Kalimantan Update – 19 Oktober 2026 | Gelombang demonstrasi mahasiswa yang berlangsung serentak di sejumlah kota besar Italia berubah menjadi aksi anarkis. Di torino, sekelompok massa menyerbu toko buku Feltrinelli di kawasan Stasiun Porta Nuova, sementara di Milano sebuah supermarket Carrefour di via Torino digasak dan dikosongkan isinya. Aksi brutal ini meninggalkan luka mendalam bagi dunia ritel dan menimbulkan kekhawatiran serius terhadap keamanan publik.
Peristiwa di torino terjadi pada Jumat (18/10) ketika ribuan pelajar dan mahasiswa turun ke jalan menolak kebijakan pendidikan yang dianggap menindas. Massa yang awalnya tertib berbelok menjadi ricuh di Piazza Castello, tepat di depan kantor Prefektur. Mereka melempari petugas dengan batu, botol, dan petasan. Tiga remaja diamankan polisi karena membawa spray merica dan batu. Hingga kini, ketiganya masih mendekam di Lembaga Pemasyarakatan Anak Ferrante Aporti sembari menunggu keputusan hakim terkait status penahanan mereka. Seorang remaja berusia 17 tahun juga ditahan karena mencoba menduduki Institut Bosso-Monti dan merusak fasilitas sekolah.
Tak hanya di torino, ibu kota Lombardia, Milano, juga dilanda kekacauan hebat. Ratusan anak muda bertopeng menyerbu pusat kota, memecahkan kaca etalase, dan menjarah isi pertokoan. Video amatir memperlihatkan detik-detik penyerangan terhadap Carrefour di via Torino. Petugas keamanan sempat berusaha menghalau dengan gagang sapu, namun ia malah dikeroyok dan dipukul dengan palu kecil. Begitu pintu terbuka, massa langsung menyerbu, membalikkan rak, dan mengacak-acak lorong supermarket. Barang dagangan berserakan di lantai, sementara botol minuman keras dan produk lain raib dibawa kabur.
Kerusakan juga terjadi di toko Foot Locker dan Champions. Meja, kursi, serta tempat sampah dilempar ke arah kaca jendela hingga pecah. Sepeda motor, skuter, dan sepeda ditumbangkan, sementara kaca mobil van dihancurkan. Aksi lempar batu dan bom kertas ke arah polisi memaksa penutupan area Duomo dan Galleria. Sekitar 50 orang diamankan, separuh di antaranya masih di bawah umur. Perdana Menteri Giorgia Meloni pun menggelar rapat darurat membahas ketertiban umum.
Fenomena serupa juga melanda kota-kota lain. Di Bologna, bentrokan pecah di depan stasiun kereta dengan lemparan batu dan gas air mata. Di Roma, puluhan orang ditangkap setelah membangun barikade dan melempari aparat. Sementara di Prancis, aksi solidaritas berujung pada pembakaran balai kota bersejarah di Limoges dan upaya pendudukan gedung municipale di Marseille. Presiden Emmanuel Macron menegaskan bahwa perusak harus bertanggung jawab dan pelaku penjarahan wajib mengganti kerugian.
Di tengah situasi yang memanas, dunia sepak bola Italia tetap melanjutkan kompetisi. Pertandingan Serie A antara Parma dan torino di Stadion Ennio Tardini menjadi sorotan. Laga yang menutup pekan ketujuh ini disiarkan langsung melalui DAZN dan Sky Sport. Torino yang dilatih Ignazio Abate datang dengan modal kemenangan 2-1 atas Udinese, sementara Parma besutan Alberto Gilardino baru saja dihancurkan Inter Milan 0-3. Meski demikian, atmosfer pertandingan tampak dibayangi kekhawatiran akan aksi lanjutan di luar stadion.
Pemerintah kota torino dan Milano kini berupaya memulihkan kondisi. Toko buku Feltrinelli di Porta Nuova telah kembali beroperasi setelah petugas membersihkan puing-puing dan memperbaiki etalase. Pihak kepolisian menambah patroli di titik-titik rawan guna mencegah penjarahan susulan. Pengamat menilai gelombang protes ini merupakan akumulasi kekecewaan generasi muda terhadap kebijakan yang tidak berpihak pada mereka. Namun, tindakan anarkis jelas tidak dapat dibenarkan dan hanya akan merugikan masyarakat luas.
Kesimpulannya, kerusuhan di torino dan sejumlah kota lain menjadi alarm bagi pemerintah Italia untuk segera berdialog dengan perwakilan mahasiswa. Penegakan hukum harus tetap berjalan tanpa mengabaikan akar persoalan. Masyarakat berharap situasi kembali kondusif agar aktivitas ekonomi dan pendidikan dapat berjalan normal.

