Zulhas Periksa Operasional Kopdes Merah Putih Jakarta, Target 15.000 Koperasi dalam 8 Hari

Foto: Istimewa

Zulhas Periksa Operasional Kopdes Merah Putih Jakarta, Target 15.000 Koperasi dalam 8 Hari

Kalimantan Update – 14 Oktober 2026 | Menteri Koordinator Pangan Zulkifli Hasan, yang akrab disapa Zulhas, memimpin rapat koordinasi terbatas di Kemenko Pangan, Jakarta Pusat, pada Rabu (14/10/2026). Rapat tersebut membahas persiapan pengecekan operasional program Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih. Dalam kesempatan itu, Zulhas Periksa Operasional Kopdes Merah Putih Jakarta sebagai langkah awal memastikan program berjalan sesuai target.

Pengecekan ini menjadi perhatian serius pemerintah karena Kopdes Merah Putih merupakan program strategis untuk memperkuat ekonomi desa. Zulhas Periksa Operasional Kopdes Merah Putih Jakarta tidak hanya sekadar kunjungan, tetapi juga memastikan bahwa seluruh infrastruktur, sumber daya manusia, dan sistem pendukung telah siap. Ia menekankan bahwa kehadiran agen perbankan di setiap Kopdes sangat penting untuk memfasilitasi transaksi keuangan warga desa.

Dalam rapat tersebut, Zulhas didampingi oleh Wakil Menteri Koperasi dan UKM, Joao, serta sejumlah pejabat terkait. Mereka membahas kendala yang mungkin dihadapi di lapangan, seperti keterbatasan akses internet, kurangnya pelatihan manajer, dan koordinasi dengan pemerintah daerah. Zulhas Periksa Operasional Kopdes Merah Putih Jakarta menjadi momentum untuk menyelesaikan berbagai permasalahan tersebut secara langsung.

Program Kopdes Merah Putih sendiri bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa melalui penyediaan layanan simpan pinjam, distribusi sembako, dan pemasaran hasil pertanian. Dengan target 15.000 Kopdes dalam delapan hari, pemerintah ingin memastikan bahwa seluruh Kopdes dapat beroperasi secara optimal sebelum akhir tahun. Zulhas berharap pengecekan ini dapat mengidentifikasi masalah secara dini sehingga solusi dapat segera diterapkan.

Selain itu, Zulhas juga menginstruksikan agar setiap Kopdes memiliki manajer yang kompeten dan agen perbankan yang terlatih. Ia meminta jajarannya untuk bekerja sama dengan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) guna menyediakan layanan perbankan di desa-desa. “Kita tidak ingin ada Kopdes yang mangkrak. Semua harus berjalan sesuai rencana,” tegasnya.

Pengecekan operasional ini akan dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia. Zulhas Periksa Operasional Kopdes Merah Putih Jakarta menjadi contoh bagaimana pemerintah pusat turun langsung ke lapangan. Ia juga mengingatkan bahwa program ini merupakan arahan langsung Presiden, sehingga seluruh pihak harus bekerja keras untuk mewujudkannya.

Dalam laporan yang diterima, beberapa Kopdes di Jakarta dan sekitarnya telah menunjukkan kemajuan positif. Namun, masih ada kendala seperti keterlambatan pengiriman barang dan kurangnya sosialisasi kepada masyarakat. Zulhas meminta agar sosialisasi ditingkatkan melalui kerja sama dengan tokoh desa dan karang taruna.

Ke depan, pemerintah akan melakukan evaluasi menyeluruh setelah delapan hari pengecekan. Hasil evaluasi akan menjadi dasar untuk perbaikan program. Zulhas menargetkan agar seluruh Kopdes Merah Putih dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat desa, terutama dalam hal akses permodalan dan pemasaran produk.

Dengan pengecekan ini, diharapkan program Kopdes Merah Putih dapat berjalan lancar dan berkelanjutan. Zulhas Periksa Operasional Kopdes Merah Putih Jakarta menjadi bukti komitmen pemerintah dalam membangun ekonomi dari desa. Masyarakat pun diimbau untuk aktif berpartisipasi dan memanfaatkan layanan yang tersedia.

Sebagai penutup, langkah Zulhas memeriksa operasional Kopdes Merah Putih Jakarta patut diapresiasi. Namun, keberhasilan program ini tidak hanya bergantung pada pengecekan, tetapi juga pada dukungan semua pihak. Dengan kerja sama yang baik, Kopdes Merah Putih dapat menjadi penggerak ekonomi desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.