Racing Santander vs Valencia Berakhir Imbang 2-2: Debut Aguirre Diwarnai Kejutan dan Peringatan Komputer Soal Ancaman Degradasi

Foto: Istimewa

Racing Santander vs Valencia Berakhir Imbang 2-2: Debut Aguirre Diwarnai Kejutan dan Peringatan Komputer Soal Ancaman Degradasi

Kalimantan Update – 17 Oktober 2026 | Laga racing santander vs valencia yang digelar di Stadion El Sardinero pada jornada kedelapan La Liga berakhir dengan skor imbang 2-2, Minggu (11/10/2026). Pertandingan ini menjadi debut Javier Aguirre sebagai pelatih anyar Valencia, sekaligus menyisakan catatan getir bagi klub berjuluk Los Che yang masih terpuruk di zona degradasi.

Duel racing santander vs valencia dibuka dengan kejutan taktik dari sang pelatih asal Meksiko. Aguirre memutuskan memasang Dani Raba sejak menit pertama, meski penyerang asal Cantabria itu lebih dari setahun tak pernah menjadi starter. Keputusan tersebut langsung berbuah manis. Baru dua menit laga berjalan, Raba memanfaatkan celah di antara bek tengah tuan rumah, menusuk ke dalam kotak penalti, dan menaklukkan kiper Agirrezabala untuk membawa Valencia unggul 0-1.

Keunggulan itu sempat membuat tim tamu tampil disiplin. Valencia memilih menurunkan tempo, menyerahkan penguasaan bola kepada tuan rumah, dan bertahan dengan cukup solid pada fase awal. Namun, Racing Santander yang belum pernah kalah di kandangnya perlahan bangkit. Pada menit ke-32, Yasser Zabiri menerima umpan terobosan dari Iñigo Vicente dan menuntaskan peluang dengan kaki kanannya. Gol itu menjadi gol ketujuh Zabiri musim ini dan menempatkannya di jajaran pencetak gol teratas La Liga, sejajar dengan nama-nama besar seperti Mbappe dan Yamal.

Petaka bagi Valencia datang di awal babak kedua. Iván Martín melepaskan voli dari depan kotak penalti yang mengecoh kiper Dimitrievski, membalikkan keadaan menjadi 2-1 untuk Racing pada menit ke-47. Aguirre tak tinggal diam. Ia memasukkan tenaga muda, termasuk Elliott dan penyerang muda David Otorbi. Keputusan itu berbuah cepat: Otorbi menyelesaikan umpan terobosan Javi Guerra dari dalam kotak penalti kecil dan menyamakan kedudukan menjadi 2-2 pada menit ke-65.

Di sisa pertandingan, kedua tim sama-sama berambisi meraih kemenangan. Peluang demi peluang tercipta, terutama di masa tambahan waktu melalui Pablo García dan Danjuma, tetapi tak ada gol tambahan. Skor 2-2 bertahan hingga peluit panjang, menjadi hasil akhir dalam laga racing santander vs valencia kali ini.

Usai laga, Aguirre mengaku puas dengan sikap para pemainnya. “Yang saya sukai selama 90 menit adalah sikap pemain saya. Cara mereka berlari dan berjuang. Masih ada hal yang harus diperbaiki. Untuk permulaan, tidak buruk. Ini hasil imbang yang adil,” ujarnya dalam konferensi pers. Ia juga menegaskan bahwa kemenangan justru akan terasa tidak adil mengingat penampilan rival. “Kami bahkan bisa menang. Tapi itu akan sangat tidak adil. Mereka tidak layak kalah. El Sardinero selalu menjadi stadion yang indah untuk bermain,” tambahnya.

Meski begitu, Aguirre tak menutup mata pada kelemahan timnya. Valencia sempat melalui fase di mana mereka gagal menyelesaikan lebih dari tiga umpan beruntun. “Saya ingin hasil imbang ini menyakitkan bagi mereka. Biarlah mereka merasa sakit karena tidak menang, mati dan kram. Jika pemain memberikan segalanya di lapangan, tidak ada yang bisa disalahkan,” tegasnya. Ia bahkan mengaku sempat membentak anak asuhnya dengan gaya khas Meksiko untuk membangunkan semangat tim.

Namun, di balik penampilan menjanjikan itu, bayang-bayang ancaman degradasi masih menghantui Valencia. Setelah delapan jornada, klub hanya mengoleksi satu kemenangan, dua hasil imbang, dan lima kekalahan. Valencia kini menduduki peringkat ke-19 klasemen, terpaut satu poin dari zona aman yang ditempati Levante.

Yang lebih mengejutkan, superkomputer Opta memprediksi Valencia akan bertahan di La Liga musim depan, tetapi dengan perjuangan berat. Mesin kecerdasan buatan itu menjalankan lebih dari 10.000 simulasi berdasarkan sejarah klub, kualitas skuad, performa individu dan kolektif, serta power ranking. Hasilnya, Valencia diprediksi finis di peringkat ke-16 dengan 42 poin, terlibat dalam persaingan sengit empat tim untuk menghindari degradasi bersama Espanyol, Getafe, dan Racing Santander yang menjadi korban dan terlempar ke posisi ke-18. Meski demikian, Opta tetap memberi peluang 26,07 persen bagi Valencia untuk turun kasta, artinya dalam satu dari empat skenario, klub ini berakhir di Segunda División.

Dengan 90 poin masih tersedia di sisa musim, Aguirre memiliki waktu untuk membalikkan keadaan. Laga racing santander vs valencia memang hanya menghasilkan satu poin, tetapi setidaknya memberi gambaran nyata tentang apa yang harus dibenahi. Jika tak segera berbenah, Mestalla diprediksi harus berjuang hingga detik terakhir demi mempertahankan status di kasta tertinggi sepak bola Spanyol.

Sebagai kesimpulan, hasil imbang dalam laga racing santander vs valencia memperlihatkan dua sisi berbeda: secercah harapan dari keputusan taktik Aguirre yang berani, namun juga peringatan keras dari data bahwa Valencia masih berada di jalur berbahaya menuju degradasi. Debut sang pelatih barulah permulaan, dan perjalanan panjang menanti untuk membuktikan bahwa Valencia mampu bangkit dari keterpurukan.