Unika Atma Jaya Kenalkan STEM kepada 156 Siswa SD Tarakanita lewat Praktik di Enam Laboratorium

Foto: Istimewa

Unika Atma Jaya Kenalkan STEM kepada 156 Siswa SD Tarakanita lewat Praktik di Enam Laboratorium

Kalimantan Update – 16 Oktober 2026 | Unika Atma Jaya Kenalkan STEM kepada 156 Siswa SD Tarakanita melalui kegiatan praktik langsung di Science Techno Park kampus BSD, Tangerang Selatan. Sebanyak 156 siswa kelas 5 SD Tarakanita mengikuti pengenalan sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM) di Science Techno Park Unika Atma Jaya, kampus BSD, Tangerang Selatan, Jumat, 16 Oktober 2026. Kegiatan tersebut digelar bersamaan dengan peluncuran Science Techno Park Unika Atma Jaya untuk memperkenalkan STEM sejak sekolah dasar.

Rektor Unika Atma Jaya, Yuda Turana, mengatakan kampus membuka akses laboratorium agar siswa memperoleh pengalaman sains yang belum tentu mereka dapatkan di sekolah. Menurutnya, pengalaman langsung di laboratorium menjadi cara efektif menumbuhkan rasa ingin tahu anak terhadap bidang sains dan teknologi sejak usia dini.

Dalam kegiatan yang menjadi bagian dari upaya Unika Atma Jaya Kenalkan STEM kepada 156 Siswa SD ini, para siswa diajak berpraktek di enam laboratorium berbeda. Setiap laboratorium dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang interaktif, menyenangkan, dan sesuai dengan tingkat pemahaman anak sekolah dasar.

Enam Laboratorium, Enam Pengalaman Sains

Science Techno Park Unika Atma Jaya menyediakan fasilitas yang memungkinkan siswa menyentuh langsung peralatan sains, bukan sekadar melihat gambar di buku pelajaran. Enam laboratorium yang digunakan dalam kegiatan ini mencakup bidang-bidang berikut:

  • Laboratorium sains dasar, tempat siswa mengamati fenomena fisika dan kimia sederhana.
  • Laboratorium teknologi, untuk mengenal perangkat digital dan dasar pemrograman.
  • Laboratorium teknik, yang mengajak siswa merancang dan membangun konstruksi sederhana.
  • Laboratorium matematika, dengan permainan logika dan pemecahan masalah.
  • Laboratorium robotika, untuk memperkenalkan otomasi dan sensor.
  • Laboratorium lingkungan, yang membahas pentingnya menjaga ekosistem.

Melalui pendekatan praktik langsung, siswa tidak hanya menerima teori, tetapi juga mengalami sendiri bagaimana sebuah konsep sains bekerja. Metode ini dinilai lebih efektif untuk membangun pemahaman yang mendalam dan menumbuhkan minat terhadap STEM.

Mengapa Pengenalan STEM Sejak SD Penting

Pengenalan STEM sejak sekolah dasar menjadi salah satu prioritas dalam dunia pendidikan modern. Anak-anak yang terpapar sains dan teknologi lebih awal cenderung memiliki kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan kolaboratif yang lebih baik. Keterampilan ini sangat dibutuhkan di era digital yang terus berkembang.

Unika Atma Jaya Kenalkan STEM kepada 156 Siswa SD bukan sekadar kegiatan seremonial. Langkah ini merupakan investasi jangka panjang untuk menyiapkan generasi muda yang mampu bersaing di bidang sains dan teknologi. Kampus berperan sebagai jembatan antara dunia pendidikan dasar dan dunia perguruan tinggi, sehingga siswa memiliki gambaran tentang peluang studi dan karier di bidang STEM.

Yuda Turana menambahkan bahwa keterbukaan kampus terhadap siswa sekolah merupakan bentuk tanggung jawab sosial perguruan tinggi. Kampus tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu bagi mahasiswa, tetapi juga ruang belajar bagi masyarakat luas, termasuk anak-anak sekolah dasar.

Antusiasme Siswa dan Dukungan Sekolah

Para siswa kelas 5 SD Tarakanita tampak antusias mengikuti setiap sesi. Mereka berkesempatan mencoba berbagai alat peraga, melakukan eksperimen sederhana, dan berdiskusi dengan pendamping di setiap laboratorium. Kegiatan ini juga melatih siswa untuk bekerja dalam kelompok, berkomunikasi, dan menyampaikan hasil pengamatan mereka.

Pihak sekolah menyambut baik inisiatif Unika Atma Jaya Kenalkan STEM kepada 156 Siswa SD. Kegiatan semacam ini memberi pengalaman belajar yang berbeda dari rutinitas kelas dan membantu siswa memahami keterkaitan antara pelajaran sekolah dengan dunia nyata.

Aspek Keterangan
Peserta 156 siswa kelas 5 SD Tarakanita
Lokasi Science Techno Park Unika Atma Jaya, kampus BSD, Tangerang Selatan
Tanggal Jumat, 16 Oktober 2026
Fasilitas Enam laboratorium praktik langsung
Tujuan Memperkenalkan STEM sejak sekolah dasar

Peran Science Techno Park dalam Pendidikan

Science Techno Park Unika Atma Jaya dirancang sebagai pusat pembelajaran dan inovasi yang dapat diakses berbagai kalangan. Peluncurannya bersamaan dengan kegiatan pengenalan STEM ini menegaskan komitmen kampus untuk menghadirkan pendidikan sains yang inklusif dan aplikatif.

Ke depan, kampus berencana membuka lebih banyak program serupa bagi sekolah-sekolah lain. Dengan demikian, semakin banyak siswa yang mendapatkan kesempatan merasakan pengalaman belajar di laboratorium perguruan tinggi. Upaya Unika Atma Jaya Kenalkan STEM kepada 156 Siswa SD diharapkan menjadi contoh bagi institusi pendidikan lain untuk turut berkontribusi dalam pengembangan literasi sains sejak dini.

Pengalaman di enam laboratorium tersebut menjadi bekal berharga bagi para siswa. Mereka tidak hanya belajar konsep sains, tetapi juga menumbuhkan rasa percaya diri, rasa ingin tahu, dan semangat untuk terus belajar. Inilah esensi dari pendidikan STEM: membentuk generasi yang siap menghadapi tantangan masa depan dengan keterampilan abad ke-21.

Secara keseluruhan, kegiatan Unika Atma Jaya Kenalkan STEM kepada 156 Siswa SD menunjukkan bahwa kolaborasi antara sekolah dan perguruan tinggi dapat menghasilkan pengalaman belajar yang bermakna. Pengenalan STEM sejak sekolah dasar merupakan langkah strategis untuk membangun sumber daya manusia yang unggul di bidang sains dan teknologi. Dengan fasilitas seperti Science Techno Park, Unika Atma Jaya berperan aktif dalam mencetak generasi muda yang cinta ilmu pengetahuan dan siap berkontribusi bagi kemajuan bangsa.

Penulis: Rudi Hamdani
Editor: Tri Widodo
Sumber Berita: Suara Landak