Cruz Azul Bangkit! Goleada 5-0 ke Gawang Bravos Juárez Akhiri Puasa Kemenangan Sebulan
Kalimantan Update – 18 Oktober 2026 | Cruz Azul akhirnya kembali ke jalur kemenangan dengan cara yang meyakinkan. Dalam laga pekan ke-12 Apertura 2026 Liga MX yang digelar di Stadion Banorte, Sabtu (17/10/2026) malam waktu setempat, La Máquina menggilas tamunya Bravos de Juárez dengan skor telak 5-0. Kemenangan ini menjadi obat bagi skuad asuhan Joel Huiqui yang sebelumnya puasa kemenangan lebih dari sebulan di semua kompetisi.
Pesta gol tuan rumah dibuka oleh Andrés Montaño saat laga baru berjalan sekitar tiga hingga empat menit. Berawal dari umpan silang Agustín Palavecino, Montaño yang berdiri bebas di depan gawang Sebastián Jurado tanpa kesulitan menaklukkan kiper lawan. Gol cepat itu langsung membangun momentum bagi Cruz Azul untuk mendominasi jalannya pertandingan.
Dominasi berlanjut. Pada menit ke-23, Carlos Rodríguez menggandakan keunggulan lewat penyelesaian first time memanfaatkan umpan rendah Alan Mozo dari sisi kanan. Menjelang turun minum, tepatnya di menit 45+3, kerja sama apik Mozo dan Montaño membuka ruang bagi Omar Campos yang tinggal berhadapan satu lawan satu dengan Jurado. Bek sayap asal Meksiko itu menuntaskan peluang dengan kaki kirinya dan membawa La Máquina memimpin 3-0 saat jeda.
Di babak kedua, Cruz Azul tak mengendurkan tekanan. Kesalahan dalam membangun serangan dari kubu Juárez dimanfaatkan Palavecino untuk mencetak gol keempat pada menit ke-54. Puncaknya, Rogelio González menutup pesta gol dengan sebuah gol spektakuler pada menit ke-75. Pemain muda berusia 21 tahun itu melewati dua pemain lawan sebelum melepaskan tembakan jarak jauh yang tak mampu dijangkau Jurado dan bersarang di sudut gawang.
Kemenangan ini terasa istimewa karena mengakhiri tren buruk Cruz Azul. Sebelumnya, kemenangan terakhir mereka tercatat pada 12 September 2026 saat mengalahkan América 4-3 di Clásico Joven. Setelah itu, mereka takluk 2-0 dari Inter Miami di Campeones Cup, kalah 1-0 dari Rayados, serta hanya bermain imbang melawan Toluca dan Pumas. Rangkaian hasil minor itu sempat menempatkan posisi Huiqui di bawah tekanan.
Dengan tambahan tiga poin, Cruz Azul kini mengoleksi 20 poin dari 12 pertandingan dan naik ke posisi kelima klasemen. Posisi tersebut penting untuk menjaga peluang lolos langsung ke Liguilla, terlebih masih ada enam laga tersisa di fase reguler dan sejumlah tim di bawah mereka memiliki tabungan pertandingan.
Sementara itu, kekalahan ini semakin memperburuk keadaan FC Juárez. Tim asuhan Gustavo Lema tersebut masih terpuruk di dasar klasemen dengan raihan empat poin. Bravos tercatat belum pernah menang di laga tandang, dengan catatan hanya tiga gol dan kebobolan 15 kali. Ironisnya, laga ini juga mempertemukan sejumlah pemain berlabel mantan Cruz Azul seperti Sebastián Jurado, Alejandro Mayorga, dan Javier Aquino dengan klub lama mereka.
Pada pertandingan lain di pekan yang sama, América semakin kokoh di puncak klasemen usai menaklukkan León 5-3. Kemenangan di Stadion Nou Camp itu membawa pasukan Guillermo Almada mengoleksi 24 poin dengan satu laga tunda. Henry Martín membuka skor lewat penalti, disusul gol Carlos Álvarez, Érick Sánchez, dan torehan lainnya. Pelatih Almada mengingatkan timnya agar tak hanya fokus mencetak gol, tetapi juga kembali menjaga clean sheet yang mulai sulit diraih belakangan ini.
Santos Laguna juga mencuri perhatian lewat kebangkitan dramatisnya. Klub tersebut menghancurkan Querétaro 5-0, jumlah yang sama dengan yang diraih Cruz Azul atas Juárez. Hasil ini menegaskan bahwa persaingan di papan atas maupun papan bawah Apertura 2026 semakin memanas menjelang berakhirnya fase reguler.
Bagi Cruz Azul, kemenangan besar ini menjadi sinyal bahwa mesin La Máquina kembali menyala. Selanjutnya, mereka akan menghadapi Pachuca sebelum bertandang ke markas Querétaro. Jika konsistensi mampu dijaga, ambisi untuk mempertahankan gelar dan meraih bicampeonato bukanlah hal yang mustahil. Namun, tantangan sesungguhnya justru ada pada kemampuan skuad Joel Huiqui untuk membuktikan bahwa goleada ini bukan sekadar kebetulan, melainkan awal dari kebangkitan yang sesungguhnya di sisa musim.
