Kalimantan Update – 04 Oktober 2026 | Manajemen PSIM Yogyakarta sukses menggelar program PSIM Yogyakarta Sosialisasi Peluang Karier Industri Sepak Bola di ITB pada Selasa (29/9/2026) di Yogyakarta. Kegiatan yang bertajuk PSIM Goes to Campus ini menjadi jembatan antara dunia akademis dan praktik nyata industri olahraga nasional. Dalam sesi tersebut, jajaran Laskar Mataram memaparkan secara mendalam mengenai struktur operasional, komersial, hingga manajerial sebuah klub sepak bola profesional. Mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) yang hadir mendapatkan gambaran konkret tentang bagaimana teori-teori yang mereka pelajari di bangku kuliah diterapkan dalam bisnis dan tata kelola klub modern.
Delegasi PSIM Yogyakarta dipimpin langsung oleh Presiden Direktur Liana Tasno, didampingi Head of Football Operations Sucitra Cita dan Commercial and Sponsorship Manager Halifa Difa. Dalam paparannya, Liana menegaskan bahwa industri sepak bola tidak hanya membutuhkan pemain berbakat, tetapi juga sumber daya manusia yang kompeten di bidang manajemen, pemasaran, keuangan, dan teknologi. “Kami ingin mahasiswa melihat bahwa sepak bola adalah industri yang kompleks dan menawarkan banyak peluang karier,” ujarnya. Kegiatan PSIM Yogyakarta Sosialisasi Peluang Karier Industri Sepak Bola di ITB ini pun disambut antusias oleh peserta yang sebagian besar berasal dari program studi Teknik Industri, Manajemen, dan Teknologi Informasi.
Dalam sesi presentasi, Sucitra Cita menjelaskan tentang operasional tim, mulai dari perencanaan latihan, analisis pertandingan, hingga manajemen logistik selama kompetisi. Ia menekankan pentingnya data dan teknologi dalam pengambilan keputusan di lapangan. Sementara itu, Halifa Difa memaparkan strategi komersial klub, termasuk bagaimana menjalin kemitraan dengan sponsor, mengelola hak siar, dan mengembangkan produk merchandise. “Kami membuka pintu bagi mahasiswa yang ingin magang atau bahkan berkarier di PSIM. Ada banyak peran di balik layar yang jarang terekspos, namun krusial bagi kesuksesan tim,” jelas Halifa.
Program PSIM Goes to Campus ini merupakan bagian dari komitmen klub untuk berkontribusi pada pengembangan ekosistem sepak bola nasional. Melalui PSIM Yogyakarta Sosialisasi Peluang Karier Industri Sepak Bola di ITB, manajemen berharap dapat menginspirasi generasi muda untuk tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga pelaku aktif di industri olahraga. Para mahasiswa diajak untuk memahami berbagai lini karier, seperti analis data, spesialis pemasaran digital, manajer komunitas, hingga pengembang bisnis. Tidak hanya itu, mereka juga diberi kesempatan untuk bertanya langsung kepada para praktisi tentang tantangan dan peluang di dunia sepak bola profesional.
Acara ini juga menjadi ajang berbagi pengalaman tentang bagaimana PSIM Yogyakarta mengelola klub di tengah tantangan pandemi dan dinamika kompetisi nasional. Mahasiswa mendapatkan wawasan tentang pentingnya tata kelola yang transparan, manajemen risiko, serta inovasi dalam menghadapi perubahan lanskap industri. Beberapa peserta mengaku terinspirasi dan tertarik untuk mengeksplorasi karier di bidang olahraga, yang selama ini mungkin dianggap sebelah mata dibandingkan sektor lain.
Ke depan, PSIM Yogyakarta berencana memperluas jangkauan program serupa ke kampus-kampus lain di Indonesia. Mereka juga akan membuka program magang dan pelatihan bersertifikat bagi mahasiswa yang ingin mendalami industri sepak bola. Dengan demikian, PSIM Yogyakarta Sosialisasi Peluang Karier Industri Sepak Bola di ITB bukan sekadar kegiatan satu kali, melainkan awal dari gerakan yang lebih besar untuk mengangkat kualitas industri olahraga tanah air.
Sebagai kesimpulan, langkah PSIM Yogyakarta dalam mengedukasi mahasiswa tentang peluang karier di industri sepak bola patut diapresiasi. Melalui program PSIM Goes to Campus, klub tidak hanya memperkuat brand awareness, tetapi juga berkontribusi pada pengembangan sumber daya manusia Indonesia di sektor olahraga. Diharapkan semakin banyak klub dan institusi pendidikan yang mengikuti jejak ini, sehingga ekosistem sepak bola nasional dapat tumbuh lebih profesional dan berdaya saing global.
Penulis: Syaifullah
Editor: Oktavianus A, Rudi Hamdani, Sukardi, Tri Widodo
Sumber Berita: Suara Landak

