Riski Firmansyah,” ujar Kapolsek Kawasan Pelabuhan Gilimanuk, AKP Gusti Kade Alit Murdiasa.

Operasi SAR Lima Hari

Operasi pencarian pada hari kelima dimulai sejak pagi hari dengan melibatkan 18 personel tim SAR gabungan dari Sat Polairud Polres Jembrana, Ditpolairud Polda Bali, Batalyon C Pelopor Gilimanuk, TNI AL Pos Gilimanuk, serta Basarnas Jembrana. Tim membagi pencarian ke sejumlah sektor perairan, termasuk alur penyeberangan Ketapang-Gilimanuk, Prapat Agung, Pasir Putih, Segara Rupek, Cekik, Sumur Kembar, hingga Kelatakan, serta pesisir Pantai Penginuman dan kawasan Taman Nasional Bali Barat (TNBB).

Berbagai armada dikerahkan, seperti kapal patroli KP. XI-1025 Sat Polairud, RIB 01 Basarnas, Ship Tender Polairud, dan Sea Rider TNI AL. Selain penyisiran laut, tim juga melakukan penyisiran darat dan menerjunkan drone untuk pemantauan udara. Kasat Polairud Polres Jembrana, Iptu I Gede Ketut Suasnawa, menyatakan bahwa pencarian dilakukan secara terpadu dengan membagi personel dan armada ke sejumlah wilayah. “Selama lima hari, personel terus melakukan penyisiran di sektor perairan Selat Bali dengan memperhatikan kondisi dan perkembangan di lapangan,” katanya.

Evakuasi dan Penanganan Selanjutnya

Setelah proses administrasi awal selesai, jenazah korban dibawa menuju RSUD Negara menggunakan ambulans Sie Dokkes Polres Jembrana pada pukul 16.45 WITA. Operasi pencarian gabungan di Selat Bali resmi ditutup melalui apel konsolidasi pada pukul 17.00 WITA. Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya keselamatan pelayaran, terutama di jalur padat seperti Selat Bali.

Kisah Warga Jombang yang jatuh di Selat Bali ditemukan tewas, lima hari hilang [titlebase] menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban. Riski Firmansyah dikenal sebagai pemuda yang sedang menempuh perjalanan menuju Bali. Pihak berwenang mengimbau kepada seluruh pengguna jasa penyeberangan agar selalu berhati-hati dan mematuhi prosedur keselamatan selama berada di kapal.

Kesimpulan

Penemuan jasad Riski Firmansyah pada hari kelima menandai berakhirnya operasi SAR yang penuh tantangan. Warga Jombang yang jatuh di Selat Bali ditemukan tewas, lima hari hilang [titlebase] menjadi berita duka yang menggugah empati. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, dan kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak untuk lebih mengutamakan keselamatan dalam setiap pelayaran.

Penulis: Syaifullah, Oktavianus A, Rudi Hamdani, Sukardi, Tri Widodo
Editor: Syaifullah, Oktavianus A, Rudi Hamdani, Sukardi, Tri Widodo

Sumber Berita: RRI.co.id, JPNN.com Bali, Liputan6.com, detikBali, Balipost.com