Tekan Bullying dan Child Grooming DP3A Kukar Siapkan Satgas di Sekolah
Kalimantan Update – 04 Oktober 2026 | Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kutai Kartanegara (Kukar) mengambil langkah strategis dengan menyiapkan satuan tugas (Satgas) perlindungan perempuan dan anak di lingkungan sekolah. Langkah ini menjadi bagian dari upaya serius untuk menekan bullying dan child grooming DP3A Kukar siapkan Satgas di sekolah sebagai garda terdepan pencegahan kekerasan terhadap anak. Keberadaan Satgas diharapkan mampu mendeteksi dini berbagai persoalan yang dialami peserta didik sebelum berkembang menjadi kasus yang lebih serius.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DP3A Kukar, Safliansyah, menegaskan bahwa pembentukan Satgas di sekolah merupakan kebutuhan mendesak mengingat masih cukup banyak kasus kekerasan yang terjadi di lingkungan pendidikan. Menurutnya, Satgas tidak sekadar menjadi simbol, tetapi harus berfungsi sebagai motor penggerak pencegahan di tingkat paling dekat dengan anak.
“Kalau sudah ada Satgas di sekolah, minimal bisa mengurangi peristiwa-peristiwa yang terjadi di lingkungan sekolah. Kita tahu cukup banyak kasus yang terjadi di sekolah,” kata Safliansyah di Tenggarong, Jumat (3/10/2026).
Ia menjelaskan bahwa upaya menekan bullying dan child grooming DP3A Kukar siapkan Satgas di sekolah ini tidak hanya bertumpu pada sosialisasi semata. Pendekatan langsung ke sekolah dan masyarakat juga dilakukan untuk menggali persoalan yang berpotensi mengancam keselamatan anak. Dengan begitu, intervensi bisa dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran.
Penguatan Pencegahan Lewat MPLS dan Pendamping Desa
Sebelumnya, DP3A Kukar telah aktif masuk ke lingkungan sekolah melalui kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Satuan Pendidikan (MPLS). Dalam forum tersebut, DP3A memberikan pemahaman kepada peserta didik baru mengenai pencegahan kekerasan terhadap anak, termasuk mengenali tanda-tanda bullying dan child grooming.
Selain memperkuat pengawasan di sekolah, DP3A Kukar juga menempatkan pendamping di desa-desa. Para pendamping ini berperan sebagai penghubung awal ketika terdapat persoalan yang dialami perempuan maupun anak di masyarakat. Informasi dari lapangan selanjutnya diteruskan melalui layanan pengaduan atau call center DP3A untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
“Pendamping yang ada di desa-desa sangat membantu karena bisa menjadi pihak pertama yang melakukan komunikasi ketika ada persoalan di masyarakat,” ungkapnya.
Langkah menekan bullying dan child grooming DP3A Kukar siapkan Satgas di sekolah ini juga melibatkan kolaborasi lintas sektor. Safliansyah berharap sekolah, Dinas Pendidikan, pemerintah desa, orang tua, dan pihak lainnya dapat bersinergi memperkuat perlindungan anak di Kukar.
Peran Strategis Satgas di Sekolah
Satgas perlindungan perempuan dan anak di sekolah nantinya akan menjalankan sejumlah fungsi penting, antara lain:
- Melakukan pencegahan dini terhadap potensi bullying dan child grooming.
- Menerima dan menindaklanjuti laporan dugaan kekerasan terhadap anak.
- Mendampingi korban serta menghubungkan dengan layanan DP3A.
- Mengedukasi siswa, guru, dan orang tua mengenai perlindungan anak.
- Membangun sistem pelaporan yang aman dan mudah diakses.
Dengan fungsi tersebut, keberadaan Satgas diharapkan menjadi jaring pengaman yang efektif di lingkungan sekolah. Anak-anak pun dapat merasa lebih aman dan nyaman dalam mengikuti proses belajar.
Komitmen Berkelanjutan
Safliansyah menegaskan bahwa tidak ada program yang dihentikan. DP3A Kukar tetap berkolaborasi dengan banyak stakeholder untuk memastikan perlindungan anak berjalan optimal. Upaya menekan bullying dan child grooming DP3A Kukar siapkan Satgas di sekolah menjadi salah satu wujud nyata komitmen tersebut.
“Tidak ada program yang dihentikan. Kita tetap berkolaborasi dengan banyak stakeholder dan alhamdulillah semua bisa berjalan,” pungkasnya.
Ke depan, penguatan kapasitas Satgas di sekolah perlu terus dilakukan, termasuk pelatihan berkala bagi guru dan siswa. Dengan begitu, kasus bullying dan child grooming dapat dicegah sedini mungkin, dan anak-anak Kukar tumbuh dalam lingkungan yang aman serta mendukung perkembangan mereka.
Penulis: Syaifullah
Editor: Oktavianus A, Rudi Hamdani, Sukardi, Tri Widodo
Sumber Berita: updatekaltim.com
