Ajax Dihantui Lapangan Lumpur dan Teror Suporter di Split

Foto: Istimewa

Ajax Dihantui Lapangan Lumpur dan Teror Suporter di Split

Kalimantan Update – 15 Oktober 2026 | Ajax akan menghadapi Hajduk Split dalam laga perdana Conference League di Stadion Poljud, Kamis malam, namun kekhawatiran besar menyelimuti pertandingan ini. Bukan hanya soal kualitas lawan, tetapi juga kondisi lapangan yang dikabarkan berubah menjadi lumpur setelah hujan deras mengguyur Split akhir pekan lalu. Kondisi ini memaksa Ajax untuk mengambil langkah ekstra hati-hati, termasuk membatalkan sesi latihan resmi di stadion sehari sebelum pertandingan.

Menurut regulasi UEFA, klub tuan rumah wajib berupaya maksimal menyiapkan lapangan dalam kondisi terbaik. Namun, tidak ada standar pasti soal kelayakan lapangan. Wasit yang bertugas akan memutuskan pada hari pertandingan dengan mempertimbangkan keselamatan pemain dan perilaku bola. Jika lapangan dinilai tidak layak, pertandingan bisa ditunda dan mengikuti protokol UEFA untuk laga tertunda. Keputusan Ajax untuk tidak berlatih di Poljud dianggap sebagai sinyal kekhawatiran terhadap kondisi rumput yang rusak.

Pelatih Ajax, Míchel Sánchez, harus memutar otak menyusun strategi di tengah badai cedera. Beberapa pemain kunci absen, seperti Steven Berghuis, Yves Bissouma yang tidak memenuhi syarat, dan sejumlah nama lain. Míchel kemungkinan besar akan menurunkan formasi terbaiknya dengan Marc-André ter Stegen di bawah mistar, sementara lini belakang dihuni Lucas Rosa, Thilo Kehrer, Youri Baas, dan Owen Wijndal. Di lini tengah, Sofyan Amrabat dan Julian Brandt hampir pasti tampil, dengan Jorthy Mokio atau Davy Klaassen melengkapi trio. Sementara di lini depan, Viktor Tsygankov, Tolu Arokodare, dan Oscar Gloukh diprediksi menjadi trisula utama.

Julian Brandt sendiri enggan menyebut Ajax sebagai favorit juara. Baginya, status favorit harus dibuktikan di lapangan. “Saya tidak punya jawaban untuk itu,” ujarnya dalam konferensi pers. “Kami harus memenangkan setiap pertandingan dulu.” Meski demikian, tekanan tetap tinggi mengingat Ajax adalah salah satu klub besar di kompetisi ini.

Di luar urusan taktik, ancaman nyata justru datang dari suporter Hajduk Split. Seorang penggemar Ajax membagikan kisah mengerikan saat tiba di Split. Setelah turun dari taksi pada tengah malam, ia dan rombongannya langsung dikepung sekitar dua puluh pria bertopeng dengan senjata. Fabian Nagtzaam, Direktur Supportersvereniging Ajax, membagikan cerita tersebut untuk memperingatkan suporter lain. “Ini benar-benar berbeda,” tulisnya. Taxi diduga memberi informasi kedatangan suporter Ajax kepada kelompok keras Hajduk, sehingga mereka sudah menunggu di lokasi.

Insiden ini bukan yang pertama. Sebelumnya, polisi Kroasia menangkap delapan belas suporter Ajax secara preventif untuk mencegah bentrokan. Mereka dilaporkan membawa senjata tajam. Foto-foto penangkapan juga menunjukkan batu-batu besar di meja teras kafe. Ajax telah memperingatkan para pendukungnya untuk berhati-hati, dan polisi meningkatkan patroli di bandara serta pusat kota.

Mantan pelatih Hajduk Split, Ivan Katalinic, menilai keluhan Ajax soal lapangan berlebihan. “Orang-orang Belanda itu tidak perlu mengeluh. Mereka hanya khawatir kehilangan poin,” ujarnya. Katalinic mengenang era 1990-an ketika Ajax mendominasi Eropa di bawah Louis van Gaal. Namun, ia yakin pertandingan akan tetap berjalan meski kondisi lapangan buruk.

Ajax datang ke Split dengan misi meraih poin penuh untuk mengamankan peluang lolos ke babak berikutnya. Namun, kombinasi lapangan yang tidak ideal, cedera pemain, dan teror suporter menjadi ujian berat. Para pemain dituntut tetap fokus dan profesional. Jika lapangan benar-benar tidak layak, wasit bisa menunda pertandingan, tetapi risiko keamanan di luar stadion tetap menjadi bayang-bayang.

Pertandingan ini bukan sekadar duel sepak bola, melainkan juga ujian mental dan keselamatan. Ajax harus siap menghadapi tekanan di dalam dan luar lapangan. Dukungan suporter yang hadir pun diimbau untuk selalu waspada dan tidak bepergian sendirian. Apapun hasilnya, laga di Poljud akan menjadi catatan penting dalam perjalanan Ajax di Conference League musim ini.