Veda Ega Pratama Pecahkan Rekor Ai Ogura di Moto3 Mandalika 2026 Usai Finis Keenam, Sang Rookie Kian Bersinar

Foto: Istimewa

Veda Ega Pratama Pecahkan Rekor Ai Ogura di Moto3 Mandalika 2026 Usai Finis Keenam, Sang Rookie Kian Bersinar

Kalimantan Update – 19 Oktober 2026 | Aksi Veda Ega Pratama moto3 mandalika 2026 meninggalkan cerita yang manis bagi pembalap muda Indonesia. Tampil di hadapan publik sendiri di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok, Nusa Tenggara Barat, Minggu (11/10), pembalap Honda Team Asia itu finis di posisi keenam sekaligus memecahkan rekor poin debutan yang sebelumnya dipegang Ai Ogura. Balapan yang berlangsung pada seri ke-17 Moto3 2026 ini menjadi panggung pembuktian bagi rider asal Gunungkidul tersebut.

Veda memulai balapan dari urutan ketujuh. Ia sempat merangsek ke barisan depan dan terlibat persaingan sengit memperebutkan posisi. Meski pada akhirnya harus puas menyentuh garis finis di urutan keenam, terpaut 12,017 detik dari sang pemenang Maximo Quiles, hasil tersebut tetap membawa pulang 10 poin berharga. Tambahan angka itu membuat koleksi poinnya bertambah menjadi 111 poin dari 17 balapan, sekaligus melampaui catatan 109 poin yang dikumpulkan Ogura pada musim debutnya di Moto3 2019.

Rekor Debutan Honda Team Asia Terlewati

Pencapaian ini menjadikan Veda sebagai debutan Honda Team Asia dengan perolehan poin terbanyak di kelas ringan sejauh musim ini. Ogura sendiri mengemas 109 poin dari 18 balapan pada 2019, dengan satu kali absen karena cedera. Sementara itu, Veda mengumpulkan 111 poin hanya dari 17 balapan, sebuah bukti konsistensi sang rookie dalam mendulang angka di setiap seri.

Hingga seri ke-17, Veda menempati peringkat kedelapan klasemen Kejuaraan Dunia Moto3 2026. Dengan lima seri tersisa, peluang untuk terus menambah pundi-pundi poin sekaligus mengejar rekor lainnya masih terbuka lebar. Catatan Ogura sebagai pengoleksi poin terbanyak Honda Team Asia dalam satu musim Moto3, yakni 170 angka pada 2020 dari 15 seri, pun menjadi target berikutnya yang mungkin dikejar.

Strategi dan Pelajaran dari Balapan Kandang

Balapan di Mandalika berlangsung ketat dengan aksi salip-menyalip sepanjang lomba. Sejumlah pembalap terjatuh dan membuat rombongan terpecah. Dalam situasi tersebut, Veda mengaku berusaha membaca kebiasaan lawan untuk mencari peluang menyalip, terutama pada lap terakhir. Ia memperhatikan titik pengereman serta lokasi yang biasa digunakan para rival untuk melakukan manuver.

Selain itu, pembalap bernomor #9 ini menerapkan strategi menghemat daya cengkeram ban. Ia berharap masih memiliki grip yang cukup untuk menyerang pada fase akhir balapan. Namun, strategi tersebut tidak sepenuhnya membuahkan hasil karena jarak dengan rombongan terdepan telanjur terlalu jauh. Perubahan angin di lintasan juga membuat balapan semakin rumit.

  • Finis keenam dan meraih 10 poin di hadapan publik sendiri.
  • Mengoleksi 111 poin dari 17 balapan, melampaui rekor 109 poin Ai Ogura.
  • Menempati peringkat kedelapan klasemen Moto3 2026.
  • Masih menyisakan lima seri untuk memperbaiki hasil.

Quiles Kunci Gelar Dunia

Di sisi lain, Maximo Quiles tampil dominan bersama CFMoto Gaviota Aspar Team. Pembalap Spanyol berusia 18 tahun itu menjuarai Moto3 Indonesia 2026 dengan catatan waktu 32 menit 36,821 detik, diikuti David Almansa dan Brian Uriarte. Kemenangan tersebut menjadi yang kesepuluh bagi Quiles musim ini sekaligus memastikan gelar juara dunia Moto3 2026 dengan lima putaran masih tersisa.

Bagi Veda, hasil di Mandalika belum menjadi podium kandang yang diidamkan. Kendati demikian, performa Veda Ega Pratama moto3 mandalika tetap menunjukkan kemampuannya bersaing di tengah ketatnya persaingan kelas ringan. Pengalaman bertanding di depan pendukung sendiri menjadi modal berharga untuk seri-seri berikutnya, termasuk Ronde 18 di Grand Prix Australia.

Perjalanan Veda Ega Pratama moto3 mandalika 2026 ini menjadi sorotan tersendiri bagi penggemar balap Tanah Air. Sang rookie membuktikan bahwa konsistensi dan kemampuan membaca situasi balapan mampu mengantarkannya melampaui torehan pembalap sekelas Ai Ogura. Dengan lima seri tersisa, publik Indonesia tentu berharap Veda Ega Pratama moto3 mandalika terus menunjukkan taringnya dan menambah koleksi poin demi mengukir sejarah baru bagi balap Indonesia di kancah dunia.