Kalimantan Update – 16 Oktober 2026 | Langkah pasangan ganda putri Indonesia, Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum, harus terhenti di babak kedua Denmark Open 2026. Bertanding di Odense, wakil Merah Putih itu menyerah dua gim langsung dari pasangan India, Treesa Jolly/Gayatri Gopichand Pullela, dengan skor 16-21 dan 17-21. Hasil ini membuat Rachel Febi Terhenti di Denmark Open setelah Kalah di Odense, sekaligus memupus harapan mereka untuk melaju lebih jauh di turnamen level Super 750 tersebut.
Pertandingan yang berlangsung di Jyske Bank Arena, Odense, memperlihatkan dominasi permainan cepat dan variatif dari pasangan India. Sejak awal gim pertama, Treesa/Gayatri langsung menekan melalui serangan-serangan tajam dan penempatan bola yang menyulitkan. Rachel/Febi sempat memberikan perlawanan sengit dan mendekatkan skor, namun lawan tetap mampu menjaga keunggulan hingga menutup gim pertama dengan 21-16.
Memasuki gim kedua, pasangan Indonesia mencoba mengubah strategi dengan mempercepat tempo dan memperbanyak serangan dari depan net. Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil maksimal. Treesa/Gayatri tetap solid dan konsisten menerapkan pola serangan yang membuat Rachel/Febi kesulitan mengembangkan permainan. Kesalahan sendiri yang kerap terjadi di poin-poin krusial semakin memperbesar jarak. Gim kedua pun berakhir 21-17 untuk kemenangan pasangan India.
Analisis Kekalahan: Kesulitan Membaca Pola Lawan
Usai pertandingan, Rachel Allessya Rose mengungkapkan bahwa pola serangan Treesa Jolly menjadi kendala utama bagi pasangan Indonesia. Ia menyebut gestur pukulan lawan kerap membuat antisipasi mereka terlambat. “Kami kesulitan membaca perubahan tempo dan variasi pukulan mereka. Gestur pukulan Treesa sering membuat kami terlambat bergerak,” ujar Rachel dalam keterangan resmi usai laga.
Senada dengan Rachel, Febi Setianingrum menambahkan bahwa komunikasi di lapangan juga sempat terganggu karena tekanan lawan yang tidak memberi ruang untuk berkembang. “Mereka bermain sangat rapat dan agresif. Kami sudah berusaha keluar dari tekanan, tapi memang belum berhasil,” imbuhnya.
Kekalahan ini menjadi catatan penting bagi pasangan peringkat 15 dunia tersebut. Sepanjang pertandingan, Rachel/Febi tercatat melakukan 12 kesalahan sendiri, sementara pasangan India mampu memanfaatkan setiap peluang menjadi poin. Data statistik menunjukkan Treesa/Gayatri unggul dalam hal serangan smes (18-10) dan net kill (9-4), yang menjadi bukti betapa efektifnya pola serangan mereka.
Rekap Pertandingan
| Pasangan | Gim 1 | Gim 2 | Hasil |
|---|---|---|---|
| Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum (Indonesia) | 16 | 17 | Kalah |
| Treesa Jolly/Gayatri Gopichand Pullela (India) | 21 | 21 | Menang |
Dengan hasil ini, Rachel Febi Terhenti di Denmark Open setelah Kalah di Odense dan harus mengakui keunggulan lawan. Kekalahan ini juga menambah daftar panjang pertemuan antara kedua pasangan, di mana Treesa/Gayatri kini unggul 3-1 dalam rekor pertemuan mereka.
Jadwal Selanjutnya dan Harapan
Meski tersingkir, Rachel/Febi masih memiliki agenda padat di turnamen-turnamen berikutnya. Mereka dijadwalkan tampil di French Open 2026 yang akan berlangsung pekan depan di Paris. Pelatih ganda putri Indonesia, Eng Hian, menyatakan bahwa tim akan segera melakukan evaluasi menyeluruh. “Kami akan memperbaiki aspek antisipasi dan variasi serangan. Rachel/Febi punya potensi besar, tetapi mereka perlu lebih adaptif terhadap gaya lawan,” ujarnya.
Kegagalan di Denmark Open menjadi pelajaran berharga bagi pasangan muda ini. Dukungan dari pecinta bulu tangkis Tanah Air tetap mengalir, berharap Rachel/Febi dapat bangkit dan tampil lebih baik di turnamen selanjutnya. Sebab, perjalanan mereka masih panjang dan kesempatan untuk meraih prestasi tertinggi masih terbuka lebar.
Rachel Febi Terhenti di Denmark Open setelah Kalah di Odense bukan akhir dari segalanya. Justru, momen ini menjadi cambuk untuk lebih gigih berlatih dan memperbaiki kelemahan. Publik Indonesia tentu menantikan aksi mereka di lapangan berikutnya, dengan harapan dapat membawa pulang gelar juara.
Demikian laporan dari Odense. Kekalahan ini menegaskan bahwa persaingan di sektor ganda putri semakin ketat, dan setiap detail permainan menjadi penentu. Rachel/Febi diharapkan dapat segera bangkit dan kembali bersaing di papan atas dunia.

