Kalimantan Update – 17 Oktober 2026 | Dewan Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) tengah mempertimbangkan langkah drastis untuk mencabut penghargaan perdamaian yang diberikan kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Isu ini mencuat setelah munculnya kontroversi terkait pemberian penghargaan yang dinilai tidak melalui prosedur dan tidak mendapat persetujuan dari anggota dewan. Kabar mengenai FIFA Pertimbangkan Cabut Penghargaan Perdamaian Donald Trump ini pertama kali mencuat dari pertemuan tertutup yang digelar di Zurich, Swiss, pada Kamis (15/10).
Pertemuan tersebut menjadi ajang pembahasan internal FIFA mengenai status penghargaan yang telah diberikan kepada Trump pada Desember 2025 lalu. Penghargaan itu sendiri diserahkan langsung oleh Presiden FIFA, Gianni Infantino, kepada Trump di Gedung Putih. Momen penyerahan berlangsung saat Amerika Serikat tengah bersiap menjadi salah satu tuan rumah Piala Dunia 2026, yang akan digelar bersama Kanada dan Meksiko.
Namun, langkah Infantino tersebut menuai kecaman dari berbagai pihak. Pasalnya, pemberian penghargaan itu disebut tidak melalui mekanisme yang transparan dan tidak diketahui oleh anggota FIFA lainnya. Sejumlah sumber menyebutkan bahwa keputusan tersebut diambil secara sepihak tanpa konsultasi terlebih dahulu dengan dewan eksekutif. Hal ini memicu pertanyaan mengenai integritas dan independensi FIFA sebagai organisasi sepak bola dunia.
Kontroversi semakin memanas ketika penghargaan tersebut dinilai diberikan di tengah ketegangan geopolitik internasional yang melibatkan Amerika Serikat. Beberapa pengamat menilai bahwa pemberian penghargaan kepada Trump, yang dikenal kontroversial dalam kebijakan luar negerinya, dapat merusak citra FIFA sebagai lembaga yang netral dan bebas dari kepentingan politik.
Dalam pertemuan di Zurich, anggota dewan FIFA dikabarkan membahas secara serius kemungkinan pencabutan penghargaan tersebut. Meski belum ada keputusan resmi, diskusi ini menunjukkan bahwa FIFA Pertimbangkan Cabut Penghargaan Perdamaian Donald Trump menjadi agenda penting yang harus segera diselesaikan. Beberapa anggota dewan dilaporkan mendesak agar dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap proses pemberian penghargaan, termasuk kemungkinan sanksi internal bagi pihak-pihak yang bertanggung jawab.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari FIFA maupun dari pihak Gedung Putih terkait perkembangan terbaru ini. Namun, isu FIFA Pertimbangkan Cabut Penghargaan Perdamaian Donald Trump diprediksi akan terus menjadi sorotan publik, terutama menjelang perhelatan Piala Dunia 2026 yang akan menjadi panggung besar bagi sepak bola dunia.
Sejumlah analis menilai bahwa langkah pencabutan penghargaan ini, jika benar-benar dilakukan, akan menjadi preseden buruk bagi hubungan antara FIFA dan negara tuan rumah. Di sisi lain, ada pula yang berpendapat bahwa FIFA harus berani mengambil sikap tegas untuk menjaga marwah organisasi dan tidak membiarkan penghargaan perdamaian dijadikan alat politik praktis.
Kontroversi ini juga menyoroti pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam tubuh FIFA. Publik sepak bola dunia berhak mengetahui dasar-dasar pemberian penghargaan, terutama yang melibatkan kepala negara. Jika terbukti ada pelanggaran prosedur, maka pencabutan penghargaan menjadi langkah yang wajar untuk memulihkan kepercayaan.
Sebagai organisasi yang menaungi lebih dari 200 asosiasi anggota, FIFA dituntut untuk selalu mengedepankan prinsip keadilan dan netralitas. Kasus FIFA Pertimbangkan Cabut Penghargaan Perdamaian Donald Trump menjadi ujian bagi kepemimpinan Infantino dalam menjaga integritas lembaga yang dipimpinnya. Keputusan yang diambil nantinya akan berdampak luas, tidak hanya bagi hubungan FIFA dengan Amerika Serikat, tetapi juga bagi citra sepak bola dunia secara keseluruhan.
Dengan dinamika yang terus berkembang, publik menantikan hasil akhir dari pertemuan dewan FIFA. Apakah penghargaan akan dicabut, atau justru dipertahankan dengan berbagai pertimbangan? Yang jelas, isu ini telah membuka diskusi penting tentang bagaimana penghargaan dalam dunia olahraga seharusnya diberikan dan kepada siapa.
Penulis: Syaifullah
Editor: Rudi Hamdani
Sumber Berita: https://www.suaralandak.co.id/fifa-cabut-penghargaan-perdamaian-trump

