FCSB dalam Pusaran Drama: Stancu Terpinggirkan, Nsimba Batal, Reghecampf Bebas, dan Kritik Mutu untuk Garita
Kalimantan Update – 15 Oktober 2026 | FCSB kembali menjadi sorotan utama dalam dinamika sepak bola Romania. Klub berjuluk roș-albaștrii itu tengah menghadapi berbagai persoalan internal yang menyita perhatian publik, mulai dari nasib pemain muda yang terpinggirkan, kegagalan transfer, hingga kritik tajam dari legenda sepak bola Romania. Situasi ini menggambarkan betapa kompleksnya manajemen tim yang diasuh oleh Laurențiu Reghecampf tersebut.
Kisah pertama datang dari bek muda Luca Stancu. Pemain berusia 21 tahun yang didatangkan secara gratis dari Hermannstadt pada musim panas lalu itu kini benar-benar terpinggirkan di FCSB. Meski mampu bermain sebagai bek kanan maupun bek kiri, Stancu hanya mencatatkan total 69 menit bermain di SuperLiga Romania musim ini. Ia tampil selama 14 menit melawan FK Csikszereda, 26 menit kontra UTA Arad, dan 29 menit dalam derby melawan Dinamo. Penampilan terakhirnya terjadi pada 5 September 2026, dan sejak saat itu ia tak pernah lagi menginjakkan kaki di lapangan, selalu menghuni bangku cadangan.
Penyebab utama terpinggirkannya Stancu adalah pesatnya perkembangan Ricardo Pădurariu. Bek muda tersebut berhasil merebut posisi starter dan menjadi andalan FCSB untuk memenuhi regulasi U21. Manajemen klub bahkan melihat Pădurariu sebagai aset berharga yang berpotensi mendatangkan transfer besar di masa depan. Hal ini membuat peluang Stancu untuk kembali ke starting eleven semakin tipis, baik di posisi bek kiri maupun bek kanan, terlebih dengan kehadiran Valentin Crețu yang masih dipercaya Reghecampf.
Sementara itu, upaya FCSB untuk mendatangkan striker Steven Nsimba dari Universitatea Craiova resmi menemui jalan buntu. Presiden CA FCSB, Mihai Stoica, dengan tegas menyatakan bahwa negosiasi telah ditutup. “Tidak. Sudah ditutup,” ujar Stoica singkat. Sebelumnya, Gigi Becali selaku pemilik klub telah berusaha keras membujuk Nsimba dengan tawaran gaji bulanan sekitar 25.000 euro plus bonus 100.000 euro, jauh lebih tinggi dari upahnya di Craiova yang hanya 9.000 euro per bulan. Namun, pemain asal Prancis itu menolak pindah ke sesama klub Liga 1 Romania dan memilih bertahan di Bănie sambil menunggu tawaran dari luar negeri. Nsimba sendiri tampil impresif musim ini dengan mencetak delapan gol dalam 17 pertandingan bersama Craiova.
Kabar baik datang dari kursi pelatih. Laurențiu Reghecampf akhirnya bebas dari sanksi setelah Komisi Disiplin FRF memutuskan untuk menolak permohonan Universitatea Craiova. Sebelumnya, Reghecampf sempat terancam hukuman berat akibat tunggakan denda yang belum dibayarkan kepada klub lamanya. Berkat pelunasan yang dilakukan oleh pihak FCSB, ia kini dapat kembali melatih secara penuh. Reghecampf bahkan sudah mendampingi tim saat kemenangan 1-0 atas Oțelul Galați. “Sudah jelas akan selesai. Reghecampf telah membayar selama dua tahun. Sekarang, jumlahnya sudah lunas. Dia beritikad baik,” ujar Mihai Stoica menanggapi keputusan tersebut.
Di sisi lain, legenda sepak bola Romania, Adrian Mutu, mengkritik tajam strategi perekrutan FCSB terkait striker Arnold Garita. Menurut Mutu, penyerang asal Kamerun itu kesulitan beradaptasi karena perbedaan gaya bermain. Di FC Argeș, Garita bersinar dalam skema serangan balik yang mengandalkan ruang luas. Namun di FCSB, ia dituntut bermain dalam penguasaan bola dominan dan ruang sempit. “Ini masalah scouting. FCSB butuh pemain teknis yang bisa bergerak di ruang sempit, bukan penyerang tipe target man seperti Garita,” tegas Mutu. Ia juga menyebut kasus serupa pernah terjadi pada Gregory Tade pada 2015. Mutu menilai Nsimba akan lebih cocok karena sudah terbiasa dengan gaya bermain tim besar seperti Craiova.
Dengan berbagai dinamika ini, FCSB berada di persimpangan jalan. Manajemen harus segera membenahi strategi transfer dan manajemen skuad jika ingin tetap bersaing di papan atas. Keputusan-keputusan penting di bursa transfer musim dingin nanti akan sangat menentukan arah tim asuhan Reghecampf. Akankah mereka mampu bangkit, atau justru semakin terpuruk dalam pusaran masalah? Waktu yang akan menjawab.
