Malaga vs Espanyol: Drama Gol Menit 93 dan Kontroversi Bryan Zaragoza

Foto: Istimewa

Malaga vs Espanyol: Drama Gol Menit 93 dan Kontroversi Bryan Zaragoza

Kalimantan Update – 13 Oktober 2026 | Pertandingan Malaga vs Espanyol dalam lanjutan jornada 8 LaLiga EA Sports 2026/27 berakhir dengan skor 1-1 di Stadion La Rosaleda. Laga yang digelar setelah jeda internasional ini menyajikan drama hingga menit akhir, dengan gol penyama kedudukan dari Adrián Niño pada menit 93 yang membuat tuan rumah Malaga CF menyelamatkan satu poin. Hasil ini menjadi pukulan bagi Espanyol yang sempat unggul lebih dulu melalui gol kontroversial Bryan Zaragoza.

Malaga vs Espanyol berjalan sengit sejak awal. Espanyol yang dilatih Manolo González membuka keunggulan pada kuarter pertama melalui aksi individu Bryan Zaragoza. Pemain sayap yang masih milik Bayern München itu mencetak gol perdananya untuk Espanyol dengan tembakan kaki kiri setelah menusuk dari sisi kanan. Namun, selebrasi golnya memicu polemik karena ia melakukan gestur provokatif ke arah tribun La Rosaleda, memicu kemarahan suporter tuan rumah.

Dalam wawancara usai laga, Bryan menjelaskan bahwa selebrasinya bukan bentuk permusuhan. “Tidak ada gestur ke mereka; saya hanya senang karena kesulitan mencetak gol, dan saya dedikasikan untuk anak dan istri saya. Jika ada yang tersinggung, saya minta maaf,” ujarnya. Ia juga menyinggung masa lalunya yang tidak pernah membela Malaga meski sempat diisukan akan bergabung pada musim panas lalu. “Mereka tidak pernah menginginkan saya dan saya tidak pernah bermain di sini; jadi tidak ada alasan untuk tidak merayakan gol,” tegasnya.

Memasuki babak kedua, Malaga vs Espanyol berbalik arah. Tuan rumah mengambil inisiatif serangan dan mengurung pertahanan Espanyol. Pelatih Malaga, Funes, memasukkan Rafita untuk menambah daya gedor di sayap kanan. Peluang demi peluang tercipta, termasuk sepakan Pablo Martínez yang membentur mistar gawang. Espanyol yang mencoba bertahan dengan blok rendah justru semakin tertekan.

Statistik pertandingan menunjukkan dominasi Malaga. Mereka melepaskan 15 tembakan dengan 7 mengarah ke gawang, sementara Espanyol hanya mencatatkan 9 tembakan dan 3 tepat sasaran. Dalam hal pertahanan, Malaga melakukan 23 penyelamatan dan 11 tekel sukses, sedangkan Espanyol mencatat 27 penyelamatan dan 17 tekel. Meski demikian, penyelesaian akhir yang buruk membuat Malaga baru bisa mencetak gol di menit terakhir.

Gol penyama kedudukan lahir dari kerja sama apik antara Rafita dan Adrián Niño. Umpan silang lambung dari sisi kanan disambut Niño dengan tembakan first-time yang tidak bisa dijangkau kiper Espanyol. Gol tersebut membungkam para pemain Espanyol yang sudah merasa mengamankan tiga poin. Bagi Niño, ini adalah gol keduanya di LaLiga musim ini dan menjadi penyelamat bagi Malaga yang sebelumnya hanya mengoleksi tiga poin.

Di kubu Malaga, debut Fernando Calero menjadi sorotan positif. Bek tengah yang baru pulih dari cedera tulang rusuk tersebut langsung dimainkan sebagai starter dan tampil solid sepanjang 90 menit. Calero mengaku senang bisa kembali bermain, meski sempat mengalami kram di akhir laga. “Saya merasa nyaman, meski setelah dua bulan absen, bermain penuh sangat berat. Saya berkomunikasi baik dengan Recio untuk mengawal Roberto,” ungkapnya.

Calero juga menyoroti perlawanan Espanyol yang berbahaya lewat serangan balik di babak pertama. “Espanyol menciptakan peluang dari kontra, tapi kami pantas mendapat hasil positif,” tambahnya. Kembalinya Calero memberikan opsi tambahan bagi lini belakang Malaga. Dari sisi fantasy, harga Calero yang di bawah satu juta euro di Biwenger dan LaLiga Fantasy menjadikannya pilihan murah yang menarik, meski perlu dipantau konsistensinya.

Dengan hasil ini, Malaga vs Espanyol meninggalkan catatan penting bagi kedua tim. Malaga naik ke posisi 16 dengan empat poin, sementara Espanyol tertahan di peringkat 12 dengan delapan poin. Espanyol gagal memanfaatkan momentum untuk kembali ke jalur kemenangan setelah dua kekalahan sebelumnya. Sementara itu, Malaga menunjukkan karakter pantang menyerah yang bisa menjadi modal berharga menghadapi jornada berikutnya.

Kesimpulannya, laga Malaga vs Espanyol menjadi contoh klasik sepak bola yang penuh drama. Gol menit akhir Adrián Niño menyelamatkan Malaga dari kekalahan, sekaligus menambah tekanan bagi Espanyol. Kontroversi selebrasi Bryan Zaragoza menambah bumbu persaingan, sementara debut Fernando Calero memberi harapan baru bagi lini pertahanan Malaga. Kedua tim masih memiliki pekerjaan rumah masing-masing jika ingin bersaing lebih tinggi di LaLiga musim ini.

Tags: