Kebangkitan Atalanta Nyaris Bikin Milan Tergelincir, Amorim Masih Tak Terkalahkan

Foto: Istimewa

Kebangkitan Atalanta Nyaris Bikin Milan Tergelincir, Amorim Masih Tak Terkalahkan

Kalimantan Update – 19 Oktober 2026 | Pertandingan pekan ketujuh Serie A di San Siro menjadi drama lima gol yang memaksa AC Milan menahan napas hingga peluit akhir, saat Atalanta nyaris bangkit dari ketertinggalan tiga gol. Milan akhirnya menang 3-2, tetapi kemenangan itu jauh dari kata tenang dan memperlihatkan kerentanan lini belakang tim asuhan Ruben Amorim ketika menghadapi tekanan Atalanta di fase akhir laga.

Sejak menit awal, Milan tampil agresif dan menguasai bola. Christian Pulisic sempat membobol gawang lawan pada menit ke-13, namun gol tersebut dianulir karena offside. Kejadian itu tidak menyurutkan semangat tuan rumah. Sebaliknya, Milan justru mendapat hadiah penalti pada menit ke-24 setelah Relja Obric, pemain pengganti Kolasinac yang cedera, menyentuh bola dengan tangan di dalam kotak penalti. Goncalo Ramos yang dipercaya mengeksekusi tidak menyia-nyiakan kesempatan dan membawa Milan unggul 1-0.

Menjelang turun minum, Milan menggandakan keunggulan. Umpan Diego Moreira diteruskan Adrien Rabiot dengan tembakan terukur ke sudut gawang, menutup babak pertama dengan skor 2-0. Rabiot tampil sebagai motor kreativitas Milan sepanjang laga, menjadi sosok paling menonjol dalam mengatur ritme serangan dari lini tengah.

Pada awal babak kedua, Milan kembali mendapat penalti setelah Thomas Kristensen kedapatan handball melalui tinjauan VAR. Namun kali ini kiper Atalanta, Marco Carnesecchi, tampil gemilang dengan menepis eksekusi Ramos. Kekecewaan itu hanya berlangsung singkat. Dari sepak pojok berikutnya, sundulan Mario Gila memanfaatkan bola muntahan hasil sepakan Rabiot dan membawa Milan menjauh 3-0 pada menit ke-57.

Seolah pertandingan sudah selesai, Atalanta justru bangkit. Gianluca Gaetano, mantan pemain Cagliari, memperkecil kedudukan pada menit ke-66 lewat tembakan akurat setelah memanfaatkan umpan Zalewski. Tekanan terus dibangun. Pada menit ke-82, Nikola Krstovic menerima umpan pendek Raoul Bellanova dan menaklukkan Mike Maignan untuk membuat skor menjadi 3-2.

Ketegangan memuncak di menit-menit akhir. Maignan harus bekerja keras menepis tembakan Davide Zappacosta yang mengarah ke gawang, sementara di sisi lain Ardon Jashari berupaya menutup laga namun tembakannya masih bisa diantisipasi Carnesecchi. Milan tercatat menguasai 56 persen penguasaan bola dengan nilai expected goals 2,41 berbanding 1,65 milik Atalanta, tetapi empat tembakan tepat sasaran dari tim tamu menjadi peringatan serius bagi lini belakang tuan rumah.

Kemenangan ini membawa Milan naik ke peringkat keempat klasemen dengan 15 poin, melewati Como dan Cagliari, serta hanya terpaut satu angka dari Lazio di posisi ketiga. Bagi Amorim, hasil ini memperpanjang rekor tak terkalahkan sekaligus mencatatkan tiga kemenangan kandang beruntun di Serie A untuk pertama kalinya pada 2026. Sementara itu, Atalanta tertahan di peringkat kesepuluh dengan sembilan poin, empat angka di belakang Cagliari.

Di kubu Milan, Luka Modric bermain hingga menit ke-75 sebelum ditarik keluar, sedangkan gelandang Atalanta, Mario Pasalic, meninggalkan lapangan pada menit ke-59. Pergantian tersebut sedikit mengubah dinamika permainan, terutama ketika Atalanta meningkatkan tempo dan memasukkan pemain-pemain segar di area sayap.

Secara keseluruhan, laga ini menjadi gambaran jelas bahwa Milan memiliki kualitas menyerang yang mumpuni, tetapi konsistensi pertahanan mereka masih perlu dibenahi. Atalanta, meski pulang tanpa poin, membuktikan bahwa semangat juang mereka tidak pernah padam. Kemenangan 3-2 ini menjadi pengingat bahwa di Serie A, keunggulan tiga gol sekalipun belum tentu menjamin kemenangan sebelum peluit panjang berbunyi.