Orang Tua Perlu Atasi GTM Anak untuk Cegah Risiko Wasting, Simak Langkahnya

Foto: Istimewa

Orang Tua Perlu Atasi GTM Anak untuk Cegah Risiko Wasting, Simak Langkahnya

Kalimantan Update – 16 Oktober 2026 | Suara Landak – Penolakan makanan yang berlangsung lama pada anak dapat membuat kebutuhan nutrisi tidak terpenuhi dan menghambat pertumbuhan. Orang Tua Perlu Atasi GTM Anak untuk Cegah Risiko Wasting sejak dini, karena kondisi ini dapat berdampak serius pada kesehatan si kecil. Gerakan Tutup Mulut (GTM) merupakan istilah untuk perilaku anak yang menolak makanan saat waktu makan. Bentuknya beragam, mulai dari tidak mau membuka mulut, hanya menyantap beberapa suap, hingga menangis saat diberi makan.

Wasting adalah kondisi berat badan anak yang rendah menurut tinggi badannya, yang mengindikasikan kekurangan gizi akut. Jika dibiarkan, wasting dapat memengaruhi perkembangan kognitif dan imunitas anak. Oleh karena itu, Orang Tua Perlu Atasi GTM Anak untuk Cegah Risiko Wasting dengan strategi yang tepat.

Mengenali Penyebab GTM

Sebelum mengambil tindakan, penting bagi orang tua untuk memahami akar penyebab GTM. Beberapa faktor umum meliputi:

  • Anak sedang sakit, misalnya demam atau sariawan, sehingga sulit menelan.
  • Anak belum lapar karena terlalu banyak ngemil atau minum susu menjelang makan.
  • Kebosanan terhadap menu makanan yang itu-itu saja.
  • Pengalaman makan yang tidak menyenangkan, seperti dipaksa atau dimarahi.
  • Gangguan sensorik atau motorik oral yang memerlukan penanganan ahli.

Dengan mengetahui penyebabnya, orang tua dapat memilih solusi yang lebih efektif. Orang Tua Perlu Atasi GTM Anak untuk Cegah Risiko Wasting tidak cukup hanya dengan membujuk anak, tetapi juga memperbaiki pola asuh makan.

Langkah Praktis Mengatasi GTM

Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan orang tua untuk mengatasi GTM dan mencegah wasting:

  1. Ciptakan suasana makan yang menyenangkan. Hindari memaksa atau mengancam anak. Sajikan makanan dengan tampilan menarik, misalnya membentuk makanan menjadi karakter lucu.
  2. Beri contoh yang baik. Makan bersama keluarga dan tunjukkan bahwa makanan itu lezat. Anak cenderung meniru perilaku orang dewasa.
  3. Atur jadwal makan teratur. Berikan makanan utama dan selingan dengan jeda minimal 2 jam. Batasi konsumsi susu atau camilan manis sebelum makan.
  4. Libatkan anak dalam menyiapkan makanan. Ajak anak memilih menu atau membantu mencuci sayur. Ini meningkatkan minat mereka terhadap makanan.
  5. Konsultasi ke dokter atau ahli gizi. Jika GTM berlangsung lebih dari dua minggu dan berat badan anak turun, segera cari bantuan profesional.

Orang tua juga perlu memantau pertumbuhan anak secara rutin, minimal sebulan sekali, dengan menimbang berat badan dan mengukur tinggi badan. Catat perkembangan di Kartu Menuju Sehat (KMS) atau aplikasi digital. Deteksi dini wasting dapat mencegah komplikasi lebih lanjut.

Peran Lingkungan dan Edukasi

Lingkungan sekitar, termasuk keluarga besar dan pengasuh, turut memengaruhi keberhasilan penanganan GTM. Edukasi tentang gizi seimbang dan pola asuh positif perlu disosialisasikan. Orang Tua Perlu Atasi GTM Anak untuk Cegah Risiko Wasting menjadi tanggung jawab bersama, bukan hanya ibu atau ayah saja.

Pemerintah melalui posyandu dan puskesmas juga gencar melakukan penyuluhan gizi. Orang tua dapat memanfaatkan layanan tersebut untuk berkonsultasi mengenai kesulitan makan anak. Selain itu, pastikan anak mendapatkan imunisasi lengkap dan vitamin A sesuai jadwal untuk mendukung daya tahan tubuh.

Dalam jangka panjang, mengatasi GTM tidak hanya mencegah wasting, tetapi juga mendukung tumbuh kembang optimal. Anak yang terbiasa makan sehat akan memiliki berat badan ideal, tinggi badan sesuai usia, serta kemampuan kognitif yang lebih baik. Orang Tua Perlu Atasi GTM Anak untuk Cegah Risiko Wasting adalah investasi berharga bagi generasi penerus bangsa.

Kesimpulan

Gerakan Tutup Mulut pada anak bukanlah hal sepele. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat memicu kekurangan gizi akut atau wasting yang berdampak pada kualitas hidup anak. Orang tua perlu mengenali penyebab GTM, menerapkan strategi makan yang positif, dan rutin memantau pertumbuhan. Jangan ragu untuk mencari bantuan tenaga kesehatan jika masalah berlanjut. Dengan kesabaran dan pengetahuan yang tepat, risiko wasting dapat dicegah, dan anak dapat tumbuh sehat serta ceria.

Penulis: Syaifullah
Editor: Oktavianus A
Sumber: Suara Landak