Kalimantan Update – 02 Oktober 2026 | Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) menggelar forum diskusi terarah untuk membahas Penyusunan Master Plan dan IAD HSU Bupati Sahrujani Potensi Harus Jadi Kesejahteraan Nyata. Kegiatan yang berlangsung di Mess Negara Dipa, Kamis (1/10/2026) siang, dibuka langsung oleh Bupati HSU, H Sahrujani. Forum ini menjadi tonggak penting dalam merumuskan rencana induk (master plan) dan rencana aksi draf pengembangan wilayah terpadu atau Integrated Area Development (IAD) Kabupaten HSU.
Hadir dalam acara tersebut Sekretaris Daerah HSU Adi Lesmana, perwakilan Bappeda Provinsi Kalimantan Selatan, perwakilan Balai Perhutanan Sosial (BPS) Banjarbaru, Direktur Pengembangan Usaha Perhutanan Sosial (PUPS) Ditjen Kementerian Kehutanan, Direktur Global Green Growth Institute (GGGI) Indonesia beserta tim, Kepala Bapperida Kabupaten HSU, para kepala SKPD, kepala desa, serta undangan lainnya. Kehadiran berbagai pemangku kepentingan menegaskan komitmen bersama untuk membangun HSU secara berkelanjutan.
Dalam sambutannya, Bupati Sahrujani menyampaikan apresiasi kepada Bapperida HSU dan seluruh pihak yang mendukung terselenggaranya penyusunan dokumen perencanaan strategis ini. Ia menegaskan bahwa HSU memiliki kekayaan potensi khas sistem rawa, kawasan perhutanan sosial, kerajinan, pertanian, hingga wisata yang menjadi modal utama pembangunan. Namun, masih terdapat tantangan terkait kelembagaan, kapasitas SDM, teknologi produksi, akses pasar, infrastruktur, serta koordinasi lintas sektor.
“Persoalan ini harus dijawab dengan semangat Bangkit. Potensi yang ada tidak boleh berhenti sekadar sebagai potensi, melainkan harus bangkit menjadi kekuatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan,” kata Bupati. Pernyataan ini menegaskan bahwa Penyusunan Master Plan dan IAD HSU Bupati Sahrujani Potensi Harus Jadi Kesejahteraan Nyata bukan sekadar dokumen administratif, melainkan instrumen perubahan nyata.
Bupati mengarahkan agar dokumen IAD terintegrasi sepenuhnya dengan perencanaan daerah dan diterjemahkan ke dalam program kerja perangkat daerah. Dokumen ini diharapkan membangun rantai nilai ekonomi perikanan dan produk kerajinan, sehingga tidak hanya dijual sebagai bahan mentah, melainkan memiliki nilai tambah melalui peningkatan kualitas produk dan kemasan guna menjangkau pasar lebih luas.
“Pemerintah tidak bekerja sendiri. Lembaga pendamping dan masyarakat harus memiliki peran jelas, serta pertumbuhan ekonomi berjalan seiring dengan pelestarian lingkungan. Draf IAD ini tidak boleh hanya bagus di atas kertas, melainkan harus hidup di lapangan dan dirasakan manfaatnya. Kita ingin membangun ekosistem yang utuh: sumber daya alam yang lestari, masyarakat yang kuat, kelembagaan yang kokoh, usaha bernilai tambah, iklim terbuka bagi investasi, serta peningkatan pendapatan berkelanjutan memberi manfaat nyata bagi pembangunan HSU hingga 2026 dan 2030,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Bappeda Provinsi Kalsel melalui Kabid Infrastruktur dan Kewilayahan, Annisa Murni, menjelaskan tujuan strategis IAD perhutanan sosial, antara lain mendorong pengelolaan hutan lestari, pemulihan ekosistem, serta perlindungan lingkungan melalui pendekatan ekonomi hijau. “Menyatukan program ekonomi, sosial, lingkungan, dan infrastruktur dalam satu bentang alam, menyelaraskannya dengan RPJMD dan rencana pembangunan daerah, serta memperkuat akses kelola masyarakat setempat dan masyarakat hukum adat untuk mengatasi ketimpangan hak dan penggunaan lahan,” tukas Annisa Murni.
Lebih lanjut, forum ini juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor. Berbagai program yang akan dituangkan dalam master plan dan IAD harus mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat. Misalnya, pengembangan perikanan tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi, tetapi juga pengolahan dan pemasaran. Begitu pula dengan kerajinan khas HSU yang perlu didorong agar memiliki daya saing di pasar nasional bahkan internasional.
Dalam konteks pembangunan berkelanjutan, pendekatan ekonomi hijau menjadi pilar utama. Pengelolaan sumber daya alam harus dilakukan secara bijak dengan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan. Hal ini sejalan dengan visi Bupati Sahrujani yang ingin menjadikan HSU sebagai daerah yang maju, mandiri, dan sejahtera tanpa mengorbankan generasi mendatang.
Selain itu, penguatan kelembagaan dan kapasitas SDM menjadi kunci. Tanpa dukungan sumber daya manusia yang kompeten, potensi besar yang dimiliki HSU akan sulit dioptimalkan. Oleh karena itu, pelatihan dan pendampingan bagi masyarakat, terutama yang terlibat dalam sektor pertanian, perikanan, dan kerajinan, menjadi agenda penting yang harus diakomodasi dalam rencana aksi.
Infrastruktur juga menjadi perhatian serius. Akses jalan, irigasi, dan fasilitas pendukung lainnya harus dibenahi agar distribusi hasil produksi berjalan lancar. Keterhubungan antarwilayah akan mempercepat pertumbuhan ekonomi dan mengurangi kesenjangan.
Dengan demikian, Penyusunan Master Plan dan IAD HSU Bupati Sahrujani Potensi Harus Jadi Kesejahteraan Nyata diharapkan menjadi landasan kokoh bagi pembangunan HSU ke depan. Dokumen ini harus mampu menjawab tantangan dan mengubah potensi menjadi kesejahteraan yang dirasakan seluruh lapisan masyarakat. Partisipasi aktif dari semua pihak, termasuk lembaga pendamping, dunia usaha, dan masyarakat, sangat diperlukan agar rencana yang telah disusun dapat terimplementasi dengan baik.
Sebagai penutup, forum ini menghasilkan kesepakatan untuk segera menindaklanjuti draf IAD dengan penyusunan program kerja yang konkret dan terukur. Pemerintah Kabupaten HSU berkomitmen untuk terus mengawal proses ini hingga terwujudnya kesejahteraan yang nyata bagi masyarakat. Semangat Bangkit yang digaungkan Bupati Sahrujani menjadi energi positif untuk membangun HSU yang lebih baik, sejalan dengan prinsip pembangunan berkelanjutan dan pelestarian lingkungan.
Penulis: Dewi Anggraini
Editor: Kanal Kalimantan
Sumber Berita: Kanalkalimantan.com
