Leicester vs Peterborough: Kekalahan Memalukan, Bisakah Russell Martin Bertahan?
Kalimantan Update – 15 Oktober 2026 | Pertandingan Leicester vs Peterborough pada pekan lalu berakhir dengan kekecewaan mendalam bagi para pendukung Leicester City. The Foxes tumbang 1-3 di hadapan publik sendiri, King Power Stadium, Sabtu lalu. Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi manajer Russell Martin yang kini berada di ujung tanduk. Leicester vs Peterborough menyisakan luka karena Peterborough yang dilatih Robbie Savage berhasil unggul 3-0 di babak pertama, mempermalukan tuan rumah yang seharusnya menjadi favorit di League One.
Kekalahan dari Leicester vs Peterborough membuat Leicester City terpuruk di peringkat 17 klasemen League One, hanya terpaut satu poin dari zona degradasi. Ini merupakan hasil yang sangat kontras dengan ekspektasi awal musim yang menempatkan mereka sebagai kandidat kuat juara. Russell Martin, yang baru menangani tim musim ini, baru mengantongi dua kemenangan liga. Tekanan pun semakin meningkat setelah kekalahan ketiga di kandang, menyusul hasil buruk sebelumnya melawan Burton Albion dan Oxford United.
Meski demikian, sebuah superkomputer dari Bettrades, BETSiE, masih memprediksi Leicester City akan menjuarai League One musim ini. Menurut simulasi yang dilakukan 100.000 kali, The Foxes diproyeksikan finis di puncak dengan raihan 81,4 poin dan probabilitas juara mencapai 39,6 persen. Angka ini memang menurun dibandingkan prediksi sebelum kekalahan dari Peterborough, yaitu 84,8 poin dengan peluang 54,6 persen. Superkomputer tersebut menganalisis hasil pertandingan musim lalu, pramusim, performa terkini, serta data xG dan nilai pemain dari Transfermarkt.
Namun, prediksi superkomputer tidak sejalan dengan realitas di lapangan. Simon Jordan, mantan pemilik Crystal Palace yang kini menjadi komentator talkSPORT, memberikan peringatan keras kepada Russell Martin. Menurutnya, jika hasil buruk terus berlanjut, kursi kepelatihan Martin akan segera melayang. Jordan menyoroti kekalahan memalukan dari Leicester vs Peterborough, di mana Robbie Savage yang notabene mantan pemain Leicester justru sukses membawa Peterborough menang telak. “Anda tidak ingin Robbie Savage datang sebagai pahlawan Leicester dengan Peterborough di pertandingan pertama setelah jeda internasional dan sudah tertinggal 3-0 setelah setengah jam,” ujar Jordan. Ia menambahkan bahwa tekanan dari fans yang semakin vokal akan mempercepat pemecatan Martin jika tidak segera meraih kemenangan.
Di sisi lain, Direktur Olahraga Leicester City, James McCarron, dalam wawancara pertamanya sejak bergabung, memberikan dukungan penuh kepada Martin. Ia yakin pelatih berusia 40 tahun itu masih bisa membawa klub keluar dari keterpurukan. Namun, dukungan verbal tidak akan cukup jika hasil di lapangan tidak membaik. Leicester City selanjutnya akan menghadapi Doncaster Rovers pada Sabtu mendatang, tim yang memiliki poin sama dengan mereka. Doncaster sendiri sedang dalam tren positif setelah memenangi dua laga terakhir, termasuk kemenangan 2-0 atas Peterborough. Laga ini akan menjadi ujian berat sekaligus peluang bagi Martin untuk membuktikan bahwa ia layak mempertahankan jabatannya.
Melihat situasi saat ini, ada beberapa poin krusial yang harus segera dibenahi Leicester City:
- Pertahanan yang rapuh, terbukti kebobolan tiga gol dalam 30 menit pertama melawan Peterborough.
- Konsistensi performa, dengan hanya dua kemenangan dari delapan laga liga.
- Mentalitas pemain yang tampak down setelah beberapa kekalahan di kandang.
- Dukungan dari fans yang mulai goyah dan berpotensi menciptakan atmosfer negatif.
Jika Leicester City gagal meraih hasil positif melawan Doncaster, bukan tidak mungkin manajemen akan segera mengambil tindakan tegas. Sejarah menunjukkan bahwa klub sebesar Leicester tidak bisa berlama-lama terpuruk di zona degradasi League One. Prediksi superkomputer memang memberikan harapan, tetapi sepak bola dimainkan di lapangan, bukan di atas kertas. Kekalahan dari Leicester vs Peterborough menjadi alarm bahwa perjalanan musim ini tidak akan semudah yang dibayangkan.
Kesimpulannya, meskipun superkomputer masih menjagokan Leicester City sebagai juara, tekanan terhadap Russell Martin sangat nyata. Kekalahan dari Leicester vs Peterborough telah membuka mata banyak pihak bahwa tim ini masih jauh dari kata siap. Pertandingan melawan Doncaster Rovers akan menjadi penentu apakah Martin masih mendapat kepercayaan atau harus segera mengucapkan selamat tinggal. Bagi para pendukung, harapan tetap ada, tetapi kesabaran mulai menipis. Leicester City harus segera bangkit sebelum terlambat.
Penulis: Syaifullah
Editor: Rudi Hamdani
Sumber Berita: LeicestershireLive
