ITSEC Asia Perluas Pasar Siber Afrika Lewat Kerja Sama Strategis dengan SGCI Pantai Gading

Foto: Istimewa

ITSEC Asia Perluas Pasar Siber Afrika Lewat Kerja Sama Strategis dengan SGCI Pantai Gading

Kalimantan Update – 13 Oktober 2026 | Langkah strategis kembali diambil oleh PT ITSEC Asia Tbk (CYBR) dalam memperluas jangkauan bisnisnya. Kali ini, ITSEC Asia Perluas Pasar Siber Afrika Lewat Kerja Sama dengan Société de Gestion et de Concept en Informatique (SGCI) yang berbasis di Pantai Gading. Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara anak usaha ISTEC Services Asia Ltd. dan SGCI. Ekspansi ini menjadi tonggak penting bagi ITSEC Asia karena untuk pertama kalinya perusahaan menyentuh pasar Afrika, setelah sebelumnya sukses di kawasan Asia Pasifik dan Timur Tengah.

Kemitraan strategis ini bertujuan menghadirkan kapabilitas operasi keamanan siber bagi institusi publik serta operator infrastruktur kritis di Pantai Gading. Dengan menggabungkan keahlian lokal SGCI dan dukungan teknologi canggih dari ITSEC Asia, kedua perusahaan berkomitmen meningkatkan ketahanan siber di negara tersebut. Langkah ITSEC Asia Perluas Pasar Siber Afrika Lewat Kerja Sama ini juga sejalan dengan meningkatnya kebutuhan akan perlindungan data di kawasan Afrika Barat yang tengah mengalami transformasi digital pesat.

Presiden Direktur ITSEC Asia, Andri Abdi, menyatakan bahwa ekspansi ini merupakan bagian dari visi perusahaan untuk menjadi pemain global di industri keamanan siber. “Kami melihat Afrika sebagai pasar yang potensial, terutama dengan pertumbuhan infrastruktur digital yang signifikan. Melalui kerja sama dengan SGCI, kami dapat memberikan solusi keamanan yang teruji dan disesuaikan dengan kebutuhan lokal,” ujarnya dalam keterangan resmi.

SGCI sendiri merupakan perusahaan teknologi informasi terkemuka di Pantai Gading yang memiliki jaringan luas di sektor publik dan swasta. Kolaborasi ini memungkinkan ITSEC Asia untuk mengakses pasar Afrika melalui pintu masuk Pantai Gading, sekaligus memperkuat posisinya sebagai penyedia layanan keamanan siber terintegrasi. ITSEC Asia Perluas Pasar Siber Afrika Lewat Kerja Sama ini juga membuka peluang transfer pengetahuan dan pengembangan kapasitas sumber daya manusia di bidang keamanan siber.

Dalam beberapa tahun terakhir, serangan siber di Afrika meningkat tajam, terutama pada sektor perbankan, pemerintahan, dan telekomunikasi. Menurut laporan Interpol, kerugian akibat kejahatan siber di Afrika mencapai miliaran dolar setiap tahunnya. Kondisi ini menciptakan permintaan yang tinggi akan layanan keamanan siber profesional. ITSEC Asia melihat celah tersebut sebagai peluang untuk menawarkan solusi menyeluruh, mulai dari penilaian risiko, pemantauan ancaman, hingga respons insiden.

Lebih lanjut, ITSEC Asia berencana membangun pusat operasi keamanan (Security Operations Center/SOC) di Pantai Gading yang akan melayani klien di seluruh Afrika Barat. SOC ini akan dilengkapi dengan teknologi kecerdasan buatan dan pembelajaran mesin untuk mendeteksi anomali secara real-time. Dengan demikian, ITSEC Asia Perluas Pasar Siber Afrika Lewat Kerja Sama tidak hanya sekadar penandatanganan MoU, tetapi juga investasi jangka panjang dalam ekosistem keamanan siber regional.

Selain itu, ITSEC Asia akan menyediakan program pelatihan dan sertifikasi bagi tenaga ahli lokal untuk meningkatkan kompetensi mereka di bidang keamanan siber. Hal ini diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja baru dan mengurangi kesenjangan keterampilan digital di Afrika. SGCI akan berperan sebagai mitra lokal yang memahami regulasi dan budaya setempat, sementara ITSEC Asia menyediakan teknologi dan metodologi yang telah terbukti.

Ekspansi ke Afrika ini juga merupakan bagian dari strategi jangka panjang ITSEC Asia untuk mendiversifikasi pendapatan dan mengurangi ketergantungan pada pasar domestik. Sebelumnya, perusahaan telah sukses menggarap proyek di beberapa negara Asia Tenggara seperti Malaysia, Singapura, dan Vietnam, serta di Timur Tengah melalui kerja sama dengan operator telekomunikasi besar. Kini, dengan ITSEC Asia Perluas Pasar Siber Afrika Lewat Kerja Sama, perusahaan menargetkan pertumbuhan pendapatan dari segmen internasional sebesar 30% dalam tiga tahun ke depan.

Analis industri menilai langkah ini sebagai keputusan tepat di tengah persaingan pasar keamanan siber global yang semakin ketat. Afrika, dengan populasi lebih dari 1,3 miliar jiwa dan adopsi teknologi yang cepat, menawarkan ruang pertumbuhan yang besar. Namun, tantangan seperti infrastruktur yang belum merata dan kurangnya kesadaran akan keamanan siber tetap menjadi hambatan yang harus diatasi bersama.

Ke depan, ITSEC Asia dan SGCI akan fokus pada sektor-sektor vital seperti perbankan, energi, dan pemerintahan. Mereka juga akan menjajaki kemungkinan kerja sama dengan lembaga-lembaga regional Afrika untuk menciptakan kerangka kerja keamanan siber yang lebih harmonis. Dengan komitmen kuat dan sinergi yang solid, kemitraan ini diharapkan dapat menjadi model bagi ekspansi perusahaan teknologi Indonesia ke pasar global.

Secara keseluruhan, langkah ITSEC Asia Perluas Pasar Siber Afrika Lewat Kerja Sama dengan SGCI Pantai Gading mencerminkan ambisi perusahaan untuk bersaing di panggung internasional. Ini bukan hanya tentang memperluas jaringan bisnis, tetapi juga tentang membangun kepercayaan dan memberikan nilai tambah bagi klien di Afrika. Keberhasilan ekspansi ini akan menjadi tolok ukur bagi perusahaan teknologi Indonesia lainnya yang ingin go global. Dengan strategi yang matang dan eksekusi yang tepat, ITSEC Asia berpotensi menjadi pemain kunci dalam industri keamanan siber di Afrika dan sekitarnya.