Shakhtar Donetsk di Pusaran Dua Isu Panas: Laga Kontra AEK dan Sengketa Kompensasi dengan Tottenham

Foto: Istimewa

Shakhtar Donetsk di Pusaran Dua Isu Panas: Laga Kontra AEK dan Sengketa Kompensasi dengan Tottenham

Kalimantan Update – 13 Oktober 2026 | Shakhtar Donetsk kembali menjadi sorotan dunia sepak bola internasional. Klub raksasa Ukraina itu tengah bersiap menghadapi laga krusial melawan AEK di ajang UEFA Champions League, namun di saat yang sama, mereka juga harus menyelesaikan polemik kompensasi dengan Tottenham Hotspur terkait winger Manor Solomon. Dua isu besar ini menempatkan Shakhtar Donetsk dalam posisi yang tidak mudah, baik di dalam maupun di luar lapangan.

Pertandingan antara Shakhtar Donetsk dan AEK dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 14 Oktober, pukul 16.00 waktu setempat. Laga ini merupakan pertemuan kedua di fase grup UEFA Champions League. Menariknya, meskipun bertajuk laga kandang bagi Shakhtar, pertandingan ini akan digelar di Stamford Bridge, London, akibat situasi keamanan di Ukraina yang masih belum kondusif. Siaran langsung dapat disaksikan melalui Disney+ Premium, sementara update menit demi menit tersedia di platform olahraga terkemuka.

Shakhtar Donetsk datang ke laga ini dengan modal yang cukup baik. Mereka memiliki skuad yang solid dan berpengalaman di kompetisi Eropa. Namun, AEK bukan lawan yang bisa dianggap remeh. Klub Yunani itu dikenal memiliki pertahanan disiplin dan serangan balik yang cepat. Pertemuan ini diprediksi berjalan ketat, mengingat kedua tim sama-sama membutuhkan poin untuk menjaga peluang lolos ke babak gugur.

Di sisi lain, CEO Shakhtar Donetsk, Sergei Palkin, tengah berupaya menyelesaikan sengketa dengan Tottenham Hotspur. Palkin berencana mengadakan pertemuan resmi dengan pihak Spurs untuk membahas kompensasi atas transfer Manor Solomon. Sebelumnya, Shakhtar Donetsk merasa dirugikan karena kehilangan Solomon secara gratis pada 2023 lalu. Saat itu, FIFA mengeluarkan aturan yang memungkinkan pemain asing di klub Ukraina dan Rusia untuk menangguhkan kontrak mereka menyusul invasi Rusia.

Shakhtar Donetsk menilai Solomon memiliki nilai pasar sekitar 20 juta euro atau setara Rp340 miliar. Klub berjuluk Hirnyky itu sendiri pernah membeli Solomon dari Maccabi Petah Tikva seharga 6,5 juta euro pada Januari 2019. Ketika Tottenham menjual Solomon ke West Ham United dengan nilai awal 5 juta poundsterling pada musim panas ini, Shakhtar Donetsk merasa berhak mendapatkan bagian dari penjualan tersebut.

Palkin mengungkapkan bahwa secara verbal, Tottenham pernah berjanji akan memberikan kompensasi jika Solomon dijual. Namun, hingga kini, belum ada kesepakatan resmi. “Kami akan datang kepada mereka secara resmi dengan usulan dan pandangan kami tentang situasi ini,” ujar Palkin. Ia menambahkan bahwa jika negosiasi menemui jalan buntu, Shakhtar Donetsk tidak menutup kemungkinan melibatkan pihak ketiga, seperti European Club Association atau Court of Arbitration for Sport (CAS).

Meski demikian, Palkin menegaskan bahwa pihaknya lebih memilih penyelesaian secara damai. “Jika mereka bersahabat dan kami setuju, maka masalah ini selesai. Lebih baik melakukannya dengan cara yang bersahabat,” tegasnya. Hingga berita ini diturunkan, pihak Tottenham Hotspur belum memberikan komentar resmi terkait rencana pertemuan tersebut.

Bagi Shakhtar Donetsk, penyelesaian sengketa ini penting untuk menjaga stabilitas keuangan klub. Di tengah ketidakpastian situasi di Ukraina, pemasukan dari transfer pemain menjadi salah satu sumber dana yang vital. Selain itu, fokus pada laga melawan AEK juga tidak bisa diganggu oleh urusan non-teknis. Pelatih dan pemain harus tetap berkonsentrasi penuh untuk meraih hasil maksimal.

Secara keseluruhan, Shakhtar Donetsk sedang berada di persimpangan antara ambisi sportif dan kebutuhan bisnis. Laga kontra AEK menjadi ujian mental dan taktik, sementara negosiasi dengan Tottenham menguji kecerdasan manajemen klub. Publik sepak bola dunia akan menyaksikan bagaimana Shakhtar Donetsk menavigasi kedua tantangan ini dalam waktu yang bersamaan.

Dengan segala dinamika yang ada, Shakhtar Donetsk tetap menunjukkan eksistensinya sebagai salah satu klub tangguh di Eropa. Apa pun hasilnya nanti, perjalanan mereka musim ini akan menjadi cerita menarik dalam peta persepakbolaan kontinental.

Penulis: Syaifullah
Editor: Oktavianus A
Sumber: BBC Sport, TyC Sports