81 Tahun Jawa Timur: Kilas Perjalanan, Capaian Gemilang, dan Job Fair Inklusif untuk Masa Depan
Kalimantan Update – 18 Oktober 2026 | Peringatan hari jadi provinsi Jawa Timur ke-81 menjadi momentum refleksi panjang perjalanan daerah ini. Upacara puncak digelar di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (12/10/2026), dipimpin Gubernur Khofifah Indar Parawansa. Mengusung tema “Jatim Unggul, Maju Berkelanjutan”, acara dimeriahkan tari kolosal, marching band, atraksi delapan paramotor, serta penganugerahan Lencana Jer Basuki Mawa Beya kepada 17 tokoh.
Sejarah mencatat, hari jadi provinsi Jawa Timur merujuk pada 12 Oktober 1945, saat Gubernur pertama R.M.T. Soerjo berpindah ke Surabaya setelah menuntaskan tugas di Bojonegoro. Jejak pemerintahan di tanah Jawa bagian timur sebenarnya sudah ada sejak lama, terekam dalam Prasasti Dinoyo tahun 781 Masehi, lalu berkembang melalui struktur kraton, nagara, watek, dan wanua pada abad ke-13. Pada era kolonial, Hindia Belanda membentuk Pemerintah Provinsi Jawa Timur pada 1929, sebelum akhirnya PPKI menetapkan provinsi ini pada 19 Agustus 1945.
Dalam amanatnya yang dibacakan di berbagai daerah, Gubernur Khofifah memaparkan capaian pembangunan. Tingkat kemiskinan per Maret 2026 turun menjadi 9,06 persen dari sebelumnya 9,50 persen. Tingkat pengangguran terbuka 3,42 persen per Mei 2026. Ekonomi Jawa Timur tumbuh 5,84 persen pada semester I 2026, melampaui pertumbuhan nasional 5,45 persen. Realisasi investasi mencapai Rp72,7 triliun dengan penyerapan tenaga kerja 135.651 orang.
Jawa Timur juga mempertahankan posisi sebagai lumbung pangan nasional dengan produksi gabah kering giling 10,4 juta ton pada 2025 atau 17,34 persen dari total nasional. Kemantapan jalan provinsi mencapai 87,83 persen, sementara Trans Jatim melayani hampir 23 juta penumpang melalui delapan koridor selama 2022–2026. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mencapai 76,13 pada 2025, cakupan UHC 96,12 persen, dan prevalensi stunting turun menjadi 14,7 persen. Indeks Reformasi Birokrasi meraih 94,70 (kategori A-), dan indeks SPBE 4,79. Melalui ekosistem Majapahit Digital (MajaDigi), 241 layanan publik telah terintegrasi hingga September 2026.
Semangat hari jadi provinsi Jawa Timur juga diwujudkan dalam aksi nyata. Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jatim menggelar Job Fair Inklusif Jatim 2026 pada 29-30 Oktober 2026 di Convention Hall Grand City Surabaya. Mengusung tema “Your Skill Your Opportunities Your Brighter Future”, kegiatan ini melibatkan lebih dari 50 perusahaan dengan sekitar 300 lowongan kerja, termasuk penempatan dalam dan luar negeri serta peluang bagi penyandang disabilitas.
Bupati Mojokerto Muhammad Albarra menekankan pentingnya sinergi antara Pemkab dan Pemprov Jatim untuk pemerataan pembangunan. Hal senada disampaikan Bupati Lamongan Yuhronur Efendi yang memimpin upacara di Lamongan. “81 tahun merupakan perjalanan panjang yang dibangun melalui perjuangan, kerja keras, dan pengabdian lintas generasi,” demikian petikan sambutan Gubernur.
Dengan capaian ekonomi yang solid, infrastruktur yang terus dibenahi, serta pelayanan publik yang kian digital, peringatan hari jadi provinsi Jawa Timur ke-81 bukan sekadar seremonial. Momentum ini menjadi pijakan untuk memperkuat daya saing, mendorong inovasi, dan memastikan kesejahteraan merata bagi seluruh masyarakat. Job Fair Inklusif menjadi bukti bahwa pembangunan Jawa Timur inklusif dan berkelanjutan.
